Wednesday, July 20, 2005

Film Gie

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Drama
Film yang udah lama bgt aku tunggu, sejak pertama diberitakan sedang dibuat aku dah nggak sabar pengen nonton. Akhirnya kemaren malam bisa nonton. Jujur.. agak kecewa, film nya nggak sebagus yg aku bayangkan. Rasanya sampe film nya abis, nggak banyak menambah pengetahuan ku ttg sosok Soe Hok Gie. Malahan kesannya Gie bukan salah satu penggerak demonstrasi waktu itu, tapi cuma peserta dan pengamat aja.
Kalimat2 nya yg berbicara dg diri nya sendiri persis seperti apa yg ada di buku Catatan Seorang Demonstran. Pengetahuan ku yg nambah adalah bahwa ternyata Gie sampe nggak naik kelas gara2 perdebatan nya soal karya yg diterjemahkan Chairil anwar, dan bahwa Gie punya niat untuk memukuli guru yg "memangkas" nilai ulangan nya itu. Apa Gie emang benar2 pernah berniat begitu?. Karna menurut yg saya dengar sebagian cerita/tokoh adalah fiktif.

Di buku harian nya tiga org perempuan yg dekat dg Gie adalah: Maria, Rina dan Sunarti. Dua gadis di film Gie sepertinya tidak ada yg mirip dengan ketiganya. Rina dan Maria tidak melanjutkan hubungan dengan Gie karena keluarga mereka yg tidak menerima keberadaannya sebagai etnis cina dan keterlibatannya di dunia politik (?) Sedangkan Sunarti yg sepertinya punya perasaan suka pd Gie (demikian jg dg Gie) belum pernah sempat menjadi pacar Gie, sampai Gie meninggal di Semeru. Tapi di film Shinta digambarkan sebagai seorang cewek keturunan Cina yang Ibunya menerima Gie dengan baik. Tokoh Shinta yg kecantikannya begitu sempurna, memakai pakaian yg seksi dengan warna2 terang terasa kontras sekali dengan warna keseluruhan film. keberadaan Shinta sama sekali nggak ada guna nya di alur cerita, bahkan cukup mengganggu karena wajahnya yg terlalu "milenium" (meminjam istilah Irfan). Memang, dari Pemilihan Nicholas saputra sebagai Gie dan penempatan tokoh Shinta yg sama sekali nggak ada penting2 nya, terasa bgt ke "komersil" an film ini.

Kematian Gie di puncak Semeru jg nggak digambarkan di film, cerita di akhiri dg Gie yg berlari2 dg sobat masa kecilnya di pantai mungkin dimaksudkan untuk menghilangkan kesan "kematian" yg merupakan gambaran dari sebuah "akhir" karna justru Gie tidak berakhir meski gas beracun mengambilnya dari kehidupan

Salah satu scene nunjukin Gie lagi megang buku “Of Mice and Man” nya Steinbeck., dia beneran baca buku itu ga yaa?  Jadi ingat thesis ku...

No comments: