Monday, September 28, 2015

Hanoi Paradise Hotel Vietnam, Pelayanan yang "Lebih"

Kamar pertama sebelum upgrade
Saya menginap di hotel ini ketika berlibur di Hanoi pada  tanggal 10 Juli hingga 12 Juli hingga 15 Juli 2015 (tapi 1 malam pada tanggal 13 Juli saya menginap di Halong Bay) 

Kami memilih menginap disini karena melihat  komentar-komentar yang sangat baik dari tamu-tamu yang  pernah menginap disana,
di website tripadvisorHanoi Paradise Hotel memegang peringkat 30 diantara 526 hotel di Hanoi, peringkat ini adalah hasil kalkulasi jumlah "bintang” yang diberikan tamu-tamu yang pernah menginap dimasing-masing hotel diseluruh Hanoi. Selain itu, lokasi yang kami sasar memang daerah Old Quarter.

1.      Lokasi

Kalau liburan, pasti kita memilih lokasi yang tidak jauh dari tempat-tempat yang kita tuju, karena kebanyakan tempat yang kami tuju ada di daerah old quarter, kami memang sengaja mencari hotel di daerah ini. Itu artinya kami akan bisa mengunjungi  tempat-tempat wisata seperti Gereja St  Joseph, Danau Hoan Kiem, Lesehan Bia Hoi yang murah, Museum Ho Chi Minh, Water Puppet dan lain-lain dengan berjalan kaki.
Pasar Malam di Dekat Hanoi Paradise Hotel




Persis Di depan hotel, anda akan menemukan toko-toko yang menjual segala kebutuhan mulai dari sembako, hingga karpet, pakaian, plastik, bengkel dan lain sebagainya. Banyak kedai kopi yang hanya digelar di trotoar dengan kursi plastik yang pendek, namun dipadati peminum kopi hingga tak tersisa kursi kosong satu pun. Kebanyakan toko-toko ini aktif disiang hari.


Penjual Roti Perancis di Old District
Selain itu, anda akan mendapati rumah-rumah makan yang disajikan penduduk setempat dengan menu makanan Vietnam tentunya, mereka tidak bisa berbahasa inggris, tapi anda akan dilayani dengan ramah, harga diberitahu dengan menunjukkan uang yang ada ditangan mereka. Ketika saya bertanya apa yang mereka makan, dengan polosnya dia langsung mengambil sepotong makanan tersebut dengan sumpit dan menaruh dipiring saya.

Malam hari adalah saatnya anda mencicipi rumah-rumah makan yang muncul di trotoar dengan harga yang murah meriah. Selain "rumah makan" di trotoar, anda juga bisa menemukan makanan lokal yang berbeda “level” yang disajikan di rumah makan yang berkelas, tentunya dengan harga yang lebih tinggi, juga makanan internasional.

Sekitar  200 meter dari hotel, anda bisa melihat pasar malam, pasar ini tidak terlalu “turistik”, artinya tidak terlalu banyak turis berbelanja disana, jadi harga tidak tidak terlalu mahal seperti pasar-pasar malam di daerah turis lainnya yang pernah saya lihat di Ho Chi Minh, Bangkok , Phuket, Siem Reap dan Phnom Penh. Suasana ini menyajikan kepada anda nuansa kehidupan sehari-hari masyarakat Hanoi dari dekat

2.       Pemesanan

Saya memesan hotel ini melalui salah satu website booking online, tepatnya yang memesan secara “online” adalah teman saya. Kemudian kami mengirimkan email untuk memastikan beberapa hal soal penjemputan dan jenis kamar. Email dibalas oleh Miss Bella, Manager Hotel yang kemudian menjadi orang yang sangat penting dalam perjalanan kami ke Hanoi

3.        Pengalaman Menginap di Hanoi Paradise Hotel

Saya tiba lebih dulu dari teman saya yang datang dari negara yang berbeda, jadi sayalah yang check in pertama kali. Saya disambut dengan welcome drink segelas jus jeruk yang segar dan dingin, disertai sebuah handuk basah yang digulung untuk membersihkan dan menyejukkan wajah dan tangan saya. proses check in cukup cepat dengan hanya menunjukkan bukti booking dan passport saya.

Seorang staff hotel mengantar dan membawakan tas saya ke kamar. Begitu pintu kamar terbuka, saya langsung jatuh cinta pada dekorasi kamar. Warna putih seprai yang digabung dengan merah marun memberik kesan lembut namun kuat. Perabotan yang terbuat dari kayu dibiarkan dengan warna alaminya sehingga berkesan klasik. Beberapa lukisan tentang suasana kota Hanoi dipajang di dinding. Kamar yang kami pesan juga dilengkapi dengan bath tub atau tempat berendam.  Semuanya terasa pas. Nuansa  putih, merah marun dan cokelat ini juga menjadi warna "tema" diruangan-ruangan lain.
Kamar "hadiah" upgrade dari Miss Bella (copied from hanoiparadisehotel.com)

Malam itu saya berkeliling Old Quarter untuk melihat-lihat suasana, jalanan cukup ramai, toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan sebagian tutup, namun penjual makanan yang berjualan pada malam hari membuat suasana semarak.

Sebelum tidur saya berendam di bath tub lalu menenggelamkan diri dalam selimut tebal yang empuk yang memeluk saya sampai tenggelam, sangat nyaman. Karena kelelahan, saya tidur nyenyak sekali

Sorenya saat kembali kekamar setelah berjalan-jalan seharian, saya mendapati kamar kembali bersih, air mineral botolan baru kembali ditaruh diatas meja
               
4.         Sarapan

Kalau menginap dihotel, yang terpenting selain kamar adalah sarapannya, dan saya membaca  banyak review yang memuji-muji sarapan dihotel ini. Saatnya membuktikan nya sekarang *genderang ditabuh*. Ehh...Sebelum sarapan berendam lagi dong, mumpung ada bath tub, iya kan? :D, lalu saya turun ke restoran untuk sarapan.


Seperti ini restoran untuk sarapan nya (copied from hanoiparadisehotel.com)
Makanan sudah disediakan di meja saji, seperti roti lengkap dengan berbagai selai dan mentega, risoles khas vietnam isi daging, cake, berbagai  buah yang dipotong kecil-kecil dan lucu dan yoghurt. Selain yang sudah disajikan, tamu juga boleh memesan dari menu pilihan yang akan disajikan jika kita minta, pilihannya adalah pho, mie kuah khas vietnam yang dimasak dengan daging dan omelet. Saya memesan omelet keju, sesuai dengan “usaha“ saya belakangan ini untuk mengurangi karbohidrat.

Ada 2 pilihan jus yang disediakan,  selain kopi, teh dan air mineral. Saya memilih jus jeruk segar ketika ditawari 2 pilihan jus, lemon atau jeruk, selain itu pilihan lainnya adalah kopi, teh dan air mineral tentunya.


Selagi menunggu pesanan saya datang, saya menikmati  risoles isi daging dan cake, saya sangat menyukai risoles nya. Pilihan saya tidak salah, omelet datang dengan penyajian sangat cantik, saya langsung tahu bahwa saya tidak akan kecewa dengan rasanya. Piring dihiasi dengan Irisan timun yang dibuat membentuk hati,  dan ada dekorasi tambahan yang dibuat dari saus cabe. Ketika saya membelah omelet tersebut, saya langsung bisa melihat ketebalan kejunya yang meleleh. Potongan sosis didalamnya menambah aroma dan rasa omelet ini. Ini adalah omelet terenak yang pernah saya makan, dan saya agak malu mengakui kalau saya memesan sarapan yang sama selama 4 hari disana :”>  *blushing*. Foto bicara lebih banyak kayaknya J





5.         Teman saya mengalami pemeriksaan imigrasi yang lama, semacam di interogasi dan dicurigai membawa barang terlarang sehingga dia harus ketinggalan pesawat. Pengemudi hotel sudah menjemput kebandara ketika saya memberitahu mereka bahwa teman saya tidak akan datang hari itu.  Keesokan harinya pengemudi dikirim lagi menjemput teman saya, tapi Miss Bella memberitahu saya bahwa dia hanya akan menagihkan biaya penjemputan 1 kali saja sebagai penyesalannya atas apa yang menimpa teman saya, yaitu harus membeli tiket baru dan harus kehilangan masa liburannya 1 hari. Dia lalu bercerita bahwa dia pernah mengalami hal yang sama di Bali beberapa tahun yang lalu. Dia di interogasi dan dikirim ke rumah sakit untuk diperiksa isi perutnya karena pihak imigrasi mencurigai dia membawa narkoba denga cara menelan. Proses interogasi hingga pemeriksaan  X-Ray memakan waktu hingga 4 jam. Setelah hasil X-Ray menunjukkan dia tidak membawa apapun dalam perutnya, pihak imigrasi meminta maaf dan  mengantarnya ke hotel  dengan mobil bagus.

Saya sangat menghargai apa yang dilakukan Miss Bella, dia tidak hanya memikirkan mencari untung dari tamu. Jika dia menagihkan penjemputan 2 kali, pastinya kami tidak keberatan, namun dia tahu bahwa apa yang dialami teman saya cukup menjengkelkan dan merugikan secara financial karena dia harus membeli tiket baru, juga mempengaruhi liburan kami, jadi dia memutuskan untuk memberikan sedikit senyum pada tamunya yang baru saja mengalami hari yang tidak begitu menyenangkan. Saya langsung suka sekali dengan wanita cantik itu

Setelah kami kembali dari tour ke Halong Bay, Miss Bella meng “upgrade” kamar kami menjadi family room dengan harga yang sama dengan harga yang sudah kami bayar, yaitu kamar 2 single bed. Kamar yang di ”hadiahkan” pada kami  berisi 3 tempat tidur, 1 tempat tidur ukuran “king” dan 2 ukuran “single”. Ideal untuk sepasang suami istri dan 2 anak.  Kamar itu mempunya balkon yang bisa memandang keluar. Balkon  ini sangat penting buat saya yang sering mencuci baju kalau travelling, saya mencuci baju dengan shampoo/sabun  jatah dari hotel, lalu menjemur di balkon, tentunya saya meniriskan pakaian-pakaian tersebut di kamar mandi terlebih dahulu, supaya tetesan nya tidak menetes kebawah dan mengganggu orang lain. Lumayan untuk menghemat sekian dollar untuk biaya laundry :D

6.         Kolam Renang

Kolam yang disediakan dibawah atap ini tentu sangat menyenangkan karena buat saya orang asia yang tidak terlalu doyan matahari, hal ini mengurangi paparan sinar matahari. Walau tidak  tidak sempat menikmati kolam renang yang disediakan dibawah atap ini, karena kami selalu kelelahan. Buat anda yang menjadikan kolam renang sebagai salah satu syarat untuk memilih hotel, hotel ini pastinya memenuhi syarat itu.






Saya sangat menyukai Hanoi dan sangat ingin bisa kembali berlibur disana, dan pastinya saya akan menginap disini lagi. 100% akan kembali ke hotel ini jika saya ke Hanoi



No comments: