Monday, February 27, 2017

Tidak Nyamannya Mendengar Komentar Orang Tentang Status Saya [curhat jomblo]

Saya ingin menceritakan bagaimana status saya yang belum menikah membuat orang terganggu, terguncang, terkejut dan menderita lahir batin #ehh

Obrolan Dipinggir Jalan

Saya sedang menunggu bis kekampung ibu saya untuk pemakaman nenek yang meninggal, tempat itu adalah sebuah simpang dan warung itu semacam tempat menunggu bis. Seorang polisi sedang duduk-duduk disana dan mengobrol dengan seorang Bapak (sepertinya pemilik warung). pembicaraan dimulai saat saya menanyakan apakah bis ketempat yang saya tuju masih ada, berlanjut menanyakan marga, dan seterusnya

Si Bapak          : Sudah menikah?

Wednesday, February 15, 2017

Tetap Sehat Dalam Perubahan Cuaca Ekstrim Saat Travelling

Teman-teman ada yang pernah sakit karena travelling? Atau mungkin nggak enak badan? Mungkin pernah ya, saya sih pernah dulu. Sakit saat jalan-jalan nggak enak banget, karena hari-hari kita saat liburan sangat terbatas, kita punya daftar panjang tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Tapi badan malah meriang, pegal-pegal dan lemas. Jangankan dibawa berjalan jauh, untuk sekedar berdiri saja terasa lemas. Maunya tiduran saja. Saya ingat pernah saya hanya duduk di tepi kolam renang yang bagus banget, melihat teman-teman berenang dan bercengkrama. Lemes dan ngga punya tenaga

Trekking di Hutan Chiang Mai, Thailand ( Hari ke-2)

Suasana pagi hari ke-2

 Bangun dengan Mata Bengkak (Hari Kedua)

Saya terbangun pagi hari dengan gatal-gatal di tubuh dan bengkak di mata kiri. Sesuatu sudah menggigit saya, dan teman-teman lain. Saat itu saya belum tahu, tapi kemudian saya tahu bahwa itu adalah kutu yang biasanya ada di kasur atau bantal.

Trekking di Hutan Chiang Mai, Thailand

Salah satu tempat istirahat kami diperjalanan
Sejak merencanakan perjalanan ke Chiang Mai, saya sudah melihat-lihat bahwa tempat ini cocok untuk kegiatan trekking/hiking, karena banyak bukit disana. Jadi ketika tiba di hostel, saya langsung bertanya-tanya soal paket trekking selama 2 malam. Karena saya lihat spanduk-spanduk diluar menjual harga yang sama dengan yang dijual hostel, akhirnya saya booking paket yang dijual di hostel. Untuk paket trekking 2 malam ini saya membayar 1500 Baht atau sekitar 600 ribu rupiah.

Monday, January 23, 2017

Dari Hostel ke Hostel

Sebagai backpacker (baca: wisatawan hemat) saya sudah banyak menginap di hostel, di kamar dormitorynya. Kamar dorm itu adalah kamar yang bisa di isi beberapa orang yang tidak seperjalanan atau tidak saling mengenal. Kalau kendaraan umum, dorm ini bis. Siapa aja bisa naik. Kalau hotel itu taksi, yang boleh naik hanya 1 rombongan maksimal sebanyak seat di taksi tersebut.

Jumlah tempat tidur dia suatu kamar dorm berbeda-beda, saya pernah lihat 4 hingga 20. Saya sih belum pernah lihat yang lebih dari 20, mungkin saja ada. Harga 1 bed di dorm mulai dari US $ 3 hingga $7 kalau di Asia (kecuali Singapore). Hostel termahal yang pernah saya inapi di Mui Ne, Vietnam, seharga $ 10. Daerahnya memang kebanyakan berdiri resort-resort. Diluar Asia pastinya hostel lebih mahal

Tuesday, January 17, 2017

Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia di Chiang Rai, The White Temple (Wat Rong Khun)

Saya sudah melihat kuil ini sejak tahun 2010 melalui foto, keindahannya langsung menarik minat saya. Karenanya kuil ini menjadi tempat utama yang ingin dikunjungi ketika saya jalan-jalan ke bagian utara Thailand akhir tahun 2016 lalu. Saya menginap di kota Chiang Rai ketika itu. Kuil ini bisa juga dikunjungi jika kita sedang berada di Chiang Mai, tapi perjalanan cukup jauh. Dari Chiang Rai sangat nyaman ditempuh dengan motor

The White Temple, Chiang Rai, Thailand

Cara Menyeberang Perbatasan Thailand - Laos Dari Chiang Rai


Bis dari Chiang Rai ke Chang Kong
Saya baru tiba di Chiang Rai 28 Desember, sore sekitar jam 5.30. Sebelumnya saya dari Chiang Mai. Saat makan malam dengan teman-teman hostel, seorang cowok asal Spanyol mengatakan akan menuju Luang Prabang besoknya. Setelah mempertimbangkan lama di perjalanan dan waktu yang sudah mendekati tahun baru (saya tidak mau menghabiskan malam tahun baru di bis) akhirnya saya memutuskan ikut dengan Juan, cowok Spayol itu ke Laos.

Monday, December 19, 2016

Gajah Di Pelupuk Mata...

Beberapa bulan lalu saya membeli sebuah buku berjudul “Alive” tentang bagaimana korban kecelakaan pesawat carteran bernama “Fairchild” yang jatuh dipegunungan Andes pada tahun 1972, bertahan hidup. Buku ini ditulis oleh Piers Paul Read.  Read sama sekali tidak terlibat dalam kecelakaan ini. Dia menulis buku dengan cara mewancarai semua korban selamat.
Di awal jatuhnya pesawat, banyak penumpang yang selamat, namun ada yang luka-luka, mulai luka ringan hingga parah. Meski ada beberapa diantara penumpang selamat adalah mahasiswa kedokteran, karena keterbatasan obat, makanan dan kondisi tempat istirahat mereka, yaitu di runtuhan pesawat,  kemudian banyak yang akhirnya meninggal. Selain itu mereka juga kena longsoran salju, yang menambah daftar kematian dari yang sebelumnya saat pesawat jatuh.