Monday, August 15, 2016

Pengalaman Membuat E-paspor di Kantor Imigrasi Batam

Tanda terima pembuatan e-paspor, sekaligus detail informasi untuk Bank
Paspor saya akan habis masa berlakunya tanggal 02 April 2017 yang akan datang. Mumpung saya sedang bisa, saya ingin memperpanjang paspor sekarang, karena saya khawatir pas bulannya expire saya malah butuh segera keluar negri. Ini adalah pengalaman saya pertama mengurus paspor sendiri, karena dulu saya "nembak". Ketika itu ada dokumen yang tidak saya punya, jadi saya tidak bisa memakai jalur resmi


Sekarang saya ingin membuat
e-paspor karena mendengar banyak keuntungan yang bisa didapat, antara lain:

1. Data paspor lebih aman
2. Berkunjung ke Jepang  tanpa membuat Visa. Untuk saat ini  masih hanya Jepang, saya rasa ada kemungkinan negara lain juga akan melakukan hal yang sama dalam 5 tahun yang akan datang
3. Akan diberlakukan auto gate di beberapa negara, artinya kita cukup mengarahkan paspor ke scanner, tanpa perlu antri menunggu paspor kita di stempel (berlaku setelah 3 kali kunjungan)

[Review] Drop Inn Hostel Singapore, Penginapan Ramah Untuk Muslim



Mengapa paspor biasa dengan e-paspor berbeda? Karena adanya chip didalam e-paspor. Chip ini menyimpan data biometris seperti sidik jari dan rekam wajah. Hal ini membuat data didalamnya sulit untuk dipalsukan. Artinya e-paspor lebih aman dari  pada paspor biasa.

Selain itu pemilik paspor lebih mudah mendapatkan penyetujuan visa kunjungan karena data-data pemegang e-paspor akurat dan valid , jadi dapat dengan mudah diverifikasi oleh kedutaan negara yang akan didatangi. Tapi, kita harus berhati-hati agar chip di paspor tidak rusak, karena juka chip rusak, paspor tidak berguna lagi


Antrian

Saya bangun jam 5 pagi, mandi dan segera memacu motor menuju kantor imigrasi di Batam Center.
Tiba disana jam 6, saya melihat sudah ada beberapa orang mengantri didepan pintu yang masih tertutup. Seorang pria datang menawarkan materai 6 ribu dengan harga 10 ribu, dan jasa fotocopy dengan harga 10 ribu. Iya, anda tidak salah baca, fotocopy 10 ribu walau hanya selembar, tapi 2 lembar pun tetap harganya. Saya memang lupa membawa materai dan tidak memfoto copy paspor, karena saya pikir tidak perlu. Tapi ternyata harus ada. Foto copy ktp saya juga kecil, katanya musti besar. Saya minta tolong si abang itu dan membayar 20 ribu untuk materai dan foto copy 2 lembar. Yah nggak apa-apalah ya, namanya juga terdesak. Dari pada saya meninggalkan antrian yang mulai mengular. Mudah-mudahan abangnya nambah rezeki ya

Parade dan Tarian Indah di Kuala Lumpur, Citra Warna 2016


Saya juga mendengar obrolan yang menyebutkan berfoto harus memakai kemeja, belum pernah mendengar informasi ini. Sambil berharap baju yang saya pakai tidak dipermasalahkan, saya juga mendengar kalau didalam ada disediakan kemeja.

Jam 7.30. pintu dibuka, lautan manusia langsung menyerbu masuk. Saat kami mulai mengantri, seorang petugas menyampaikan pada kami, melalui mikrofon, syarat-syarat dokumen yang harus ada. Dia menyebutkan bahwa kartu keluarga harus ditanda tangani. Waduh *tepok jidat* kartu keluarga belum ditandatangani Ibu saya. Saya berusaha berfikir apakah saya balik pulang saja? Kalau saya yang tandatangani, apakah akan ada masalah nantinya? Mengingat perjuangan menunggu sejak jam 6 dan sakit pinggang berdiri lama, kartu keluarga itu saya tandatangani sendiri sambil berusaha mengingat-ingat tandatangan Ibu saya. Mudah-mudahan tidak ada masalah dikemudian hari karena tandatangan itu

Terharu Biru Menyaksikan Sejarah Kuala Lumpur di MUD Show


Saya degdegan dokumen akan ditolak karena hal itu, tetapi yang dipermasalahkan petugas malah paspor saya yang masih akan habis masa berlakunya 8 bulan lagi. Ternyata boleh bikin kalau sudah 6 bulan akan expire.  Saya menyatakan akan keluar negeri ketika paspor saya akan expire. Mbak petugas bilang akan memasukkan berkas saya tapi tidak dijamin akan diterima. Baiklah

Ketika dia menanyakan berapa halaman paspor yang saya mau, saya menyebutkan 48 halaman dan saya mau e-paspor. Si mbak malah bilang kalau pengajuan e-paspor tidak masalah kalau paspor akan expire 8 bulan lagi. Mungkin karena dianggap merubah paspor, bukan karena expire. Baiklah. Kartu keluarga dan foto copynya yang saya tandatangani ternyata tidak ada masalah

Saya mendapatkan formulir untuk di isi dan nomor antrian untuk wawancara dan berfoto. Segera saya mengisi formulir dan mulai mengantri untuk menunggu panggilan untuk berfoto.

Ketika nomor antrian saya muncul dilayar, saya segera masuk. Petugas didalam bilang, ohh loket 2 ya buu, itu bukan disini, tapi disana (sambil nunjuk). Oalah, saya menunggu ditempat yang salah. Dengan berlari terbirit-birit saya segera menuju ruangan yang seharusnya. Nomor antrian saya sudah dilewatkan. Ada orang lain yang sedang wawancara dan saya disuruh menunggu setelah bapak itu

Giliran saya, ibu petugas menanyakan mengapa saya mau e-paspor. Saya menjawab karena saya mau travelling ke Jepang, supaya tak perlu mengajukan visa lagi. Padahal kapan mau ke Jepang? *garuk-garuk kepala* Si ibu meng scan dokumen saya lalu menyuruh saya menunggu untuk berfoto

Berfoto

Di tempat foto, petugasnya cowok bernama Ramono. Dia memeriksa semua dokumen saya dengan teliti, melingkari setiap bagian yang sudah dia periksa. Mencocokan nama saya, di ktp dengan akta lahir, lalu melingkari. Mencocokan tanggal lahir lagi, lalu melingkari lagi. Begitu seterusnya setiap dokumen. Boleh juga ketelitian Bapak ini, dia benar-benar memeriksa semua *jempol*

9 Tempat Menarik Yang Bisa Dikunjungi di Melaka


Si Bapak ini bertanya panjang lebar soal buat apa e-paspor itu. Memeriksa semua visa dan stempel di paspor saya dan menanyakan ngapain ke negara-negara tersebut. Hellowww, ya jelong-jelong lah pak, ngabisin duit receh. Sebagai warga Batam, pasti Bapak pernah ke Singapore kan? Bapak ngapain kalo ke Singapore? Pikir saya sambil memutar mata dari kiri ke kanan lalu ke kiri lagi *360 derajat*

Dia menanyakan kok bisa saya kerja di Cina dulu, bekerja sebagai apa? Apakah saya bekerja secara legal? Yah Pak, kan ada visa kerjanya di paspor :emot meringis: Dia juga menanyakan apa pekerjaan saya saat ini. Saya menyebutkan, dia meminta bukti ID card, saya tidak punya ID card pak, tapi ini kartu nama saya. Terpampanglah disitu jabatan yang terlihat *agak* keren itu. Si Bapak nganggung-ngangguk, saya pajang wajah sok keren

Akhirnya muka saya dijepret juga. Saya berusaha memasang wajah termanis, tapi si Bapak tidak memberi kesempatan saya melihat hasilnya. Mudah-mudahan make up tebal dan senyum manis ketika berpose tadi tidak sia-sia *cemas*

Berfoto Gokil di Rumah Terbalik Kuala Lumpur


Saya diberi sebuah kertas yang isinya menjelaskan saya harus transfer uang sejumlah Rp 655.000 ke Bank BNI untuk biaya paspor. Mahal ya dibandingkan dengan biaya paspor biasa yang Rp 255.000. Dompet saya langsung meringis. Diberitahu kalau saya bisa menjemput paspor sebulan kemudian, padahal saya baca proses pembuatan e-paspor cuma 2 minggu. Kalau siang ini transfernya setelah jam 2 ya, kata si Bapak. Saya mengucapkan terimakasih dengan senyum sumringah.

Saya bisa meninggalkan Kantor imigrasi jam 10 pagi.  Cepat yaa prosesnya, jadi nggak perlu calo-calo lagi sekarang. Yuk bikin paspor sendiri ;)

Dokumen yang harus dibawa:

1. KTP
2. Kartu keluarga, harus sudah ditandatangani kepala keluarga
3. Akta kelahiran/Akta nikah/ijazah (salah satu)
4. Paspor lama

Semua dokuemen di foto copy, ktp harus sebesar A4, sudah memuat bagian depan dan belakang KTP (Bagian depan setengah halaman, bagian belakang setengah halaman)

Tips
1. Pakai kemeja polos tapi tidak berwarna putih, alasannya: Background foto warna putih, kalau anda pakai baju putih tidak akan tampak di foto. Saya sendiri memakai kaos lengan panjang, saya sudah khawatir akan diminta ganti, tapi ternyata tidak.
2. Tidak bisa mengambil antrian lagi ketika kantor imigrasi belum dibuka, seperti dulu. Kita mulai mengantri didalam saat akan mengambil formulir. Setelah memeriksa dokumen, petugas memberi kita formulir dan diberi nomor antrian untuk wawancara & foto. Sambil mengantri untuk berfoto kita mengisi formulir
3. Datang pagi tidak akan mendapatkan nomor antrian, tapi setidaknya kita ada di posisi depan pintu masuk, yang otomatis akan membuat kita bisa cepat menuju tempat antrian dan mengambil posisi didepan
4. Tranfer di bank BNI pagi ini, saya dikenai biaya transfer Rp 5000, total membayar Rp 660.000

Bercengkrama dengan Burung-Burung Indah di Kuala Lumpur Bird Park

12 comments:

danan wahyu said...

dan rina pun dicurigai sebagai pekerja ilegal di china....

memang masih ada calo rin?

www.jalanrina.com said...

Danan: masih sampe sekarang juga ada katanya, kalo saya nggak lihat, soalnya sibuk selama disana isi form dll

Agus Saputra Asad said...

wuih ternyata prosesnya cukup sekali datang aja yah gk terlalu ribet, abiz tu tinggal tunggu jadi,mantaplah nih

Travengler ahmad said...

nice post, tau gini gampangnya bakalan ganti e passport juga secepatnya 😛

Eka Handa said...

Buakakakakak, penasaran sama hasil foto dari make up tebal dan senyum termanisnya kak.
Semoga ttd Nyokap ga dipermasalahkan dikemudian hari ya, aheeeeyyy..

Rina said...

Asad: iya, enak ya skrg, ada perubahan sikit2 kita soal administrasi

Rina said...

Ahmad: ayo ganti ;)

Rina said...

Eka: doakan ya sis supaya fotonya cakep ^_^

ana ummu fitry said...

wah ..sy jg mau bikin e paspor...tp ini paspor baru ganti blm dipake jg hiks..bikinnya kemarin jg tembak krn ga ada waktu nunggu antrian hiks...

Rina said...

Haha,tungu abis aja mbak, sayang

binaga ocean surveyor said...

lebih cepat pakai online ya?

www.jalanrina.com said...

Prosesnya lebih lama online mas