Tuesday, October 20, 2015

"Enaknya" Tinggal Di Batam

Teman saya dari Cina di jembatan Barelang I, Icon kota Batam
Saya tinggal di Jakarta 7 tahun, dan saya sudah merasakan "enaknya" tinggal di Jakarta. Banyak hiburan, dekat kalau Hiking ke gunung-gunung di Jawa, jalan-jalan di mall-mall papan atas, sering lihat artis, dll

Lalu, apa sih enaknya tinggal di Batam?

1. Langit Biru Setiap Hari

Iya, kami melihat langit biru setiap hari, kecuali ada bencana kabut asap kiriman provinsi lain seperti yang baru-baru ini terjadi. Kadang-kadang matahari terbenam membuat langit jadi merah. Saya pernah tinggal di ibu kota yang langit biru hanya terjadi beberapa hari dalam setahun, yaitu kalau hujan lebat beberapa hari yang membersihkan polusi dari langit. Saya yakin Batam bukan satu-satunya kota yang selalu berlangit biru, walau demikian hal ini tetap merupakan kelebihan yang bisa dinikmati penduduk Batam atau pengunjung

2. Pantai Dimana-mana

Kami melihat pantai-pantai bagus setiap saat, menggelinding sedikit, kami sampai di Coastarina, pantai yang berada ditengah kota Batam. Ada pantai Tanjung Pinggir, Nongsa, Melayu, Melur, Marina, Sembulang. Walau tidak semua di pulau Batam, warga batam cuma butuh 30 sampai 1 jam untuk kesana. Dan, tau nggak, pantai-pantai itu bagus-bagus lho

Pemandangan matahari tenggelam si salah satu pemberhentian kapal di Tanjung Riau, Batam
Saya sepedahan ke Pantai Marina, Batam
3. Banyak Pulau Kecil

Banyak itu artinya lebih dari 2000 pulau, walau tidak semuanya dekat dengan batam, tapi ada ratusan berada di posisi yang terjangkau dengan kapal kecil. Anda bisa menyewa kapal dengan harga 700 ribu seharian, lalu mengunjungi beberapa pulau sampai sore. Kalau patungan dengan 7 sampai 8 orang, bisa jadi biayanya dibawah 100 ribu/orang, lalu bawa makan siang dan cemilan deh, kita bisa mengunjungi 5 hingga 7 pulau dari pagi hingga sore
Pulau Benan

Pemandangan dari Pulau Labun

Pulau Putri, 5 menit menyebrang dari Batam
Pulau Labun
4. Dekat Dengan Negara Lain

Tinggal menyebrang sedikit, kami bisa tiba di Singapur, Malaysia, dan naik bis beberapa jam, kita bisa sampai di Thailand. Kami bisa "weekend-an" di luar negri dengan mudah dan tidak perlu mengeluarkan uang banyak, berbeda dengan penduduk Indonesia didaerah lain yang musti merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Dibandingkan daerah lain di Indonesia, dijamin penduduk batam punya paspor paling banyak deh

5. Bekerja di PMA

Sebagai daerah perdagangan bebas atau disebut "Free Trade Zone Area", Batam menjadi daerah sasaran penanaman modal asing. Penduduk Batam sebagian besar bekerja di perusahaan-perusahaan PMA besar manufacturing semacam Philips, Shimano, Sanyo, Panasonic, Fujitec dll. Mereka biasa punya bos orang asing, mengalami budaya perusahaan yang diadopsi dari negara asal perusahaan, dan berbahasa inggris dikantor. Jangan heran kalau orang Batam biasanya bisa bahasa Inggris dengan cukup baik, walau dengan logat Inggris Singapur. No lah, ok maa?

6. Nggak Macet

Nggak macet itu relatif sih ya, kalau dibanding kota mana dulu.

5 tahun lalu ketika pertama saya tinggal disini lebih lancar dan sepi  tidak seperti sekarang. Saya membandingkan dengan Jakarta tentu Batam itu lalu lintasnya tidak ada apa-apanya kalau soal macet. Mungkin kota ini lebih cocok dibandingkan dengan kota-kota lebih kecil seperti Pekanbaru, atau Padang


Sebagai gambaran untuk penduduk kota lain, lalu lintasnya Batam itu sedikit tersendat di pukul 8 pagi dan 5 sore, itu hanya sekitar maksimal 1 jam. Selebihnya jalanan ramai lancar.

Bagamana dengan kota kalian? :)

1 comment:

May Sarah said...

kuliner nya mulai enak2 dibatam....itu tambahannya hehehhe