Thursday, January 28, 2016

Festival Pulau Penyengat 2016, Kemeriahan Permainan Rakyat Melayu

Buat yang mau liburan yang agak beda ada kabar baik nih, kalau biasanya liburan hanya buat menyenangkan hati, kali ini anda bersenang-senang sambil memperkaya pengetahuan di Festival Pulau Penyengat 2016 

Festival ini sarat pengetahuan tentang seni budaya melayu khususnya Kepulauan Riau yang penduduknya banyak mempunyai penghidupan yang berhubungan dengan laut.

Kegiatan antara lain adalah Lomba Jong (semacam kapal layar kecil), lomba sampan layar, lomba sampan dayung, lomba gasing, lomba tangkap itik, lomba pukul bantal, lomba layang-layang, lomba renang tradisional,  lomba pompong dan becak hias, lomba pidato dan lomba kuliner melayu. Total hadiah untuk lomba-lomba ini adalah uang tunai sebanyak 307,000,000 Rupiah. Lumayan banget ya hadiahnya


Kegiatan dan lomba festival ini sarat dengan penampakan atau expose terhadap permainan-permainan tradisional melayu yang merupakan budaya asli penduduk Kepulauan RIAU.


FFP ini dimeriahkan tim dari  negara tetangga lho, Dinas Pariwisata Kepri mengundang tim dari  Malaysia, Brunai Darusalllam,  dan Singapura  untuk berpartisifasi dalam  kegiatan ini. Kepala Dinas Parbud Kota Tanjungpinang,  Juramadi Esram juga mengatakan sudah  menghubungi  pengurus Persatuan  layang-layang  dan gasing Malaysia dan Singapura.  Mereka kita harapkan dapat berpartispasi  dalam kegiatan tersebut,” ujar Esram.

Sedangkan dari luar Tanjungpinang akan diundang tim dari kabupaten dan kota se-Kepri serta dari Provinsi Riau. Sedangkan tim dari dalam negeri yang akan di undang di antaranya tim dari Provinsi Riau, Kalimatan Barat, Jambi, Bangka Belitung, Sumatera Utara, DKI Jakarta serta tim dari Kabupaten dan Kota se-Provinsi Kepri seperti dari  Batam. Karimun, Lingga, Karimun, Bintan, Anambas, dan Natuna).  Mereka diharapkan berpartisipasi dalam lomba jong, gasing, layang-layang, fotografi, dan lainnya

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengharapkan  Festival Pulau Penyengat  (FPP)  yang diselenggarakan selama empat hari mulai 20-24 Februari 2016 mendatang  bisa menjadi kelender atau event wisata  nasional.  Karena itu,  FPP  harus dipersiapkan secara matang  agar  Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  RI  menjadikan  festival ini  sebagai agenda tahunan di  Kemenpar RI.

Lomba Fotografi
Koordinator Sekretariat Festival Pulau Penyengat,  Maswito, S.Pd.,  mengatakan  untuk fotografi hadiah yang diperebutkan  Rp 75 juta dari Kemenpar RI.  Untuk itu komunitas fotografi  yang ada di dalam dan luar negeri diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan ini.  Sedangkan objek fotonya adalah  tentang Pulau Penyengat. Nantinya 15 finalis yang masuk final dalam lomba foto ini akan diundang oleh Kemenpar RI ke Tanjungpinang untuk melihat Festival Pulau Penyengat.

Objek foto sudah bisa diambil mulai dari sekarang langsung di Pulau Penyengat. Soal teknis nanti bagaimana bentuk format penilaian, juklak dan juknis  akan di konsultasikan dengan bagian marketing informasi Kemenpar RI di Jakarta sebagai penanggungjawab lomba fotografi ini. Insya Allah dalam minggu depan juklak dan juknis soal lomba fotografi,"ujar Maswito yang juga Kasi Promosi Wisata Disparbud Kota Tanjungpinang.

Menurut Maswito saat festival nanti  juga akan dilaksanakan pameran foto yang akan dikoordinir langsung oleh Bagian Humas dan Protokol Setdako Tanjungpinang. Masyarakat yang punya foto-foto lama, panitia siap untuk mengscand foto tersebut  untuk ikut pameran foto. *)

Yuk, masukkan event ini dalam daftar liburan kita, catat tanggalnya: 20 sampai 24 Febuari di Pulau Penyengat mulai jam 08.30 sampai 17.30 dan malamnya mulai jam 19.30 sampai 22.00, jadwal dan lokasi lengkap ada di gambar dibawah ini ya

Jadwal Festival Pulau Penyengat





 

6 comments:

Bagir Abunumay said...

Cuzzzz brangkatt ..

Chotijah choty said...

Hmm cuti apa kabar๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

sarah eyie said...

jika mau ikut lomba foto, hasil fotonya diserahkan / share kemana mbak ? dan paling lambat kapan pendaftarannya ?

Agus Saputra Asad said...

Mari kita ramaikan.....

Agus Saputra Asad said...

Mari kita ramaikan.....

Rina said...

yuuk mari

Sarah, hubungi Dinas Pariwisata :)