Monday, February 29, 2016

Membahagiakan Ibunda Tercinta Dengan Pesiar Bersama MV Sea View

Ketika pertama berlayar dengan kapal ini saat peluncurannya sebulan yang lalu, yang saya fikirkan adalah saya akan membawa ibu saya berlayar dengan kapal ini. Saya suka konsep santai dan mewah yang mereka sajikan. Jadi kita bisa melihat-lihat pemandangan dari tempat yang sejuk dan nyaman. [Biasanya kepantai atau laut kan keringetan ya]. Menurut saya konsep ini sangat cocok untuk keluarga atau pasangan [kalau dengan teman-teman atau sendiri saya sukanya yang cadas-cadas, baca mengundang adrenalin]

Kapal MV Sea View sebelum mulai berlayar

Sabtu 28 Febuari kemarin saya mengajak Ibu saya untuk berlayar dengan kapal ini, saya mem booking tempat melalui telepon ke nomor 081364790088 [Donna], lalu mengambil tiket dikantor mereka. Saya kemudian menanyakan ke Ibu saya apakah dia ada acara esok harinya. Jadwalnya kosong [biasanya padat jadwal kondangan booo], saya mengajak dan sebisanya menjelaskan soal kemana dia akan saya ajak, walau tidak begitu paham, dia setuju ikut. Dia tidak tahu saya akan membawanya dalam perjalanan istimewa

Karena Ibu saya sudah ditinggal selamanya oleh Bapak yang pergi tahun 2011 lalu, saya hanya bisa mentraktir dia, walau sebenarnya ingin mengajak Bapak, tapi hal itu hanya sebatas keinginan yang tidak mungkin terwujud [jadi melow]

Kami diminta untuk datang jam 14.00 untuk persiapan keberangkatan, sambil menunggu waktu berangkat, kami melihat-lihat koleksi Iguana dan bunga-bunga di Restoran Golden View, dimana tour ini akan dimulai.

Sebelum masuk kapal, kami mengambil boarding pass terlebih dahulu. Nampak agak ribet karena pengunjung harus menunggu staff mencari boarding pass diantara ratusan boarding pass yang terletak diatas meja, bayangkan jika setiap mencari 1 nama mereka harus memeriksa semua tumpukan satu persatu



Ibunda sedang menikmati pemandangan
Setelah mendapatkan boarding pass, kami memasuki kapal. Saat itu cuaca sangat cerah, langit biru dengan dihiasi gumpalan-gumpalan awan putih, lautan biru tenang.

Ada 4 penerima tamu berpakaian adat Melayu yang menyambut dengan mengucapkan selamat datang kepada kami, sambil mempertemukan telapak tangan mereka di dada. Sejuknya pendingin ruangan langsung membelai kulit kami. Dibelakang penerima tamu ini sudah ada sederet makanan disajikan dengan rapi. Saya yang juga bersama teman-teman blogger langsung berbinar-binar. Apalagi ada seorang diantara kami yang belum makan siang [no mention demi keselamatan diri] :D

Kapal mulai berlayar dan beberapa penumpang mengambil makanan, kami juga ikut mengambil makanan kecil, puding agar-agar dan buah, lalu tiba-tiba ada pengumuman dari speaker yang mengatakan bahwa jadwal makanan adalah jam 16.00, padahal saat itu masih jam 15.30. Diujung kalimat, si Bapak bilang "kalau sudah terlanjur ya tidak apa-apa". Waduh malunya, kami pun tertunduk, masih sambil mengunyah, sudah lapar terlajur soalnya :D

Saya dengan Ibunda berpose dengan kru penerima tamu [dan penari]
 Saat kapal akan melintasi jembatan 1 Barelang, penumpang dipersilahkan untuk naik  ke lantai 4, dimana kita bisa duduk menikmati pemandangan di deck terbuka [open air]. Saat posisi kapal di dekat jembatan, memang tempat yang pas buat melihat pemandangan terbaik dan berfoto-foto narsis. Kami naik ke lantai 4, walau tidak mudah karena naik tangga bukanlah hal yang gampang untuk Ibu saya, sekarang dia 63 tahun. Saya berfikir, memang saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengajak dia kesini, sebelum dia semakin kepayahan naik tangga [sedih lagi]

Kami menikmati pemandangan hingga jam 16.00 dan kembali terdengar pengumuman yang mempersilahkan penumpang untuk makan. Kami turun dengan kecepatan 150 km/jam [kalau soal makan memang kudu beda kecepatan jalannya ya].

Menu makanannya langsung mengundang selera, ada sop ikan, ikan goreng tepung, ayam goreng, cumi yang dimasak dengan kacang merah, mie goreng dan kerang rebus sambal hijau. Kami menyantap makanan sambil melihat-lihat pemandangan dari jendela. Sesekali terdengar pengumunan menjelaskan mengenai pulau-pulau yang sedang kami lintasi. Waktu makan cukup panjang karena banyaknya pilihan makanan.

Suasana saat penumpang turun bernyanyi dan menari
Selesai jam makan, terdengar suara-suara orang bernyanyi, berteriak dan bertepuk tangan dilantai 3, saya naik keatas karena penasaran. Rupanya dilantai ini ada kelompok musik yang bermain secara live. Saat itu banyak penumpang yang bergabung dan menari bersama, rupanya ada seorang diantara mereka yang sedang berulang tahun.

Ruangan karaoke
Ruangan-ruangan karaoke berjejer siap digoyang kakaa
Saya diajak teman-teman untuk karaoke tapi saya memilih duduk ngobrol dengan Ibu saya. Karena penasaran saya turun kebawah untuk melihat seperti apa ruangan karaokenya. Sebelumnya saya membayangkan sebuah ruangan besar dan orang-orang ramai mengantri untuk mendapat giliran menyanyi. Ternyata salah ciiiin, ruangan karaokenya sama dengan ruangan-ruangan di tempat karaoke pada umumnya, terbagi-bagi jadi ruangan kecil yang bisa di isi beberapa orang, ada sofa dan layar monitor.


Sekitar jam 5 lewat, ada lagi makanan kecil disajikan, nampaknya penumpang benar-benar di service abis nih. Belum habis kenyangnya, kita sudah disuguhi makanan lagi. Ada kue bolu dan kue nenas yang bisa dinikmati dengan teh dan kopi. Saya merasa harga promo yang Rp 350,000 sepadan dengan apa yang kami dapatkan.

Saat matahari tenggelam, kami bergerak pulang. Saya sangat menikmati perjalanan itu dan puas sudah membuat bahagia satu-satunya orangtua yang saya miliki.



Tips:

1. Jika ingin dekat-dekat dengan makanan, duduklan dilantai 2 (tempat pintu masuk). Jangan lupa bawa tupperware
2. Jika ingin dekat-dekat dengan Live music, duduklah dilantai 3, jangan lupa ikut bergoyang
3. Jika ingin angin sepoi-sepoi dan foto sepuasnya duduklah dilantai 4 [ruangan terbuka]
4. Jika ingin karaoke duduklah dilantai dasar
5. Jangan makan sebelum jam 16.00 yaa  :D, dari pada disentil lewat mikrofon
Sop ikan yang cetar banget rasanya

Kerang rebus sambal hijau
Makanan kecil disajikan lagi

Pemandangan menjelang sunset yang disajikan saat melintasi jembatan 1 Barelang



5 comments:

sarah eyie said...

belajar dari pengalaman saya ikut, ada yang gak kebagian makanan, mungkin sekarang diatur jadwal makannya supaya semua dapat...
bagus sih ada kemajuan pelayanannya...

jalanrina.com said...

Sarah: mudah2an semakin bagus ya, misalnya jadi singgah dipulau mana gitu :)

Lina W. Sasmita said...

Duuuh si ibu pasti dalam hati bahagia dan merasa sempurna punya anak sepertimu Rin. baik banget.

Rakmad Fadli said...

Wah, terharu bacanya. Meski baru baca judulnya. hehe. Mantap kakak..

Rina said...

Lina: lebih sempurna kalau bawa mantu katanya Lin :))

Rakmad Fadli: makasih mas Fadli, sudahs singgah di blog saya