![]() |
| Air Danau Toba yang melimpah |
![]() |
| Tenda ditempat tersembunyi |
![]() |
| Sepeda saya dibawa melalui pintu ini, bukan di loket |
Ada beberapa hal yang perlu diketahui
| Tenda di Ladang Penjual Lemang, menjelang Kota Tinggi |
Senin, 11 Juni 2018: Horror Di Pagi Buta
Saya terbangun di malam buta karena ada yang memanggil saya. "Rina...Rina" katanya. Saya mengenali suara itu, dia adalah suara si abang penjual lemang. Saya malas sekali menjawab. Dia bilang: nggak sahur? Saya menjawab kalau saya tidak puasa.
![]() |
| Pelabuhan Stulang Laut Exit ke sebuah Mall, jadi sepeda saya ngemall untuk pertama kalinya. Sekalian saya mengambil uang di ATM |
| Pegunungan yang selalu terlihat kemanapun kami selama di Pulau Lingga |
Setiap perjalanan membawa cerita tersendiri. Walau saya tidak menyesali apapun dalam perjalanan touring sepeda Dumai - Danau Toba ini, saya tetap melakukan evaluasi. Ada kesalahan yang telah saya buat yang agak merepotkan diri saya sendiri.
1. Saya tidak mengemas minyak goreng dengan aman. Ada 2 jenis minyak goreng yang saya bawa dalam perjalanan ini. 1 minyak virgin olive oil dalam botol air mineral dan yang lainnya minyak goreng biasa. Minyak goreng biasa ini saya masukkan kedalam plastik dan menaruhnya didalam nesting (periuk untuk memasak). Saya pikir dengan tanpa tekanan dari barang lain, bungkusan ini akan aman. Alhasil plastik pecah dan semua benda didalam tas (pannier) saya kena minyak. Saya harus mencuci semua, tas dan isinya, termasuk makanan berbungkus, Benar-benar musibah :( Sedangkan minya goreng lainnya yang saya kemas dalam botol ai mineral aman.
1. Saya tidak mengemas minyak goreng dengan aman. Ada 2 jenis minyak goreng yang saya bawa dalam perjalanan ini. 1 minyak virgin olive oil dalam botol air mineral dan yang lainnya minyak goreng biasa. Minyak goreng biasa ini saya masukkan kedalam plastik dan menaruhnya didalam nesting (periuk untuk memasak). Saya pikir dengan tanpa tekanan dari barang lain, bungkusan ini akan aman. Alhasil plastik pecah dan semua benda didalam tas (pannier) saya kena minyak. Saya harus mencuci semua, tas dan isinya, termasuk makanan berbungkus, Benar-benar musibah :( Sedangkan minya goreng lainnya yang saya kemas dalam botol ai mineral aman.
![]() |
| Pertama kalinya masuk kerumah tadisional Batak |
2 Januari 2018
Sejak 30 Desember sore saya ada dirumah bibi saya, berkumpul dengan semua sepupu dan merayakan tahun baru bersama.
Tanggal 2 jam 10 saya sudah mengayuh sepeda lagi. Tujuan saya adalah Samosir lewat Balige. Saya mendapat info kalau menyebrang ke Samosir bisa dari Balige, 30 km dari tempat saya ketika itu. Tadinya saya kira hanya lewat parapat saja. Jika lewat Parapat, saya harus mengayuh sepeda sejauh 70 km. Setelah bermanja-manja selama 3 hari, rasanya malas untuk mengayuh sejauh itu
![]() |
| Melintas di Gunung Tua. Foto: Yasir Harahap |
Day 5, 26 Desember
Teman-teman SCC mengatakan group GOPAL (Gowes Palatu) sudah menunggu saya di Pos Pantau Mudik Desa Sihopok, Tapanuli Selatan. Saya diberitahu bahwa yang akan saya jumpai di Pos ini adalah anggota club sepeda yang kebetulan adalah Polisi
Saya tiba di Pos Pantau sekitar jam 5, disambut dengan hangat olah mas Yuspan dan Ito Sidabutar.
![]() |
| Foto diambil mas Agus SCC waktu saya belum mengenal beliau, nampak saya tersenyum karena dia menyapa dengan ramah dan tidak terlihat seperti orang iseng |
Saya memulai perjalaanan dari Batam, dengan menumpang kapal Dumai Express tujuan Dumai. Kapal berangkat pukul 7 pagi, tiba di Dumai pukul 15.30.
Karena saat itu adalah musim liburan Natal dan tahun baru, sntrian mengambil bagasi sangat panjang. Saya baru bisa keluar pelabuhan pukul 16.30
Karena saat itu adalah musim liburan Natal dan tahun baru, sntrian mengambil bagasi sangat panjang. Saya baru bisa keluar pelabuhan pukul 16.30
Hari ini saya bersepeda sekitar 16 km ke pinggiran kota Dumai. Mencari jalan menuju jalan lintas Sumatera tidaklah mudah. Beberapa kali saya berhenti kebingungan melihat Google Map. Rupanya bantuan manusia masih diperlukan meski teknologi demikian canggihnya
Seorang pria bahkan menemani saya hingga saya menemukan jalan yang dia jelaskan, karena apa yang dijelaskan memang cukup sulit untuk diikuti
Saya menginap dengan mendirikan tenda disebelah rumah penduduk, yang tentunya meminta izin terlebih dahulu. Mereka tidak hanya mengizinkan, tapi juga menawarkan saya menginap dirumahnya. Tapi saya menolak dan tetap memilih tenda
Seorang pria bahkan menemani saya hingga saya menemukan jalan yang dia jelaskan, karena apa yang dijelaskan memang cukup sulit untuk diikuti
Saya menginap dengan mendirikan tenda disebelah rumah penduduk, yang tentunya meminta izin terlebih dahulu. Mereka tidak hanya mengizinkan, tapi juga menawarkan saya menginap dirumahnya. Tapi saya menolak dan tetap memilih tenda
![]() |
| Saat di Danau Toba |
Bersepeda dan camping yang pertama saya lakukan adalah ke Bintan dengan jarak tempuh 60 km, tenda sudah disediakan disana
Berawal dari membeli sepeda baru akhir Juli lalu, mengganti sepeda
About Me
ABOUT AUTHOR
Rina, a girl who like travelling and add a little adventure to her life
POPULAR POSTS
Categories
- Bangkok 2
- Batam 32
- Bike Tour 9
- Bintan 12
- Cambodia 3
- Cina 4
- Citra Warna 2016 4
- Filipina 7
- Guyon 5
- Health 8
- Jalan-Jalan Ransel [Backpacking] 44
- Jambi 3
- Japan 2
- Jepang 2
- Johor 3
- Kamboja 3
- Kepri 12
- Kuala Lumpur 4
- Kuliner 14
- Laos 2
- Luar Negri 19
- Malaysia 12
- Mendaki Gunung [Hiking] 16
- Myanmar 5
- Olah Raga 17
- Phillipines 7
- Renungan 1
- Review 13
- Sepeda 10
- Short Note 1
- Singapore 4
- Sponsored Post 26
- Sports 15
- Sumatera Barat 3
- Thailand 8
- Thought 16
- Tips 10
- Touring Sepeda 11
- Vietnam 3








