Thursday, July 20, 2017

Hal Unik Tentang Masyarakat Cina

Saya pernah bekerja selama 1 tahun di Cina. Selama disana saya melihat hal-hal yang tidak biasa di masyarakat kita.

1. Cewek disana membiarkan bulu dibawah lengannya tumbuh subur dan tidak menutupinya. Artinya, mereka berangkat kerja dengan baju tanpa lengan dan tidak malu menunjukkan tumbuhan dibawah lengannya tumbuh subur. Ini jadi pemandangan sehari-hari selama disana

Jalan-Jalan (Backpacking) ke Beijing - Bagian 1




2. Hidup bersama sebelum menikah itu biasa. Agak mirip dengan dinegara Barat, saya agak kaget ketika tahu hal ini. Bahkan saking polosnya saya menanyakan apakah mereka sekamar, ketika teman mengatakan dia tinggal bersama dengan cowoknya. Jadi malu kalo ingat pertanyaan saya waktu itu

3. Mereka takut pada matahari. Walau kulit kuning langsat tak bercela, mereka sangat takut pada matahari. Mereka akan memakai topi lebar, pemutih dan sublock walau matahari redup karena masih menjelang musim semi

4. Tidak ada panggilan Bapak, Mbak/Kakak/Ibu secara umum, bahkan dikantor meski kepada bos, semua panggil nama saja. Kalau kita biasa panggil mbak/mas pada pelayan, disana langsung sebut fu yu an yang artinya pelayan

Jalan-Jalan ke Beijing (Backpacking) - Bagian 2


5. Mereka menikah sangat muda, teman-teman kerja sudah menikah di usia 23-24. Tidak heran
mereka punya banyak penduduk, karena menikah muda ini akan cepat menciptakan generasi berikut disaat kakek neneknya masih muda. Saya jadi ingat berita yang saya baca soal laporan sensus penduduk yang menyebutkan wanita berusia 27 tahun yang belum menikah dengan kata "Sheng Nu" yang artinya "daging sisa". Kalau di Indonesia kata-kata itu padanan nya perawan tua kali ya. Bayangkan umur 27 sudah dilabeli perawan tua oleh dokumen resmi pemerintah

6.  Anak balita disana celananya dibuat terbuka, supaya kalau mereka buang air tidak mengotori celananya. Beda dengan kita yang malah memasang pampers ke balita

7. Hampir semua anak tunggal

Karena kebijakan 1 anak sejak tahun 70an, kebanyakan teman yang saya kenal disana anak tunggal. Yang boleh punya anak 2 hanya pasangan yang sama-sama anak tunggal. Jika ingin punya anak 2, mereka harus membayar 180.000 Yuan atau sekitar 400 juta rupiah (kebijakan ini berubah belakangan setelah saya kembali ke Indonesia, katanya  jika salah satu dari pasangan anak tunggal pun sudah boleh punya anak 2)

Catatan Ayu

Hello Nisa


Blog soal Travelling, Hotel, Family, and Inspiration

Cerita soal Kepri bisa dilihat disini

Mendaki Osmena Peak, Puncak tertinggi Di Cebu


8 comments:

Annisa Rizki Sakih said...

aih tanah leluhur moyang saya, tapi belum pernah kesana kak Rina. Seru ya kak bisa berkerja sekaligus traveling di RRC

Rahayu Asda Putri said...

setahun kak rina di cina, berarti udah bisa bahasa cina :-)

sri murni said...

Hahaha... lucu ya celana anaknya... kikikiki.... takut digigit semutlah kalau begitu..... BTW stigma "daging sisa" di sana lebih kejam ya... Sedih...

Rina said...

Nisa: mbak Nisa ada keturuna tionghoa juga ya :D

Rina said...

Rahayu: bisa hitungan satu sampai 10 aja :D, saya berusaha belajar tapi sulit banget karena huruf mereka beda, pengucapan pun susah

Rina said...

Sri Murni: wahahaha, iya ya mbak, gimana kalo di gigit semut

Yunita said...

no 1 & 6 paling bikin ngakak... muahahaha...

Rina said...

Yunita: iya lucu, bayangkan ekspresi wajah saya waktu pas lihat baju yukensi dengan rumput lebat