Saturday, September 17, 2016

3 Kecelakaan Saat Liburan Manja di Bintan

Bintan Laguna Resort, trikora
Kamar-kamar di Bintan Laguna Resort berdiri diatas laut
Liburan long weekend Idul Adha, saya dan teman-teman berlibur ke Bintan, rencananya membawa motor dan kemping. Saya membawa tenda dan segala perlengkapan kemping lainnya seperti: kompor gas mini, nesting, piring, sendok, hammock, dan kain untuk alas tenda

Saat penyusunan perjalanan, akhirnya diputuskan 1 malam menginap di Bintan Laguna Resort, sebuah resort yang berada diatas laut di pantai Trikora. Jadi kemping hanya 1 malam. Kami berangkat dengan 3 motor tapi hanya 5 orang.
Jadi 2 motor di naiki masing-masing 2 orang, dan 1 motor saya naiki sendiri.

2 orang yang sejak awal memang tidak pasti akan ikut, akhirnya beneran batal ikut. Satunya Cahaya, batal karena tidak bisa cuti. Yang lainnya Bagir, batal karena sedang sibuk seleksi calon istri

Keberangkatan

Kami naik roro Batam-Tanjung Uban, Janjinya sih jam 1, tapi mas Danan berhasil naik kapal penyebrangan roro (roll in roll out) yang berangkat 1.30, sedangkan saya dan mas Ahmadi terlambat untuk naik roro yang sama. Kami menyusul dengan roro berikutnya. Ahmad naik speed boat karena tidak membawa motor. Kami bertemu di pelabuhan Tanjung Uban Sekitar pukul 15.30, singgah di swalayan untuk membeli air mineral dan cemilan untuk stock dipenginapan & kemping


Pantai Trikora, Bintan
Kening Ahmad yang luka
Kecelakaan Pertama

Mas Ahmadi yang berboncengan dengan Ahmad, terjatuh di sebuah belokan, karena ada pasir yang terbawa air hujan di belokan itu. Ban motor selip dan mereka jatuh. Kalau masih bisa dibilang untung, untungnya ahmad yang tidak memakai helm jatuh di pasir, jadi jidatnya hanya terbentur pasir dan luka. Bukan terbentur aspal. Nggak kebayang kalau terbentur aspal *Makanya pakai helm lain kali ya Mad (muka galak, bawa pentungan) #safety first#

Mas Ahmadi entah terbentur apa dibagian bawah mata sehingga lecet. Mereka bersih-bersih luka dengan air mineral yang kami bawa, mengoles anti biotik, lalu kami melanjutkan perjalanan sambil saling mengingatkan untuk hati-hati

Kecelakaan Kedua

Perjalanan dengan motor di jalanan Bintan yang sangat sepi kami nikmati. Cukup askyik melihat jejeran hutan disepanjang jalan dengan langit biru cerah. Sesekali terlihat rumah penduduk. Setelah sekitar 1,5 jam, kami bertemu juga Pantai Trikora. Saya yang menempelkan action cam ke motor memutar kameranya ke arah pantai untuk dapat mengambil gambar pantai. Mungkin dorongan saya terlalu keras, kamera lepas dan jatuh di aspal. Saya berhenti. Yang lain juga berhenti mengira saya berhenti karena ingin mengambil gambar pantai. Saya berlari mengejar kamera yang tergeletak di aspal, khawatir kena lindas kendaraan yang lewat.

Kesal sama diri sendiri, rasanya kayak patah hati deh *curcol* Tapi mau bilang apa lagi, hiks. Saya mencoba fungsi kamera, masih baik. Walau kemudian fungsi layar sentuhnya tidak bisa dipakai lagi sama sekali

Saat itu matahari sedang terbenam dan berwarna merah, kami mengambil gambar dan video sebentar. Saat itu mas Ahmadi baru sadar dimulutnya ada pasir akibat kecelakaan 1,5 jam yang lalu. Ih, di mulutku ada pasir katanya sambil meludah-ludah. Lha trus 1,5 jam ini pasirnya nggak terasa ya mas? Tanya kami bingung

Bintan Laguna Resort

Kami melanjutkan perjalanan menuju resort, jaraknya dari tragedi kamera jatuh itu 8.5 kilometer menurut google maps. Sudah malam ketika kami check in. Pemandangan disekitar resort tidak terlihat. Hanya lampu-lampu yang nampak dikejauhan. Kami makan malam di restoran resort itu, menunya mi rebus seharga 20 ribu rupiah

Masing-masing kamar kami booking dengan harga 300 ribu rupiah, bisa di isi lebih dari 2 orang, tapi kalau meminta extra bed, dikenakan biaya 150 ribu rupiah. Karena saya perempuan sendiri, saya membuat extra bed sendiri dengan meniup kasur apung yang biasanya saya pakai untuk berenang #Hemat :D

Besok paginya kegiatan dimulai dengan foto-foto, kami benar-benar dimanjakan dengan pemandangan yang bagus sejak membuka pintu kamar. Cuaca juga mendukung dengan memberi langit yang cerah. Kami sarapan dengan menu yang disediakan hotel: Mi goreng, nasi goreng dan Roti bakar.

Sarapan yang lama karena kami ngobrol ngarol ngindul sambil bersantai. Setelah sarapan kami berenang di laut sekitar resort. Kami berusaha menjauh dari rombongan keluarga bule yang duluan berenang disitu. Karena  kami sadar kami pasti berisik. Menjauh lebih baik dari pada dilempar bikini

Setelah selesai berenang kami pergi mencari Pizzaria. Restoran pizza kepunyaan orang Italia asli. Jadi pizzanya tipis. Ini adalah kedua kalinya saya ke restoran ini.

Pengalaman pertama kali mencari dan menemukan restoran ini bisa dibaca disini

Kami memesan 3 pizza, tapi yang menerima pesanan bilang orangnya sedang keluar. Jadi rupanya hanya yang punya yang bisa bikin pizza. Kami duduk dimeja dipinggir pantai dengan perut keroncongan karena belum makan siang. Karena perut sudah demonstrasi dan si pemasak pizza belum nogol juga, saya dan ahmad makan diwarung yang tidak jauh dari sana. Kami harus membayar 64 ribu rupiah untuk 3 porsi nasi dengan 1 dengan lauk ayam, 2 ikan, sayur nyaris tidak ada karena sudah habis. Luar biasa. Di Batam saya bisa makan dengan hargasetengahnya untuk sebungkus nasi seperti itu, di rumah makan sejenis

Ketika kami kembali lagi, pizza sudah terhidang. Untungnya nasi mahal tadi tidak begitu enak, kami hanya makan sedikit, jadi pizza masih muat (entah makan nasi dikit apa emang perut bermuatan banyak)

Pantai Trikora, Bintan
Pantai Trikora, Bintan. Langit biru, air bening banget
Kami main-main dipantai, juga menyeberang ke pulau kecil yang bisa dilalui dengan jalan kaki. Pemandangan disana bagus sekali, air bening kehijauan. Pasir putih, langit pun biru cerah. yang cowok-cowok dapat rezeki bule-bule berbikini

Kembali ke resort kami lanjut bersantai-santai, ngobrol sambil ngemil dan menikmati pemandangan

Kami memutuskan menginap di resort ini 1 malam lagi. Saya menatap pedih 1 ransel besar yang penuh dengan perlengkapan kemping. Tas itu tak tersentuh sama sekali. Semuanya lagi ingin libur manja aja katanya

Kecelakaan ketiga (ketika bermain canoe)

Esok paginya, kami sarapan dengan  roti bakar yang dimasak dengan kompor gas mini yang saya bawa. Kami perpanjang kamar kemarin dikenai harga long weekend (lebih mahal), yang membuat kami memutuskan tidak mengambil paket sarapan. Sarapan buatan sendiri tak kalah dengan yang disajikan restoran karena kami makan roti bakar dengan selai abon, strawberry, coklat dan mentega, teh dan mi instant

Setelah sarapan kami bermain canoe, yang adalah bagian dari fasilitas menginap disana. Fasilitas lainnya adalah bilyard dan karaoke. Canoe yang disediakan adalah canoe untuk 2 orang. Karena mas Danan tidak mau bergabung, kami hanya ber -3, Mas Ahmadi dengan Ahmad memakai 1 canoe *tak terpisahkan*, dan saya sendiri

Kami memakai pelampung, mengambil dayung, lalu mengambil canoe dan mulai mengayuh Ternyata tidak mudah mengarahkan canoe dengan mendayung sendiri. Ahmad mengajak kami kepulau Beralas Pasir yang kelihatan dari sana. Cukup jauh tapi cukup masuk akal kesana dengan canoe itu, asal angin tidak dalam kondisi seperti saat itu. Iya, angin kencang saat itu. Baru mendayung beberapa puluh meter, ombak sudah mendorong ke arah yang berlawanan dari yang kami tuju. Saya menyerah dengan cepat. Bagaimana bisa sampai disana apalagi kembali, pikir saya.

Saya melihat mereka masih berusaha maju, beberapa menit. Tidak lama  mereka sudah memutar canoe menuju arah kembali ke resort. Haaa... bukan saya saja yang menyerah ^_^

Saya tidak mampu sekedar memutar arah canoe, walau saya mendayung dengan keras. Dengan cepat saya terbawa menjauh dari posisi saya semula. Hal itu terjadi hingga 15 menit. Ketika saya berhasil memutar canoe dan mengayuh kedepan. Ahmad memanggil, karena dia ingin mengambil gambar dengan action cam saya. Dia keluar dari perahunya dan mengambil kamera dari saya. Ketika sudah selesai, dia mengejar canoe saya karena ingin ikut. Saya terpaksa berhenti, akibatnya canoe saya terdorong angin lagi dan bagian depannya berubah arah
Pantai Trikora Bintan laguna resort
Sunset yang menyambut kami di Pantai Trikora

Pantai Trikora Bintan laguna resort
Sunrise di Bintan Laguna Resort

Pantai Trikora Bintan laguna resort
Kamera saya setelah jatuh

Pemandangan dari Bintan Laguna Resort

Pantai Trikora, Bintan


Naik Canoe di Bintan Laguna Resort

Ahmad naik ke canoe, dan canoe terbalik. Ternyata airnya dangkal, cuma sedada. Yaelah...mending juga saya dorong-dorong ini canoe. Saya merasakan sakit di dekat mata kaki sebelah kiri, rupanya ada bagian tajam perahu yang merobek kaki saya. Ahmad minta bantuan saya untuk menahan canoe supaya tidak terbalik (saya sibuk memikirkan perih dikaki, yang nggak kalah dengan perih di hati *eh) . Canoe berhasil kami selamatkan tapi setengahnya dipenuhi air.

Ahmad menyuruh saya minum air mineral supaya dia bisa menggunakan botolnya untuk mengeluarkan air dari canoe. Kami meminum air itu dan sebagian dibuang. Mulailah Ahmad mengeluarkan air dengan botol itu. Tapi prosesnya sangat lambat karena bagian mulut botol yang kecil. Saya berusaha memotong botol itu dengan gigi, supaya bagian nya yg mencorong bisa dibuang. Tapi gigi saya tidak cukup kuat. Saya mengembalikan lagi pada Ahmad. Proses mengeluarkan air di ulang lagi seperti sebelumnya.

Saya meminta botol itu lagi dan mencari bagian tajam di canoe itu yang sudah melukai kaki saya. Saya menggesekkan botol itu disana. Setelah botol terluka, tinggal disobek, jadilah botol itu sebuah "gayung". Ahmad melanjutkan menguras air sampai habis. Lalu kami naik keatas canoe. Menaiki canoe bukanlah hal mudah, karena ada resiko canoe terbalik lagi. Ahmad harus menahan dari arah yang berbeda dengan bagian yang saya naiki. Masih dalam posisi tengkurap diatas canoe, saya ketawa-ketawa karena sulit untuk membalikkan badan sambil menahan agar canoe tidak terbalik lagi. Rasanya seperti kura-kura yang  terbalik. Ahmad juga berhasil naik ke canoe. Yes. Lalu kami lalu mendayung menuju resort.

Kembali lagi kekamar, saya memasak mi instant dan teh lagi untuk menghabiskan makanan karena kami akan pulang. Selesai makan dan packing kami check out. Karena Alfie sudah pulang, mas Danan ikut motor saya, dan saya bisa duduk manis dibelakang

Perjalanan terasa lambat hingga membuat bagian belakang sampai mati rasa. Sekitar 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di pelabuhan Tanjung Uban jam 15.30. Kami makan terlebih dahulu sebelum membeli tiket. Makan siang kami terasa nikmat karena makanannya enak dan kami sudah sangat lapar.

Ketika sampai di pelabuhan sekitar pukul 16.30, kapal sudah akan berangkat, yang artinya kami sudah tidak bisa ikut, dan menunggu yang berikutnya akan cukup lama. Hari sudah menjelang jam 6. Karena menaiki kapal terakhir hari itu. Kapal padat luar biasa. Tidak bisa jalan tanpa saling senggol dengan orang lain. Apalagi banyak lorong di kapal itu yang memang cukup dilalui 1 orang. Kami memilih naik ke bagian atas kapal  karena didalam kapal selalu kepanasan. Pendingin ruangan tidak pernah cukup dingin, tapi entah mengapa tetap saja tidak berubah dari dulu. Sangat tidak nyaman. Begitulah transportasi umum di negara kita.

Kami tiba di Batam sekitar jam 7.30. Kembali kerumah masing-masing dengan tubuh capek. Segera group kami membahas trip berikutnya. Kurang piknik banget ya, baru pulang libur udah bahas liburan kemana lagi berikutnya :D :D

#tambahan musibah, kak Danan alias Ices Marices ternyata kehilangan lensa kamera entah dimana di trip ini. Jadi ada 4 tragedi ya. Entah bagaimana terjadinya, masih misteri


Bintan Laguna Resort
Jl Pantai Trikora KM 39, Teluk Bakau
29153
Bintan - Kepri
Indonesia







14 comments:

Lina W. Sasmita said...

Kirain berempat, ternyata sama Alfie juga ya. Itu sebelah mananya dari Trikora I Rin?

mohamad maes fauzi said...

Test

Batam Event said...

Drama perjalanan wisata yang sangat mengharukan nih.
Namun tetep meninggalkan kenangan cerita yang sangat dramatis. hehe

mohamad maes fauzi said...

Cerita di canoe..sangat menarik...mirip scene film action..
Btw resort sana cocok dengan anak2 kah?

sarah eyie said...

duuuhh liburannya diawali dengan hal2 yang tidak menyenangkan ya...
kalo aku yang mengalaminya gak tau juga ya bisa tetap happy...atau bahkan tiba2 jadi pendiam sampai liburannya selesai..

Babang Travengler said...

jidat babang masi belum ilang bekasnya 😂

ahmadi sultan said...

Orang biasanya ya bilang, darma wisata. Nah kita ini 'drama wisata' lol
Tapi betewe, liburan ini jadi berkesan. Rasanya lucu dan konyol :)

Tira Soekardi said...

aduh kapan ya bisa kemari, mau banget

Budy TravellingAddict said...

waduh sampe 3 kali berturut - turut begitu kena musibahnya. tapi yg penting liburannya jalan terus yaaaa


www.travellingaddict.com

Rina said...

Lina: berlima Lin, jadi aku sama Alfie berbagi beban "berat" :))))

Ini kalo dari pertigaan terakhir (yg setelah kebon sawit) ke kanan sekitar 9 km lagi

Rina said...

mohamad maes fauzi: kayak mc gyver ya mas haha :D

Rina said...

mohamad maes fauzi: kayak mc gyver ya mas haha :D

Kalo untuk anak2 balita nggak cocok mas, soalnnya kamarnya berdiri diatas laut, bahaya. tapi kalo udah usia SD saya rasa nggak masalah. Airnya juga nggak dalam

Dian Radiata said...

Wkwkwkwk... bisa ya itu bang Uma 1,5 jam gak ngerasa kalo makan pasir 😂😂😂

Dian Radiata said...

Wkwkwkwk... bisa ya itu bang Uma 1,5 jam gak ngerasa kalo makan pasir 😂😂😂