Tuesday, January 24, 2012

Selamat Jalan Bapak (24 Agustus 1950 - 8 Juni 2011)

Death leaves a heartache no one can heal, love leaves a memory no one can steal.  ~From a headstone in Ireland

Sebenarnya saya sudah membuat sebuah tulisan mengenai kepergian Bapak semenjak beberapa hari kepergiannya. Saya berusaha menggambarkan bagaimana hari terakhirnya bersama kami
, bagaimana pandangan-pandangan nya soal kematian, bagaimana rasa sakit yang saya dan keluarga rasakan atas kepergiannya yang sangat mendadak, karena serangan jantung. Banyak sekali kata-kata yang mengalir, tulisan itu pun semakin lama semakin panjang setiap saya mengeditnya dengan beruraian air mata.
Akhirnya saya memutuskan tidak memposting tulisan itu, terlalu menyakitkan untuk dikenang, biarlah saya hanya menulis beberapa kalimat di blog ini untuk mewakili satu babak itu, karena sebenarnya menguraikannya kembali semakin mengorek duka saya, sama menyakitkannya ketika saya melihat kembali foto jenazahnya yang biru menghitam, atau setiap saya menjenguk makamnya
Selamat jalan Bapak...semoga kau tahu, kami masih sanggup melanjutkan hidup kami dengan rasa sakit karena kehilangan mu, damailah disana...karena aku tahu, kau pasti ingin kami baik-baik saja tanpamu

Batam, 24 januari 2012


No comments: