Monday, September 28, 2015

Candu Bernama Surabi Bandung

Saya terkena candu baru, candu itu bernama Surabi Bandung. 

Awal Perkenalan saya dengan surabi ini ketika beberapa bulan yang lalu sedang nongkrong dengan teman-teman group travelling sesama warga Batu Aji di TOP 100 Batu Aji. Waktu itu kami sedang minum di Ding Tea (Surabi Bandung persis disamping Ding Tea *edit: sekarang sudah pindah beberapa puluh meter), teman memesan Surabi rasa durian dan tempe yang kemudian kami makan beramai-ramai. Saat itu saya mencoba ke-2 rasa tersebut dan langsung suka keduanya. 


Rasanya yang nikmat tidak bisa saya lupakan, sehingga saya datang lagi dan langsung nongkrong di tempat Surabinya. Kali ini saya bisa menikmati 1 porsi sendiri. Saya sangat suka pinggirannya yang kering dan renyah, saya bisa merasakan serat dan aroma kelapa didalam surabi ini, membuatnya mengeluarkan aroma yang khas. Selain aroma kelapa, aroma durian tambah mengundang selera, siraman kuah manis dan asli rasa durian, anda masih bisa melihat serat-serat buah durian. 

Saya rasa gambar yang saya ambil ini akan bicara lebih banyak dari kata-kata saya, oh ya, kalau mau lihat gambar-gambarnya ada beberapa yang saya posting dan di posting teman-teman di opensnap


Surabi Rasa Durian/Duren


Surabi Rasa Keju

Surabi dihidangkan panas-panas segera setelah diangkat dari pembakaran, lalu disajikan diatas piring keramik berwarna putih membuat, makanan ini nampak berkelas. Karena dimasak dengan dipanggang didalam mangkuk gerabah tanah liat (tanpa minyak) sehingga dijamin adalah makanan yang sehat.

Ada banyak rasa yang bisa dipilih, Antara lain: rasa pisang keju, pisang coklat, coklat, oreo, keju oreo, sosis, abon dll. Bisa dinikmati dengan minuman atau makanan lain karena Surabi Bandung ini tergabung dengan restoran lain. Harga 1 porsi antara Rp 7000 hingga 10,000

Setiap weekend, saya pasti kesini, Bukan kadang-kadang lho ya, tapi memang SETIAP WEEKEND :">, dan setiap saya posting foto saya di OpenSnap, semua teman-teman yang tinggal jauh langsung mengeluarkan emoticons menangis, karena Surabi Bandung ini jauh dari rumah mereka.  


Ponakan

Kadang saya ke Surabi Bandung bersama teman-teman, kadang sendirian. Biasanya setelah island hopping atau piknik ke pulau kami makan di Surabi dengan teman-teman. Tidak jarang juga saya datang dengan ponakan, Panata. Sama seperti saya, dia juga sangat suka yang rasa duren.

Dulu kami sering makan di K*C (restoran cepat saji yg menyajikan ayam goreng) sekarang kami punya pilihan lain yang lebih sehat dan ekonomis. Yuk silakahkan dicoba teman-teman. Tapi saya peringatkan dari sekarang lho awas kecanduan kayak saya :)

Oh ya, Surabi ini ada cabang di Pasar SP lho (Sentosa Perdana) 

2 comments:

Dian Radiata said...

Aku belum pernah nyoba yang rasa durian... baru nyoba yang rasa keju ama oreo

Rina said...

haha..kan emang nggak suka duren mbak Dian :D