Sunday, March 5, 2017

Vang Vieng, Kota Kecil Penuh Wisata Petualangan

Kayaking disungai Vang Vieng, Laos, mata kami dimanjakan pemandangan
Kota apa yang terlintas di benak kita ketika mendengan nama negara Laos? Luang Prabang? atau Vientiene? Ibu kotanya dengan nama yang terdengar sangat kebarat-baratan. Kota-kota di Laos memang tak sebeken kota lain di Asia seperti bangkok misalnya. Namun jika menyusun rencana perjalanan ke Laos, jangan lewatkan kota Vang Vieng. Saya berkesempatan mengunjungi kota ini awal tahun ini (2017).


Kota kecil yang dikelilingi bukit-bukit hijau, sungai, gua, tebing dan jalanan kecil yang membuat kota ini berbeda. Untuk yang suka betualang, disini bisa melakukan Panjat tebing, mendaki gunung, trekking, kayaking. Untuk yang suka kegiatan lebih santai bisa mencoba tubing (mengarungi sungai dengan ban), bersepeda, tubing di sungai dalam gua dan jalan kaki


Baca Perjalanan Saya Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia

Kota ini berudara sejuk ketika saya ada disana, namun masih cukup nyaman untuk tidak memakai sweter di siang hari. Tapi masih lebih hangat dibandingkan Luang Prabang (jadi kedinginan mengingat Luang Prabang). Tapi cuaca berubah mengikuti musim di bagian utara, yaitu musim dingin di akhir tahun dan musim panas dipertengahan tahun. Untuk mengetahui suhu Vang Vieng sepanjang tahun bisa dilihat disini
 
Ketika saya ke kota ini, saya mengambil paket tubing di goa dan kayaking seharga 300.000an yang saya pesan di hostel. Ada banyak paket yang dijual oleh travel agent yang bisa kita pilih. Ada yang di gabung dengan flying fox juga (dengan harga yang lebih mahal tentunya). Karena saya sudah sering mencoba flying fox, saya tidak mengambil paket itu.

Cave Tubbing

Kegiatan ini menyusuri gua Tham Nam yang gelap dengan mengapung diatas ban,  sambil berpegangan di seutas tali. Peserta diberikan masing-masing 1 buah head lamp. Cukup seru karena gua  yang kami masuki sangat dalam dan gelap. Tapi keseruan berkurang karena ramainya turis yang ada disana saat itu. Ban terlalu besar sehingga badan saya bisa lolos dari lobang ditengahnya. Saya harus mereposisi badan saya beberapa kali sehingga beberapa kali saya melepaskan tali dari tangan saya. Arus kemudian membawa saya menjauh dari yang lain dan harus berjuang untuk kembali. Hati-hati untuk yang tidak bisa berenang



Kayaking

Kayaking ini cukup santai karena sungai cukup tenang. Kegiatan ini bisa dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman sama sekali. Mungkin kalau debit air dimusim hujan berbeda ya. Tapi saat kami disana, saya melihat banyak ibu-ibu yang ikut kayaking. Kayak yang kami pakai untuk 3 orang, ada 1 orang yang tidak kami kenal ditaruh di kayak yang kami pakai. Karena dayung hanya 2, dia menjadi penumpang pasif. Ketika kayak terjerumus ke pinggir sungai dan menabrak pohon bambu, dia tidak pasif sih. Suasana ramai karena teriakannya. Kami menyusuri sungai sekitar 1 jam, sambil bercanda  saling siram dengan kayak-kayak lain


Bersepeda

Karena cuaca yang sejuk, bersepeda sangat nyaman dilakukan. Kita bisa menyewa sepeda dengan harga $3 untuk seharian, jenis sepda mini. Kalau mau sepeda gunung dengan gear/gigi, harganya lebih mahal. Karena jalanan yang tidak terlalu ramai, perjalanan cukup nyaman. Mata dimanjakan oleh pemandangan sungai dan bukit-bukit yang indah. Dirumah-rumah penduduk akan terlihat kain-kain tenun yang dipajang untuk dijual. Saya menawar sebuah kain yang cocok untuk syal, jika dirupiahkan harga sekitar 75 ribu, karena harga yang mirip dengan harga syal sejenis di mall-mall, saya tidak membeli

Saat saya sedang bersepeda, saya mendapat sms dari ibu saya untuk mengisikan pulsa handphone nya (mama minta pulsa haha...) Memang saya yang selalu mengisikan pulsa beliau. Karena saat itu saya tidak terkoneksi dengan paket internet, saya buru-buru mencari tempat makan yang menyediakan wifi. Ketika ada semacam cafe, kami berhenti untuk minum dan saya meminta password wifi. Segera saya mengsi pulsa untuk Ibu saya sekalian Beli Tiket Kereta Api Online untuk beliau berangkat ke nikahan sepupu yang sudah lama dimintanya kepada saya

Telusur Gua

Vang Vieng mempunyai banyak gua, hal ini saya ketahui ketika bersepeda menyusuri jalan-jalan desa, ada banyak plank yang menuliskan nama gua, kedalaman, dan harga tiket masuk. Kami sempat memasuki 2 buah gua. 1 dengan petugas penjaga tiket lengkap dengan counter. Namanya gua Pha Tao. Pintu masuk gua sekitar 30 meter diatas tanah. Ada tangga yang bisa kita naiki. Isi gua lumayan menarik, tidak terlalu sulit ditelusuri.

Gua yang lainnya bernama gua Ta Sok Say. Nampaknya gua yang terakhir kami masuki sepi pengunjung sehingga (mungkin) penjaganya malas dan meninggalkan gua itu. Gua ini kami masuki dengan penerangan hanya dari cahaya HP, dan pakaian yang seadanya yang kami pakai saat itu. Alhasil sendal jepit teman saya putus karena menginjak gua yang (sedikit) berlumpur. Saat didalam kami merasa seperti dalam film horor, karena ada fikiran bagaimana jika ada mahluk semacam monster yang keluar dari kegelapan? Guanya benar-benar gelap tanpa setitik cahaya, dan tanpa seorangpun selain kami ber-3

Kami meninggalkan gua itu dengan kaki kotor dan capek. Itulah setiap hari yang saya rasakan beberapa hari selama ada di Vang Vieng. Gimana teman, minat kesana?


Baca Berbagai Kesan Saya Menginap di [penginapan murah] Hostel

Cara menyebrang Perbatasan Thailand dengan Laos


7 comments:

bocahudik said...

Goa Ta Sok Say. Dari namanya kedengaran asik ya kak. Walau ada sedikit rasa takut. Mana tau ada ular besar yabg siap memangsa. Lagian sedikit berlumpur juga dan takut ada binatang berbisa lainnya. Tp kayaknya seru juga

Chotijah choty said...

Noted banget si laos ini, pengen kesana

May Sarah said...

apa yang menarik dari sebuah gua itu kak ?? blom pernah ada ketertarikan sendiri utk menelusuri gua... tapi kalo menyusuri sungai dengan perahu , dengan pemandangan bukit, gua, gunung...kayakna hal yang sangat menenangkan hati dan pikiran deh..

chaycya said...

Seru bener perjalanannya di Laos kak. Serius banget bacanya dari awal hingga tiba di paragraf "mama minta pulsa" wkwkwkw... terselubung ini..

Keceee postingannya.

Citra Pandiangan said...

wah, kisah perjalanan yang menginspirasi sekali ya :) belum pernah ke sana jadi mupeng deh

Chargers Sport said...

tempatnya seru itu kayaknya min

Agus Saputra Asad said...

duh baca ini jadi kembali pengen berpetualang ke Asia Tenggara nih, huft