 |
| Melihat foto-foto touring bisa membuat saya terharu dan menerawang |
Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moment that take our breath away ~ Maya Angelou
Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas yang kita ambil tetapi oleh momen-momen yang membuat kita ternganga
**********
Memasuki umur yang tidak lagi "muda" saya secara sadar melakukan hal-hal yang "lebih "
Kemarin saya membeli eye liner baru karena yang lama sudah habis beberapa bulan lalu dan belum sempat beli yang baru lagi. Saya memang sempat dilanda malas dandan beberapa bulan ini. Kemana-mana ya pakai make up ala kadarnya bahkan tanpa make up
 |
| Ketika kamu berbeda sendiri dengan yang lain |
Jalan sendiri itu
bisa asyik banget lho, tapi, seperti segala sesuatu, travelling sendirian juga ada nggak enaknya. 6 hal dibawah ini yang membuat traveling sendiri jadi kurang seru
1. Nggak ada yang fotoin
Foto-foto perjalanan sangat terbatas. Kita bisa meminta tolong pada orang lain, tapi kalau fotonya kurang bagus, kita segan untuk minta foto lagi. Membawa tripod bisa cukup membantu, tapi tidak afa yang memberitahu kita kalau pose kita kurang bagus. Yang di fotoin teman lebih memuaskan, karena biasanya teman bisa sekaligus menjadi pengarah gaya
 |
| Travelling sendiri, memutuskan apapun sendiri |
1. Bebas memilih tempat makan
Pernah nggak jalan dengan teman yang rempong urusan makan? Maunya yang seger, maunya yang kelihatan bersih, maunya yang ada wifi nya, maunya nggak mahal, maunya yang murah, ada juga maunya semua hal diatas digabung *garuk-garuk kepala*
 |
| Lo Strawberry |
Sungguh! Sudah lama tahu Oki Setiana Dewi, baru
ngeh kalau dia itu "orang Batam". Haduh, kemana aja saya selama ini? Kurang gaul banget ya saya :">. Begitulah. Kemarin saat peluncuran Olehlo saya baru tahu kalau artis sekaligus ustajah ini lahir & besar di Batam
"Saya menghabiskan masa kecil hingga umur 16 tahun di Batam" katanya di Grand opening Olehlo tanggal 24 Febuari yang lalu. Setelah usia 16 tahun kemudian Oki hijrah ke Jakarta untuk mengejar karir modellingnya.
 |
Pegunungan yang selalu terlihat kemanapun kami
selama di Pulau Lingga |
Pulau Lingga terletak di Propinsi Kepulauan Riau, dengan jarak sekitar 4 jam naik kapal dari Batam. Long weekend liburan Imlek kemarin saya melakukan touring sepeda dengan teman saya Lina, ke tempat yang merupakan Kabupaten termuda di Kepulauan Riau ini. Lingga memang baru resmi menjadi Kabupaten pada tahun 2004 dan diresminkan Mentri Dalam Negeri.
Setiap perjalanan membawa cerita tersendiri. Walau saya tidak menyesali apapun dalam perjalanan touring sepeda Dumai - Danau Toba ini, saya tetap melakukan evaluasi. Ada kesalahan yang telah saya buat yang agak merepotkan diri saya sendiri.
1. Saya tidak mengemas minyak goreng dengan aman. Ada 2 jenis minyak goreng yang saya bawa dalam perjalanan ini. 1 minyak virgin olive oil dalam botol air mineral dan yang lainnya minyak goreng biasa. Minyak goreng biasa ini saya masukkan kedalam plastik dan menaruhnya didalam nesting (periuk untuk memasak). Saya pikir dengan tanpa tekanan dari barang lain, bungkusan ini akan aman. Alhasil plastik pecah dan semua benda didalam tas (pannier) saya kena minyak. Saya harus mencuci semua, tas dan isinya, termasuk makanan berbungkus, Benar-benar musibah :( Sedangkan minya goreng lainnya yang saya kemas dalam botol ai mineral aman.