Thursday, January 7, 2016

Menginap di Colmar Tropicale Malaysia

Colmar Tropicale adalah penginapan di Malaysia yang dibuat menyerupai kota kecil Colmar pada abad ke 16, yang lokasinya berada di Timur Laut Alsace, Perancis. Arsitekturnya juga diadopsi dari desa Riquewihr, Turckheim dan Kaysersberg. Ide pembuatan desa bertema Perancis ini karena Perdana Menteri Ke 4 malaysia Tun Dr. Mahathir bin Mohamad sangat terkesan ketika berkunjung ke Colmar, sehingga menginspirasi pendiri Berjaya Foundation untuk membuat Colmar Town di Malaysia.
Pemandangan (view) dari kamar saya


Salah satu bangunan resort Colmar Tropicale

Penginapan ini memiliki 235 kamar dan suites, 8 restoran yang menyajikan makanan lokal maupun interlokal internasional, selain itu, Colmar Tropical juga bisa dikunjungi sebagai tempat wisata (tidak harus menginap) dengan membayar tiket masuk tentunya

Karena naksir banget dengan foto-foto yang pernah di share teman, akhir 2015 lalu saya menginap disana 1 malam. Kami berangkat dari Batam, lalu menginap 1 malam di Kuala Lumpur.

Transportasi Menuju Colmar Tropicale

Dari Kuala Lumpur, Butuh 1 jam berkendara kesana, karena Colmar Tropicale tidak dilalui angkutan umum, saya menghubungi sales mereka melalui telepon untuk memesan bis shuttle. Tapi ternyata semua kursi untuk beberapa jadwal bis hari itu sudah penuh terisi. Tak ada pilihan lain selain taksi. Kami memesan taksi melalui staff hotel tempat kami menginap di Kuala Lumpur,

Selama di perjalanan mata dimanjakan oleh pemandangan hutan hujan tropis yang lebat dan lembab, saya mendapat kesan kalau Malaysia cukup merawat kebersihan jalan keluar kota, tidak ada sampah dipinggir jalan, tidak ada pedagang asongan berjualan sembarangan, seperti yang biasanya kita saksikan dimana-mana di negeri kita, mungkin juga jalanan yang kami lalui itu termasuk jalan yang "diperhatikan" mengingat jalan itu juga dipakai untuk menuju Genting Highland,  lokasi wisata keluarga dan salah satu tempat judi yang cukup termasyur di planet bumi. Dijalan kami singgah membeli Dunkin Donuts, karena sudah mendengar kabar kalau harga disana cukup mahal, kudu hemat ya boo :)

Kami membayar 95 Ringgit untuk biaya taksi (termasuk biaya tol), tiket masuk colmar sebesar RM 13/orang (akan di refund ketika check out dari hotel). Biaya ini juga akan dibayar oleh masyarakat umum yang berwisata kesini tanpa menginap.

Tidak seperti hotel/resort pada umumnya yang menyediakan area drop off tamu di bagian depan, Colmar tidak memperbolehkan tamu diturunkan didepan resort, kami diturunkan di area parkir di basement

Untuk taksi kembali ke KL kami harus membayar RM 150 kepada supir taksi yang sama, karena si supir beralasan, dia harus menjemput kami dengan kursi kosong, sedangkan ketika mengantar dia singgah di Genting Highland untuk mengambil penumpang yang menuju Kuala Lumpur, dan menurutnya sangat mudah mendapatkan penumpang disana. Walau penjelasannya cukup masuk akal, saya masih tetap merasa dia memanfaatkan kami karena dia tahu, pilihan kami hanya taksi yang disediakan pihak hotel sebesar RM 200

Harga Kamar

Kami membayar sekitar RM 323.33 atau sekitar 1.050.000,- sebelum pajak dan service charge

Sarapan

Seperti umumnya pada resort dan hotel, sarapan sudah termasuk dalam harga kamar, karena harga kamarnya "lumayan" saya sudah berharap sarapan akan cukup istimewa. Ternyata biasa saja, tidak lebih baik dari hotel-hotel kelas bintang 3.Rasanya ala kadarnya

Menu sarapan di Colmar Tropicale
Pemandangan disekeliling tempat ini adalah hutan hujan  tropis yang lembab dan sejuk, banyak kabut melintas dipagi dan sore hari, siapkan sweater ketika keluar ruangan

Aktivitas di Colmar Tropicale

Selain berfoto-foto narsis, Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan disana, beberapa tempat tidak dipungut biaya bagi tamu yang menginap, namun tidak semua. Reception akan memberikan semacam kartu kecil sebagai akses masuk ke tempat-tempat tersebut.


