Saturday, December 20, 2014

Candu Bernama Facebook

Saya membaca (lagi) sebuah artikel yang menyarankan pembacanya untuk berhenti menggunakan facebook, sebelumnya saya juga pernah baca artikel yang mirip.  Ada beberapa alasan yang diungkapkan diantaranya, waktu yang terbuang sia-sia, kecanduan yang membuat kita lupa dengan orang yang ada disekitar kita, perasaan tidak bahagia ketika melihat orang lain yang  hidup “terlihat sukses”,   dan saya setuju dengan efek negatif yang disebutkan



Dihari yang sama saya juga melihat sebuah video yang menyarankan orang-orang untuk mengangkat kepala mereka dari smart phone nya dan hidup dalam “dunia nyata”. Dinyatakan dalam video itu bahwa dunia maya adalah fake. 

Saya pun merasa  efek negatif dari postingan-postingan negatif soal isu-isu agama dan mereka-mereka yang belum “move on” dari pilpres beberapa bulan yang lalu. Kadang postingan negatif ini memancing saya untuk mengomentari, berfikir negatif soal yang posting, atau membalas dengan postingan yang menjawab/memprotes postingan negatif itu. Jadi ada efek negatif yang terbawa kefikiran saya

Lalu minggu lalu saya beberapa kali bertemu dengan kelompok teman yang berbeda, yang ketika kami bersama, hampir semua sibuk menatap layar hp mereka, bahkan ketika saya sedang bicara. Saya juga pernah menjadi orang menyebalkan itu, yang menatap layar hp ketika orang lain ada didekat saya atau sedang bicara dengan saya.

Saya harus menghentikan kecanduan saya, maka saya log off dari facebook saya supaya hp saya berhenti untuk mengirimkan notifikasi, notifikasi ini yang seringkali memancing saya untuk melihat facebook lagi.

Mulai hari minggu tanggal 16 November 2014, Saya  log off aplikasi facebook yang ada di hp saya, saya log in 2 kali sehari untuk melihat inbox dan postingan group backpacker yang saya ikuti. Saya memang lagi getol mengikuti group ini karena saya ada plan travelling akhir desember sampai awal Januari 2015. Sampai hari ini, Jumat 21 November, saya belum pernah sengaja lihat “newsfeed”, pernah tidak sengaja saya terklik newsfeed, 1 detik saja saat saya akan mengalihkan tombol saya ke notifikasi, mata saya sudah menangkap beberapa status soal kenaikan BBM, 1 detik saja terasa tidak enak membacanya. 1 minggu ini terasa lebih baik, saya lebih produktif. Saya akan melanjutkan hal ini sampai seterusnya, kalau perlu nggak usah liat-liat kalo nggak kangen teman-teman

I encourage you to do that too friends. Ayolah, kita sama-sama tau kecanduan smart phone ini sudah demikian parah, kita mulai dari diri kita

No comments: