Monday, January 23, 2017

Dari Hostel ke Hostel

Sebagai backpacker (baca: wisatawan hemat) saya sudah banyak menginap di hostel, di kamar dormitorynya. Kamar dorm itu adalah kamar yang bisa di isi beberapa orang yang tidak seperjalanan atau tidak saling mengenal. Kalau kendaraan umum, dorm ini bis. Siapa aja bisa naik. Kalau hotel itu taksi, yang boleh naik hanya 1 rombongan maksimal sebanyak seat di taksi tersebut.

Jumlah tempat tidur dia suatu kamar dorm berbeda-beda, saya pernah lihat 4 hingga 20. Saya sih belum pernah lihat yang lebih dari 20, mungkin saja ada. Harga 1 bed di dorm mulai dari US $ 3 hingga $7 kalau di Asia (kecuali Singapore). Hostel termahal yang pernah saya inapi di Mui Ne, Vietnam, seharga $ 10. Daerahnya memang kebanyakan berdiri resort-resort. Diluar Asia pastinya hostel lebih mahal

Baca perjalanan saya dikota penuh petualangan: Vang Vieng, Laos

Female, Male Hingga Mix Dorm

Kamar dorm ada 3 jenis, untuk perempuan saja (female dorm), untuk laki-laki saja (male dorm) dan mix, alias campur laki-laki dan perempuan.

Mix dorm lengkap dengan gorden di tempat tidur
di Chang Hostel, Luang Prabang, Laos

Mulanya mix dorm itu terdengar menyeramkan, saya takut ada laki-laki jahat disana. Saya selalu booking female dorm, hingga suatu hari saya tidak punya pilihan lagi, karena hostel-hostel pada penuh dan female dorm yang ada harganya lumayan tinggi. Saya booking mix dorm, dan saya tidak menemukan sesuatu yang mengerikan. Semua biasa saja. Tetap penuh tegur sapa dan bahkan jalan bareng. Sekarang female dan mix dorm terasa sama saja buat saya

Tapi ngomong-ngomong, di hostel juga ada kamar private sih, cuma karena  saya sering sendiri, hampir nggak pernah pakai private room

Hostel Terbaik

Saya sudah menginap di beberapa hostel yang asyik, ruangan yang bersih, luas dan kasur yang empuk bagai hotel berkelas, namanya Mad Monkey Phnom Penh, Kamboja. Hostel itu memang agak diatas rata-rata harganya, tapi karena saat itu saya berulang tahun, saya memilih hostel ini. Bedanya dengan hostel lain sekitar $1 gitu deh. Harga nggak jauh beda dengan yang lain, tapi saya puas menginap disana. Oh ya, dapat beer atau soft drink gratis juga di bar hostel yang letaknya di lantai teratas hostel.

Ada juga Eco Backpacker Hostel di Ho Chi Minh, Vietnam, harganya sama dengan hostel-hostel lain di sekitar, tapi kamar, kasur, dan toiletnya bagus dan bersih. Lucunya, harganya sama dengan hostel terburuk yang pernah saya inapi, yang lokasinya tepat didepannya. Saya booking hostel itu hanya karena Eco Backpacker Hostel penuh ketika saya kembali dari Mui Ne

Ada 2 buah hostel yang pernah saya inapi, yang menyediakan gorden di tempat tidurnya, jadi kita bisa punya sedikit "privacy" saat tidur. Rest Inn Dormitory Guest House di Bangkok, dan Chang Guest House di Luang Prabang. Kalau tidur sedikit ngiler, kita tidak perlu khawatir dilihatin teman sekamar



Baca Perjalanan Saya Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia

Hostel Terburuk

Saya pernah booking Vinh Hostel di Ho Chi Minh tanpa banyak memeriksa review. Karena saya sudah mengenali lokasi hostel ini (persis didepan hostel saya sebelumnya). Hostel yang saya tempati sebelumnya itu penuh, jadi saya terpaksa mancari yang lain

Kamar saya berada di lantai 5, yang harus melewati tangga, no elevator man! Sampai diatas, kamu pasti ga pengen turun lagi kalau nggak penting-penting amat. Suatu waktu saya naik kekamar, dan menemukan kamar itu terkunci dari dalam, padahal kami tidak diberi kunci. Saya yang masih tersenggal-sengal karena mendaki 5 lantai, terpaksa turun lagi mengambil kunci, lalu naik lagi, bisa dibayangkan rasanya dengkul saya. Naik gunung aja kalah! Belum lagi mendapat jawaban resepsionis yang ketika saya tanya mengapa kami tak diberi kunci, jawabannya: karena itu kamar rame-rame. Padahal hostel lain biasanya (walau tak semua) dikasi kunci lho walau kamar beramai-ramai.

Ada juga pengalaman saya di keroyok kutu di LPQ Backpacker Hostel di Luang Prabang dan  Funky Monkey Hostel di Vientiene . Hostel yang di Luang Prabang ini memang luar biasa. Alas kasur dan pintu lockernya terbuat dari logam semacam seng, jadi tiap bergerak diatas kasur dan membuka locker, kita akan membuat bunyi yang gaduh. Kamar juga sempit, saya sesak nafas ketika semua penghuni berada didalam kamar

Yang Gratis-Gratis di Hostel

Abis cerita yang nggak enak, mari kita cerita yang enak, yaitu yang gratis-gratis di hostel. Hostel yang oke banget yang saya inapi adalah Step Inn Guest House Kuala Lumpur. Saat itu saya baru tahu apa itu hostel. Kami hanya booking karena murah. Saat itu tamu bisa minum teh dan kopi sebanyak-banyaknya sepanjang hari. Ada sarapan juga walau sederhana, yaitu roti legkap dengan toaster (pemanggang roti) dan selai. Saya membaca informasi terbaru, hostel ini sudah tidak menyediakan sarapan lagi



Ada hostel yang memberikan sarapan sederhana seperti teh/kopi, omelet dan roti, kadang lengkap dengan buah, ada fasilitas air minum gratis seperti Drop Inn hostel di Singapore, sesuatu banget kalau air minum gratis di kota semahal Singapore yang air mineralnya bisa mencapai 12 ribuan/600 ml. Hug Chang House di Chiang Mai memberikan air minum, buah pisang dan crackers sebebas-bebasnya. Periksa review-review hostel yang akan dipilih untuk menemukan fasilitas semacam ini

Bertemu Dengan Traveller dari Seluruh Dunia

Sebut saja semua negara di dunia, semua rasanya sudah saya temui di hostel, eh dari Afrika kayaknya belum. Segala macam jenis backpacker ada, yang full time traveller (artinya dia saat itu nggak kerja) biasanya sudah sudah jalan-jalan berbulan-bulan, ada juga yang sedang dalam trip pendek beberapa minggu atau sebulan dua bulan karena (masih) berstatus karyawam.

Ada yang cuek dan kayaknya selalu setengah sadar setegah tidur, karena kecapekan atau mabuk, entahlah. Ada yang terlalu ramah, sampai-sampai menyapa kita dengan histeris, ada juga yang cuma senyum dikit. Ada yang kalem dan ada yang berisik, yang terakhir itu sepertinya saya, karena selalu bangun pagi dan berkemas saat orang lain masih tidur *tutup mata pake tangan*

Di hostel kita mendapat teman baru, ada yang hanya sesaat, banyak yang tetap menjadi teman, dan tetap berkirim kabar. Ada juga yang dapat gebetan baru, tentu saja


Cara menyebrang Perbatasan Thailand dengan Laos

Tips Menginap di Hostel

1. Booking 1 atau 2 hari saja untuk 1 hostel, untuk melihat kondisi hostel dulu apakah bagus dan cocok dengan yang kita mau, kalau tidak cocok bisa ganti ke hostel lain. Tapi perhatikan untuk musim liburan semacam natal dan  tahun baru, biasanya banyak tempat yang penuh, kadang kita harus mengamankan keadaan dengan booking sebanyak hari kita akan berada disana
2. Bawa kain pantai buat (semacam) gorden untuk menutup tempat tidur. Walau tidak tertutup semua tapi lumayan
3. Bawa tali plastik buat dibentang di tiang tempat tidur, untuk jemuran handuk atau daleman yang biasanya kita cuci sendiri
4. Bawa gembok, karena jarang banget hostel yang menyediakan locker lengkap dengan gemboknya

Apa pengalaman lucu kalian di hostel? Share dong! ;)

Tips: Barang yang harus dibawa saat menginap di hostel


17 comments:

Sri Murni said...

Wah seru memang nginap di hostel. Ak n suami pernah juga dpt pengalaman asyik di hostel Melbourne, tempatnya enak dan disediakan bf n dinner.... Uhuiii jadi pengen nulis juga soap pengalaman hostel ni....

angga adi widodo said...

wah pernah jg aku nginap di hostel singapore ketat sekali peraturannya

Travel Life said...

Wah seru jg ya nginap di hostel2 n berpindah2

rina said...

Sri Murni: Wah keren ada hostel yang menyediakan dinner segala

rina said...

Mas Angga: ketat peraturan biasanya demi kenyamanan tamu, saya senang kalau ketat gitu peraturannya

rina said...

Travel Life: soalnya pindha-pindah kota juga sih :)

May Sarah said...

Semakin banyak jalan di luar semakin banyak pengalaman tentang suasana hostel ya... aku baru sekali aja nginap di hostel...agak berisik sih, karena subuh2 pun mereka masih ngobrol...alhasil tidur jadi tak nyenyak..hehhehe

Budy TravellingAddict said...

Banyak suka duka saat menginap di Hostel ternyata.. tapi kok malah seru ya kalo menurut saya :)

travellingaddict.com

Lina W. Sasmita said...

Aku pernah nginap di mix dorm di Singapura. Ya begitulah ada yang berisik, ada yang cuek bebek, ada yang kepo minta ampun. ��

Fanny Fristhika Nila said...

Aku baru sekali nginep di hostel dorm pas di istanbul :D. Honestly ga pengen lg sih mba :p. Sbnrnya yg bikin aku ga suka milih kamar dorm, itu krn kamar mandi yg hrs sharing. Sementara aku ritual mandinya lama dan banyak :p. Makanya drpd mengganggu temen2 sekamar lain yg mau pakai kamar mandi, aku slalu milih kamar private dengen kamar mandi private :).

ahmadi sultan said...

Emang seru kalo nginap di hostel. Banyak pengalaman unik, lucu, dan menggelikan :)

rina said...

Sarah: iya, itulah nggak enaknya, tapi enaknya: murah hehe..

rina said...

Budy: iya, seruuu :D

rina said...

Lina: hehe, iya Lin, campur-campur deh

Mbak Fanny: iya mbak, memang hostel buat yang tahan terhadap yang gituan, ya mau gimana lagi, murah sih hehe...

mohamad maes fauzi said...

Wah
Saya belum pernah nginap di hostel, bagaimana rasanya ya?

mohamad maes fauzi said...

Wah
Saya belum pernah nginap di hostel, bagaimana rasanya ya?

rina said...

seru mas, kalo jalan-jalan seharian sudah capek, pasti tidur nyenyak aja