Anak-anak bisa memberi makan kelinci


1. Animal Farm

Namanya sih Animal farm, tapi binatang yang ada didalam cuma kelinci, rusa totol, rusa tanduk, dan keledai, nggak ada gajah, macan tutul, apalagi singa. Kelinci-kelinci ada didalam kandang, ada juga yang dibiarkan bebas namun masih dalam pagar, jadi kita bisa berinteraksi menyentuh atau memberi makan (makanan ada dijual di tempat membeli tiket), tapi pengunjung dilarang untuk menggendong kelinci-kelinci tersebut, apalagi rusa, apalagi kuda, kalo boleh emangnya sanggup gendongnya?

O ya, untuk umum musti membayar 3 ringgit untuk masuk tempat ini

Rusa totol di Animal Farm

Berkostum kimono dengan membayar RM 20

Hutan lembab berkabut yang bisa kita susuri dengan jalan
kecil yang sudah dibuat nyaman untuk pengunjung


Hutan yang rapat

2. Japanese Garden

Ini adalah taman-taman berisi bunga-bunga, pohon, dan tumbuhan lain yang membuat anda berfikir ini adalah taman, bukan pasar. Ada sungai kecil mengalir lengkap dengan ikan koi dan ikan kecil-kecil lainnya, dan tangga-tangga dari batu yang disusun, ada juga batu-batu besar (yang sepertinya) yang memang dari sononya sudah terletak disitu. Saya tidak pernah tahu seperti apa taman di jepang sana, jadi tidak bisa membandingkan taman ini dengan taman asli dijepang sana.

Kami melewati sebuah rumah bergaya jepang yang didalamnya berdiri seorang wanita yang memakai kimono. Dia lalu menawarkan berfoto dengan kostum kimono dengan harga RM20/orang

Ini hasil foto saya berkimono :">

 3. Botanical Garden

Tempat ini adalah hutan hujan tropis yang lebat dan lembab, yang dipermanis dengan bunga-bunga dan tangga dan jalan setapak. Dipintu masuk ada peringatan untuk pengunjung untuk tidak memberi makanan binatang liar dan waspada terhadap mereka

Kegiatan lain yang bisa diikuti diantaranya menunggang kuda, keledai, flying fox yang katanya terpanjang di Asia, bersepeda, trekking dan lain-lain. Daftar lengkap kegiatan disana dan soal biayanya bisa dilihat disini

Luas tempat ini tidak kurang dari 80 hektar yang berada di ketinggian 822 meter diatas permukaan laut (cukup sejuk ketika saya disana)

Ada juga menara yang bisa dinaiki untuk melihat pemandangan tempat itu dari ketinggian

Kendala  yang kami alami disana adalah ketika kami akan memesan kegiatan bersepeda atau trekking, kami harus booking 24 jam sebelumnya, padahal kami ingin melakukan hari itu karena kami sudah harus check out jam 12 siang. sore ketika kami tiba hujan turun, jadi kami hanya melihat-lihat taman sambil pasrah kena gerimis

Transportasi di Dalam Colmar Tropicale

Tempat-tempat di Colmar Tropicale cukup jauh, pihak hotel menyediakan shuttle bus untuk pengunjung. (Katanya sih) Jadwal bis akan ada setiap jam, tapi waktu kami disana bis tidak selalu tepat waktu, jadi siapkan waktu jika anda akan check out atau ada rencana aktifitas lainnya

Harga Makanan disini cukup bikin kita "mikir". Kami makan siang dengan steak ayam tanpa tulang, kentang goreng atau kalau orang dikampung saya bilangnya french fries yang dingin dan nggak begitu enak dengan harga total sekitar RM 87 dan RM 106 untuk 2 buah pizza, french fries dan minuman ringan

Makan malam dan makan siang

Jadi kalau mau repot, selain makan, mending bawa jajanan dari Kuala Lumpur dan Teh atau kopi, karena di kamar tersedia kettle untuk memasak air

Sebelum kesana:

1. Booking shuttle bus dulu supaya tidak kena biaya taksi mahal
2. Booking kegiatan dulu, supaya nggak kecewa ketika sampai disana







9 comments:

ana ummu fitry said...

wah lumayan keren ini tempatnya...moga nanti bisa ke sana...thanks ya mba udah share

Rina said...

Thanks sudah mampir mbak Ana :)

Dian Radiata said...

Kalo nginep di situ kudu dimanfaatin dan dijelajahi semua ya fasilitas yang ada... #ogahrugi

sarah said...

Yg menarik mungkin yg berkimono itu ya...setidaknya gak harus kejepang..nice info kak rin...

Rina said...

Dian, kayaknya menungkinkan kalo rame2 sekamar :D

Sarah, iya, bayarnay cuma 60 ribuan :)

Jalankemanagitu.com said...

Aaakk.. Tulisannya bagus kak rin.
Nambah lagi bucket list deket2 sini.. :)

Rina said...

Thanks Iqbal.. Tempatnya cocok buat liburan keluarga yg santai

Chaycya Oktiberto said...

Kesana ah

Rina said...

kalo kesana jangan lupa untuk booking kegiatan 24 jam sebelumnya, dari pada manyun sampai disana