Monday, August 8, 2005

A Man Named Dave, kisah perjuangan anak korban penyiksaan ibu kandung nya

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:David Pelzer
Buku ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya yaitu A Child Called It dan The Lost Boy. Sebagaimana diceritakan sebelumnya dalam A Child Called It, David Pelzer adalah anak korban kekerasan yg dilakukan oleh ibunya kandungnya yang pemabuk
Dave selama bertahun2 harus tidur di basement rumahnya yg dingin dan lembab, menerima pukulan2, tamparan caci maki dan siksaan mental lainnya, Dave bahkan pernah di kurung di kamar mandi yg disirami cairan amoniak(?), ditikam pisau pada dadanya dan dia harus merawat lukanya sendiri, dipaksa memutahkan makanan kemudian dipaksa memakan muntahan tersebut. Kekerasan yang dialami Dave kemudian dinyatakan sebagai kekerasan paling buruk di seluruh negara bagian California, Amerika Serikat

Selama bertahun2 mengalami siksaan tersebut, akhirnya Dave diselamatkan oleh guru2nya disekolah dan ditempatkan dalam pengawasan orang tua asuh.

Buku A Man Named Dave menceritakan bagaimana Dave berjuang mengatasi trauma psikologis yg dialaminya, bagaimana dia berusaha bangkit dan melepaskan diri dari kekurangan2 yg ada pada dirinya. Meski dia membenci ibunya, dia masih mempunyai keinginan untuk diterima sebagai anak, dia beberapa kali menemui ibunya, yang sampai akhir hayatnya tak pernah meminta maaf atau menyatakan penyesalannya atas apa yg dilakukannya pada Dave.

Banyak pelajaran yg bisa diambil dari buku ini: bahwa kita tak boleh menyerah terhadap kesulitan2 yg kita hadapi, bahwa kita harus menghadapi masalah kita tanpa menyalahkan siapapun, bahwa dengan memaafkan kita akan mengobati luka hati kita sendiri.

Review dari situs davepelzer.com
A Man Named Dave is the gripping conclusion to his inspirational trilogy. With stunning generosity of spirit, Dave invites his readers on his journey to discover how he turned shame into pride and rejection into acceptance--how a lost, nameless boy finally found himself in the heart and soul of a man who is free at last.

Harga buku Rp 60.000,-

No comments: