Jalan-jalan dengan Rina

Add a little adventure in your life

  • Home
  • Travel
    • Luar Negri
      • Jalan-Jalan Ransel [Backpacking]
        • Batam
          • Example Menu
          • Example Menu 1
  • Adventure
    • Bike Tour
      • Mendaki Gunung
  • Matjam-Matjam
    • Kuliner
    • Olah Raga
    • Sponsored Post
    • Tips
  • Contact Us
  • Salah satu kejadian yang terburuk yang bisa terjadi saat kita jalan-jalan di luar negeri adalah kehilangan paspor.

    Dan saya sudah mengalaminya

    Kok bisa?

    Death Railway/Rel Kematian
    Ada jejak sejarah dunia disebuah kota kecil bernama Kancanaburi, Thailand. Ketika dunia sedang bergolak dalam perang dunia ke II, kota kecil ini (yang mungkin dulu hanyalah desa) ikut terlibat, walau mereka tidak ikut berperang. Jejak perang masih kental terlihat disetiap sudut kota. 


    Pengajuan visa Australia ditolak
    Perihnya...foto: dreamstime.com
    Seperti yang saya rencanakan sebelum perjalanan saya ke Filipina, saya akan mengajukan visa Australia setelah kembali. Sebenarnya saya sudah akan mengajukan bulan Juni. Tapi karena saya masih akan membutuhkan paspor, saya menundanya hingga kembali.

    Saya menyerahkan dokumen tanggal 17 Juli 2017 melalui travel agent. Travel agent ini biasa membantu urusan visa dikantor. Beberapa kali kami apply visa Cina, Korea dll. Jadi saya tidak mempertanyakan kredibilitas travel agent ini. Walau teman menyarankan travel lain, saya pikir nggak ada alasan visa saya ditolak, saya tidak khawatir.

    Suasana pagi hari ke-2

     Bangun dengan Mata Bengkak (Hari Kedua)

    Saya terbangun pagi hari dengan gatal-gatal di tubuh dan bengkak di mata kiri. Sesuatu sudah menggigit saya, dan teman-teman lain. Saat itu saya belum tahu, tapi kemudian saya tahu bahwa itu adalah kutu yang biasanya ada di kasur atau bantal.

    Salah satu tempat istirahat kami diperjalanan
    Sejak merencanakan perjalanan ke Chiang Mai, saya sudah melihat-lihat bahwa tempat ini cocok untuk kegiatan trekking/hiking, karena banyak bukit disana. Jadi ketika tiba di hostel, saya langsung bertanya-tanya soal paket trekking selama 2 malam. Karena saya lihat spanduk-spanduk diluar menjual harga yang sama dengan yang dijual hostel, akhirnya saya booking paket yang dijual di hostel. Untuk paket trekking 2 malam ini saya membayar 1500 Baht atau sekitar 600 ribu rupiah.
    Sebagai backpacker (baca: wisatawan hemat) saya sudah banyak menginap di hostel. Karena saya sering travelling sendiri, biasanya saya memilih kamar dormitory, yang biasanya disebut juga dengan 'dorm'. Kamar dorm itu adalah kamar yang bisa di isi beberapa orang yang tidak seperjalanan atau tidak saling mengenal. Kalau kendaraan umum, dorm ini bis umum. Siapa aja bisa naik. Kalau hotel itu taksi, yang boleh naik hanya 1 rombongan maksimal sebanyak seat di taksi tersebut.

    Apakah tidur di dorm nyaman?

    Tentunya tidak senyaman tidur di kamar yang hanya kita huni sendiri. Tidur bersama orang tentunya akan melibatkan suara-suara yang mengganggu, baik itu suara ngorok, suara orang datang dan pergi, hingga suara orang bercinta. Kalau yang terakhir saya belum pernah mengalami, tapi mendengar pengalaman teman, ini bukanlah hal yang jarang terjadi. Mungkin saya beruntung saja belum ketiban sial dengar suara orang bikin keributan dengan desahan

    Jumlah tempat tidur di suatu kamar dorm berbeda-beda, saya pernah melihat 4 hingga 20 tempat tidur dalam satu kamar. Biasanya tempat tidur bersusun/bertingkat 2.

    Saya sih belum pernah melihat yang lebih dari 20 tempat tidur, mungkin saja ada.

    Harga 1 bed di dorm cukup murah, karena harganya yang murah inilah saya memilih menginap di tipe kamar ini. Di Asia, di 10 negara yang saya jalani, harga berkisar antara US $ 3 hingga $10. Negara seperti Singapore tentunya bisa lebih mahal. Biasanya harga ini menunjukkan kualitas, walau tidak selalu. Saya sudah pernah mengalami menginap di hostel yang murah tapi "lumayan" dan yang lebih mahal dengan kualitas tidak terlalu bagus. Tapi biasanya semakin murah kualitas akan semakin kurang

    Hostel termahal yang pernah saya inapi di Singapore dan Mui Ne, Vietnam. Di Singapore karena memang negara mahal, dan di Mui Ne karena daerahnya yang banyak berdiri resort-resort.

    Baca perjalanan saya dikota penuh petualangan: Vang Vieng, Laos

    Female, Male Hingga Mix Dorm

    Kamar dorm ada 3 jenis, untuk perempuan saja (female dorm), untuk laki-laki saja (male dorm) dan mix dorm, alias campur laki-laki dan perempuan.

    Mix dorm lengkap dengan gorden di tempat tidur
    di Chang Hostel, Luang Prabang, Laos

    Mulanya mix dorm itu terdengar menyeramkan, saya takut ada laki-laki jahat disana. Saya selalu booking female dorm, hingga suatu hari saya tidak punya pilihan lagi, karena hostel-hostel pada penuh dan female dorm yang ada harganya lumayan tinggi. Saya booking mix dorm, dan saya tidak menemukan sesuatu yang mengerikan. Semua biasa saja. Tetap penuh tegur sapa dan bahkan jalan bareng. Sekarang female dan mix dorm terasa sama saja buat saya

    Tapi ngomong-ngomong, di hostel juga ada kamar private sih. Jika sedang bersama teman, kamar private memang terasa murah karena biayanya bisa dibagi.

    Hostel Terbaik

    Saya sudah menginap di beberapa hostel yang asyik, ruangan yang bersih, luas dan kasur yang empuk bagai hotel berkelas, namanya Mad Monkey Phnom Penh, Kamboja. Hostel itu memang agak diatas rata-rata harganya, tapi karena saat itu saya berulang tahun, saya memilih hostel ini. Bedanya dengan hostel lain sekitar $1 gitu deh. Harga nggak jauh beda dengan yang lain, tapi saya puas menginap disana. Oh ya, dapat beer atau soft drink gratis juga di bar hostel yang letaknya di lantai teratas hostel.

    Ada juga Eco Backpacker Hostel di Ho Chi Minh, Vietnam, harganya sama dengan hostel-hostel lain di sekitar, tapi kamar, kasur, dan toiletnya bagus dan bersih. Lucunya, harganya sama dengan hostel terburuk yang pernah saya inapi, yang lokasinya tepat didepannya. Saya booking hostel itu hanya karena Eco Backpacker Hostel penuh ketika saya kembali dari Mui Ne

    Ada 2 buah hostel yang pernah saya inapi, yang menyediakan gorden di tempat tidurnya, jadi kita bisa punya sedikit "privacy" saat tidur. Rest Inn Dormitory Guest House di Bangkok, dan Chang Guest House di Luang Prabang. Kalau tidur sedikit ngiler, kita tidak perlu khawatir dilihatin teman sekamar


    Baca Perjalanan Saya Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia

    Hostel Terburuk

    Saya pernah booking Vinh Hostel di Ho Chi Minh tanpa banyak memeriksa review. Karena saya sudah mengenali lokasi hostel ini (persis didepan hostel saya sebelumnya). Hostel yang saya tempati sebelumnya itu penuh, jadi saya terpaksa mancari yang lain

    Kamar saya berada di lantai 5, yang harus melewati tangga, no elevator man! Sampai diatas, kamu pasti ga pengen turun lagi kalau nggak penting-penting amat. Suatu waktu saya naik kekamar, dan menemukan kamar itu terkunci dari dalam, padahal kami tidak diberi kunci. Saya yang masih tersenggal-sengal karena mendaki 5 lantai, terpaksa turun lagi mengambil kunci, lalu naik lagi, bisa dibayangkan rasanya dengkul saya. Naik gunung aja kalah! Belum lagi mendapat jawaban resepsionis yang ketika saya tanya mengapa kami tak diberi kunci, jawabannya: karena itu kamar rame-rame. Padahal hostel lain biasanya (walau tak semua) dikasi kunci lho walau kamar beramai-ramai.

    Ada juga pengalaman saya di keroyok kutu di LPQ Backpacker Hostel di Luang Prabang dan  Funky Monkey Hostel di Vientiene . Hostel yang di Luang Prabang ini memang luar biasa. Alas kasur dan pintu lockernya terbuat dari logam semacam seng, jadi tiap bergerak diatas kasur dan membuka locker, kita akan membuat bunyi yang gaduh. Kamar juga sempit, saya sesak nafas ketika semua penghuni berada didalam kamar

    Yang Gratis-Gratis di Hostel

    Abis cerita yang nggak enak, mari kita cerita yang enak, yaitu yang gratis-gratis di hostel. Hostel yang oke banget yang saya inapi adalah Step Inn Guest House Kuala Lumpur. Saat itu saya baru tahu apa itu hostel. Kami hanya booking karena murah. Saat itu tamu bisa minum teh dan kopi sebanyak-banyaknya sepanjang hari. Ada sarapan juga walau sederhana, yaitu roti legkap dengan toaster (pemanggang roti) dan selai. Saya membaca informasi terbaru, hostel ini sudah tidak menyediakan sarapan lagi

    Ada hostel yang memberikan sarapan sederhana seperti teh/kopi, omelet dan roti, kadang lengkap dengan buah, ada fasilitas air minum gratis seperti Drop Inn hostel di Singapore, sesuatu banget kalau air minum gratis di kota semahal Singapore yang air mineralnya bisa mencapai 12 ribuan/600 ml. Hug Chang House di Chiang Mai memberikan air minum, buah pisang dan crackers sebebas-bebasnya. Kalau mau booking hostel, periksa review-review mereka untuk menemukan fasilitas semacam ini

    Bertemu Dengan Traveller dari Seluruh Dunia

    Sebut saja semua negara di dunia, semua rasanya sudah saya temui di hostel. Segala macam jenis backpacker ada, yang full time traveller (artinya dia saat itu nggak kerja) biasanya sudah sudah jalan-jalan berbulan-bulan, ada juga yang sedang dalam trip pendek beberapa minggu atau sebulan dua bulan karena (masih) berstatus karyawan.

    Ada yang cuek dan kayaknya selalu setengah sadar setegah tidur, karena kecapekan atau mabuk, entahlah. Ada yang terlalu ramah, sampai-sampai menyapa kita dengan histeris, ada juga yang cuma senyum dikit. Ada yang kalem dan ada yang berisik, yang terakhir itu sepertinya saya, karena selalu bangun pagi dan berkemas saat orang lain masih tidur *tutup mata pake tangan*

    Di hostel kita mendapat teman baru, ada yang hanya sesaat, banyak yang tetap menjadi teman, dan tetap berkirim kabar. Ada juga yang dapat gebetan baru, tentu saja


    Cara menyebrang Perbatasan Thailand dengan Laos

    Tips Menginap di Hostel

    1. Booking 1 atau 2 hari saja untuk 1 hostel, untuk melihat kondisi hostel dulu apakah bagus dan cocok dengan yang kita mau, kalau tidak cocok bisa ganti ke hostel lain. Tapi perhatikan untuk musim liburan semacam natal dan  tahun baru, biasanya banyak tempat yang penuh, kadang kita harus mengamankan keadaan dengan booking sebanyak hari kita akan berada disana
    2. Bawa kain pantai buat (semacam) gorden untuk menutup tempat tidur. Walau tidak tertutup semua tapi lumayan menghalangi pandangan orang ke kita yang lagi tidur
    3. Bawa tali plastik buat dibentang di tiang tempat tidur, untuk jemuran handuk atau daleman yang biasanya kita cuci sendiri
    4. Bawa gembok, karena jarang banget hostel yang menyediakan locker lengkap dengan gemboknya

    Apa pengalaman lucu kalian di hostel? Share dong! ;)

    Tips: Barang yang harus dibawa saat menginap di hostel


    Candi Bayon, Siem Reap, Kamboja
    Saya banyak ditanya-tanya nih soal perjalanan saya ke 4 negara melalui jalur darat, dari pada cerita kurang detail lewat lisan, mending saya ceritain disini aja deh ya teman-teman, jadi kalau ada yang bertanya, saya tinggal kasi link deh. Yuuk mari disimak :)

    4 negara yang saya kunjungi adalah Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Kota yang saya kunjungi adalah Johor (Malaysia), Phuket dan Bangkok (Thailand), Siem Reap dan
    MUD Show Kuala Lumpur Malaysia
    mudkl.com
    "Aku nangis lho tadi" kata Tari, seorang blogger asal Jakarta. "Sudah dua kali nonton, nggak sedikitpun saya merasa bosan" Kata Ahmad, teman blogger dari Batam. "Pemainnya sebagian berbeda dengan yang saya tonton pertama kali kata Ahmad lagi menambahkan"

    Mereka ngomongin apa sih? Kok sampai ada nangis-nangisan gitu?

    Kuala Lumpur Bird Park, Kuala Lumpur, Malaysia
    Merpati Victoria. foto: emaze.com
    Hai teman-teman semua, saya mau berbagi cerita nih soal jalan-jalan saya ke Kuala Lumpur Malaysia tanggal 23 sampai 26 September kemarin. Saya adalah salah satu blogger yang mendapat undangan dari Kementrian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia dan Gaya Travel Magazine. Undangannya adalah untuk datang menyaksikan Citra Warna 2016 yang diselenggarakan 25 September kemarin.

    Tanggal 13 Febuari kemarin saya dengan 2 teman jalan-jalan ke Singapur, walau sudah berkali-kali kenegara ini, belum bosan rasanya karena ada saja yang belum selesai di explore disana. Atas rekomendasi mas Danan, kami menginap di  Drop Inn Hostel, hostel yang berada di daerah  Lavender Street.

    Bagaimana Cara Kesana?

    Drop Inn Hostel berada beberapa gedung disebelah gedung kuning hitam itu

    Untuk menuju kesana, turunlah di stasiun MRT Boo Keng, ambil Exit C, lalu jalan melewati lapangan rumput, kira-kira 5 menit kearah bangunan (toko) berwarna kuning dan hitam, nah, Drop Inn Hostel hanya berjarak beberapa pintu disebelah gedung hitam kuning itu, total berjalan kaki hanya sekitar 7 menit. Sesampainya disana, kita akan melihat sebuah hostel berpintu kaca dilengkapi dengan sebuah bel

    Kamar pertama sebelum upgrade
    Saya menginap di hotel ini ketika berlibur di Hanoi pada  tanggal 10 Juli hingga 12 Juli hingga 15 Juli 2015 (tapi 1 malam pada tanggal 13 Juli saya menginap di Halong Bay) 

    Kami memilih menginap disini karena melihat  komentar-komentar yang sangat baik dari tamu-tamu yang  pernah menginap disana,

    Ini foto-foto makanan Vietnam waktu saya berlibur disana Juli 2015, mudah-mudahan bisa jadi ide buat yang mau liburan kesana ya :)

    Berangkat dengan Bis
     
    Karena tiket yang menggila, dan mencapai angka 3 jeti, saya mengambil alternatif bis untuk trip saya ke Thailand. Berangkat dari Pelabuhan Batam Center naik kapal jam 11.40 pagi, lalu menyambung dengan bis dari Johor jam 7 malam. Saya menyiapkan banyak waktu untuk perjalanan dari Stulang Laut (pelabuhan di Johor) ke terminal bis yang namanya Larkin untuk menjaga-jaga siapa tau saya nyasar karena saya akan naik bis umum (bukan taksi).
     


    prison s 21, cambodia, kamboja phnomp penh
    Foto salah satu tahanan Prison S-21,
    sedih banget ya ekspresi nya :"(
    Menuju Phnom Penh, 1 Januari 2015

    Besok paginya kami dijemput mobil untuk dibawa ke stasiun bis tepat jam 7.30, kemudian diturunkan persis disebelah sebuah bis besar. Inilah bis yang akan membawa kami  ke Phnom Penh. Kami masuk dan langsung ditatap oleh puluhan pasang mata. Mungkin bukan saya yang menarik mata mereka, karena saya mirip dengan orang lokal, tapi Jessica, atau mungkin juga ransel-ransel kami yang besar.

    angkor wat siem reap cambodia kamobosa asia
    Saya mejeng di Angkor Wat
    Tahun Baruan di Siem Reap, 31 Desember 2014

    Tadinya Jessica (teman jalan yang baru kenal dalam perjalanan menuju Siem Reap) ingin malam tahun baruan di Phonm Penh, karena kota itu lebih besar dari Siem Reap.  Dia berfikir tahun baru disana akan lebih meriah, tapi karena saat itu tanggal 30, nampaknya semua turis berbondong-bondong menuju Phnom Penh, jadi Jessica kehabisan tiket. Dia memutuskan untuk pergi ke Phnom Penh



    Menuju Siem Reap

    Saya memesan tiket bis dengan harga 400 baht atau 160 ribu rupiah melalui hostel saya, katanya saya akan dijemput sekitar jam 8 dan saya harus sudah stand by jam jam 7.30. Seperti biasa saya sudah terbangun sejak jam 5 dan sudah grasak grusuk sendiri mempersiapkan keberangkatan sementara kamar dorm gelap tanpa lampu. Saya memang sudah packing malamnya, tapi peralatan mandi dan baju yang saya pakai tidur kemarin harus saya pack lalu dimasukkan kedalam ransel. Saya rasa penghuni lain kamar itu ada yang mengutuk dalam hati dengan segala bunyi kresek-kresek yang saya timbulkan.
    Buat teman-teman yang belum pernah ke Thailand, mungkin mikir seperti apa makanan Thailand, jangan khawatir anda akan kesulitan mencari makanan yang cocok dengan lidah anda.  Karena makanan Thailand itu bener-bener bahannya sama dengan makanan kita, mungkin karena kita mempunyai cuaca yang sama, jadi tumbuhan yang tumbuh disana pun sama dengan disini.
    tiannamen square beijing cina china
    Saya di Tiannamen Square, Beijing
    Rencana

    Saat saya merencanakan perjalanan ini saya sedang tinggal dan bekerja di Suzhou, Povinsi Jiangsu. Perjalanan ke Beijing akan menjadi perjalanan terakhir saya di Cina, karena saya akan kembali ke Indonesia, saya tentunya tidak ingin meninggalkan Cina sebelum melihat tembok yang terkenal itu 

     Selama 1 tahun di Cina, saya naik 10 kg! Kok bisa? Disana saya menikmati mencoba berbagai makanan, jiwa petualangan saya tersalur disini, melalui petualangan kuliner.

    Ini paket makanan di restoran dekat kantor, harganya sekitar  20 Yuan (atau 30 ribuan, berdasarkan kurs saat itu), terdiri dari 1 porsi nasi, 1 mangkok sayur, kari ayam, tahu yang dicetak kayak agar-agar

    Older Posts Home

    About Me

    My photo
    Rina
    View my complete profile

    ABOUT AUTHOR

    Rina, a girl who like travelling and add a little adventure to her life

    Follow Me

    Subscribe To

    Posts
    Atom
    Posts
    All Comments
    Atom
    All Comments

    POPULAR POSTS

    • Rincian Perjalananan Menempuh 4 Negara Dengan Jalan Darat (Malaysia Hingga Vietnam)
    • Review Elite Fitness Sahid Hotel Batam
    • Tragedi Demi Tragedi Pejalanan Myanmar
    • Pengajuan Visa Australia Saya Ditolak
    • Pengalaman Menghubungi GOPRO Support Center
    • Pengalaman Menginap Dari Hostel ke Hostel
    • Snow City Singapore, Sensasi Musim Dingin Di Negara Tropis
    • Glenn Fredly Guncang Panggung Bajafash 2018
    • Berfoto Gokil di Rumah Terbalik Kuala Lumpur
    • Mengurus Perpanjangan SIM C di Mega Mall

    Categories

    • Bangkok 2
    • Batam 32
    • Bike Tour 9
    • Bintan 12
    • Cambodia 3
    • Cina 4
    • Citra Warna 2016 4
    • Filipina 7
    • Guyon 5
    • Health 8
    • Jalan-Jalan Ransel [Backpacking] 44
    • Jambi 3
    • Japan 2
    • Jepang 2
    • Johor 3
    • Kamboja 3
    • Kepri 12
    • Kuala Lumpur 4
    • Kuliner 14
    • Laos 2
    • Luar Negri 19
    • Malaysia 12
    • Mendaki Gunung [Hiking] 16
    • Myanmar 5
    • Olah Raga 17
    • Phillipines 7
    • Renungan 1
    • Review 13
    • Sepeda 10
    • Short Note 1
    • Singapore 4
    • Sponsored Post 26
    • Sports 15
    • Sumatera Barat 3
    • Thailand 8
    • Thought 16
    • Tips 10
    • Touring Sepeda 11
    • Vietnam 3

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Blog Archive

    • ▼  2023 (1)
      • ▼  August (1)
        • Single Bahagia, Menikah Tidak Sempurna
    • ►  2021 (3)
      • ►  June (1)
      • ►  March (2)
    • ►  2020 (7)
      • ►  November (1)
      • ►  July (1)
      • ►  June (3)
      • ►  April (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2019 (7)
      • ►  September (1)
      • ►  August (1)
      • ►  May (3)
      • ►  March (2)
    • ►  2018 (44)
      • ►  December (2)
      • ►  November (1)
      • ►  October (3)
      • ►  September (4)
      • ►  August (4)
      • ►  July (2)
      • ►  June (5)
      • ►  May (6)
      • ►  April (2)
      • ►  March (4)
      • ►  February (6)
      • ►  January (5)
    • ►  2017 (59)
      • ►  December (6)
      • ►  November (4)
      • ►  October (7)
      • ►  August (3)
      • ►  July (13)
      • ►  June (3)
      • ►  May (9)
      • ►  April (5)
      • ►  March (2)
      • ►  February (4)
      • ►  January (3)
    • ►  2016 (59)
      • ►  December (4)
      • ►  November (6)
      • ►  October (4)
      • ►  September (4)
      • ►  August (5)
      • ►  July (5)
      • ►  May (11)
      • ►  April (7)
      • ►  March (4)
      • ►  February (6)
      • ►  January (3)
    • ►  2015 (26)
      • ►  December (2)
      • ►  November (2)
      • ►  October (4)
      • ►  September (8)
      • ►  August (1)
      • ►  July (1)
      • ►  June (1)
      • ►  May (1)
      • ►  February (4)
      • ►  January (2)
    • ►  2014 (1)
      • ►  December (1)
    • ►  2013 (3)
      • ►  May (3)
    • ►  2012 (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2011 (2)
      • ►  September (1)
      • ►  January (1)
    • ►  2010 (3)
      • ►  November (1)
      • ►  July (1)
      • ►  February (1)
    • ►  2009 (2)
      • ►  December (2)
    • ►  2008 (2)
      • ►  December (1)
      • ►  February (1)
    • ►  2007 (13)
      • ►  November (2)
      • ►  October (2)
      • ►  September (1)
      • ►  August (2)
      • ►  July (2)
      • ►  June (1)
      • ►  March (2)
      • ►  February (1)
    • ►  2006 (10)
      • ►  December (1)
      • ►  November (1)
      • ►  October (3)
      • ►  June (1)
      • ►  May (3)
      • ►  January (1)
    • ►  2005 (5)
      • ►  September (1)
      • ►  August (1)
      • ►  July (1)
      • ►  February (1)
      • ►  January (1)

    Advertisement

    FOLLOW ME @ INSTAGRAM

    About Me


    Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore

    Popular Posts

    • Pengalaman Menghubungi GOPRO Support Center
    • Pengalaman Menginap Dari Hostel ke Hostel
    • Review Elite Fitness Sahid Hotel Batam

    Featured Post

    Geopark Merangin: Arung Jeram Batang Merangin dan Menyusuri Jejak Fossil 300 Juta Tahun

    Dihempas jeram sungai Batang Merangin Geopark Merangin adalah taman bumi  yang berada di Bangko, Provinsi Jambi. Di situs ini banyak di...

    Search This Blog

    Copyright © 2018 Jalan-jalan dengan Rina. Created by OddThemes