Wednesday, June 14, 2017

Berbeda Tapi Sehatea

Bagaimana sejauh ini puasanya teman-teman? Tetap sehat kan? Saya sering nih ikutan buka puasa dimana-mana, meski saya tidak menjalankan puasa. Biasnya karena undangan atau buka puasa dengan komunitas yang saya ikuti. Saya datang dan menunggu bedug bersama teman-teman. Ikut merasakan menahan nafsu ketika makanan lezat mengundang air liur didepan mata. Saya menunggu azan magrib sebelum saya menyeruput teh hijau panas kesukaan kami.

Bedak Thanaka, Kosmetik berusia Lebih Dari 2000 Tahun dari Myanmar

Mencoba Thanaka, walau yang dikemasan botol
Thanaka adalah cairan kekuningan yang dipakai sebagai bedak dingin. Krim ini digunakan umumnya oleh perempuan, dan sebagian kecil laki-laki juga.  Kosmetik ini sudah dipakai oleh masyarakat Myanmar lebih dari 2000 tahun. 

Jika mengunjungi Myanmar, kita akan melihat hampir semua wanita memakai bedak dingin ini diwajah mereka. Bukan dipakai saat dirumah saja, mereka menggunakannya keluar rumah, bahkan ketika memakai pakaian kerja dan sekolah. 

Thanka dibuat dari batang pohon dan sedikit air. Batang pohon yang sudah dipotong sekitar  20 cm ini di gosokkan ke batu yang sudah diperciki air sekitar 20 detik. Gesekan akan membuat serpihan halus kayu menyatu dengan air. Cairan ini kemudian langsung dioles ke wajah dan kadang tangan. Pohon yang digunakan untuk membuat bedak dingin ini adalah Murraya spp dan Limonia acidissimaPohon yang digunakan mustinya harus sudah mencapai umur 35 tahun, namun petani biasanya sudah memanen pohon yang berusia 3 sampai 7 tahun. Meskipun kebanyakan masih menggunakan dalam bentuk batang pohon aslinya, sudah ada Thanaka yang dijual dalam bentuk cream dalam kemasan botol plastik. 

Pohon Thanakan mengandung coumarin and marmesin, yang biasanya digunakan dalam obat-obatan. Bedak dingin ini dipercaya mampu menghilangkan jerawat dan membuat kulit menjadi lembut. Ternyata, meski digunakan sejak zaman manusia belum mengenal ilmu pengetahuan secanggih sekarang, bedak ini mengandung zat-zat yang mempunyai khasiat yang terbukti secara klinis. Hebat ya orang zaman dulu memilih bahan bedak. 



Selain khasiatnya, thanaka memberikan sensasi dingin dan melindungi kulit dari sinar matahari. Waktu kami disana matahari memang luar biasa panas. Bayangkan 40 derajat Celcius. Jauh lebih panas dibandingkan kota-kota di Indonesia pada umunya yang berada dikisaran 30-34 derajat. Makanya kami hanya keluar hostel pagi hingga jam 10, dan setelah jam 4 sore selama di Bagan. 

Ketika kami tiba di Bagan, kami sempat mengunjungi museum Thanaka. Museum ini menjelaskan sejarah Thanaka yang awalnya adalah kosmetik permaisuri yang terjatuh ketika mereka lewat. masyarakat kemudian meniru diam-diam bedak dingin ini.
Ulekan dan batang pohon Thanaka (foto: kumparan.com)


Menocba mengulek Thanaka di museum Thanaka

Dengan cewek lokal yang menggunakan Thanaka

Di museum ini kami mencoba "mengulek" bedak sendiri, memang disediakan untuk dicoba pengunjung. Batang pohon digosok dengan gerakan memutar dibatu  yang mirip ulekan itu, setelah berubah menjadi krim, langsung dioles ke wajah. Benar-benra hanya terbuat dari pohon dan air. Kami sudah memberli Thanaka kemasan botol plastik, warna dan aromanya sama dengan yang langsung dari pohon. 

Kalau ke Myanmar jangan lupa coba ya teman-teman


Monday, June 5, 2017

Menilik Kehidupan Disekitar Inle Lake, Myanmar

Sunset di Inle Lake
Inle Lake adalah danau air tawar yang berada di daerah Nyaungshwe, Taunggyi, Myanmar. Danau ini luasnya 116 km. Ada 70.000 orang yang tinggal di desa-desa di sepanjang pinggiran danau. Merupakan salah satu tempat wisata yang terbanyak dikunjungi di Myanmar


Tuesday, May 30, 2017

Ramadhan Fasting Feast di Swiss-belHotel, Cuma 158ribu/person

Rujak, enak banget
Ramadhan datang lagi. Akan ada banyak acara buka puasa bersama di berbagai instansi dan komunitas. Kantor, Alumni, pengajian, arisan dll. Sudah menemukan dimana mau buka puasa dengan komunitas anda?

Monday, May 29, 2017

Chipsley, Icon Snow City Pembawa Pesan Tentang Pemanasan Global

Foto: https://www.facebook.com/iamchipsley
Ceritanya, Keluarga Chipsley berasal dari kutub utara. Mereka tinggal disebuah rumah dibawah kaki gunung salju. Suatu hari saat mereka pergi piknik, salju yang meleleh akibat pemanasan global menghancurkan pondok mereka. Mereka tidak punya tempat tinggal lagi. Karena hal ini, Chipsley merasa kutub bukanlah tempat yang aman lagi. Salju terus menyusut. Mereka kemudian pergi dari sana untuk menemukan tempat bagi rumah baru mereka

Sunday, May 28, 2017

Snow City Singapore, Sensasi Musim Dingin Di Negara Tropis

Saya tahu, buat kita-kita yang hidup di negara tropis, salju itu bak dongeng  yang hanya ada dalam khayalan. Kita tidak pernah melihat atau menyentuhnya. Walaupun saya pernah melihat salju yang asli waktu saya mengunjungi Cina tahun 2012 lalu, saya nggak pernah lupa bagaimana rasa penasaran saya sebelumnya, karena hanya bisa melihatnya lewat tv atau foto saja.

Thursday, May 18, 2017

Budget Perjalanan Myanmar Selama 1 Minggu

Bagan, Myanmar
Sunset di Bagan, Myanmar
Tiket berangkat dari KLIA - Yangon PP 800.000

Day 1

Tiket Batam Johor Rp 290.000 pp + Pajak one way 65.000
Tiket Johor - KL  RM 34
Taksi 15 RM/dibagi 3 orang
Makan di Larkin 7 RM