Wednesday, June 14, 2017

Berbeda Tapi Sehatea

Bagaimana sejauh ini puasanya teman-teman? Tetap sehat kan? Saya sering nih ikutan buka puasa dimana-mana, meski saya tidak menjalankan puasa. Biasnya karena undangan atau buka puasa dengan komunitas yang saya ikuti. Saya datang dan menunggu bedug bersama teman-teman. Ikut merasakan menahan nafsu ketika makanan lezat mengundang air liur didepan mata. Saya menunggu azan magrib sebelum saya menyeruput teh hijau panas kesukaan kami.

Kalau sedang buka puasa, saya sering mengingatkan teman-teman untuk menjaga kesehatan. Memang agak cerewet pada teman-teman. Bukan apa-apa, setelah puasa selama lebih dari 12 jam, kadang saya masih melihat teman "asal" makan dan minum.  Bukan makanan dan minuman yang baik buat tubuh, tapi hanya yang enak buat mulut saja. Saya mengingatkan, tubuh butuh nutrisi dan anti oksidan agar kondisi tetap fit menjalani hari-hari puasa berikutnya.



Kalau sedang travelling atau kumpul-kumpul, saya selalu bawa Teh Hijau Kepala Djenggot. Teh yang disediakan di hotel sering tidak cocok dengan selera saya. Jadi mending bawa sendiri, karena Teh Hijau Kepala Djenggot saya juga sudah yakin khasiatnya. Seperti kita tahu, teh hijau kan sangat kaya akan anti oksidan. Sangat ampuh melawan radikal bebas yang merugikan kesehatan. Teh hijau juga terbukti secara klinis mampu menurunkan berat badan. Setelah lelah seharian berjalan kaki mengunjungi tempat-tempat wisata, saya biasanya memanaskan air di kettle yang disediakan di kamar hotel untuk diminum beramai-ramai. Tinggal diseduh dengan air panas, jadi deh minuman sehatnya.  



Teman-teman saya di foto yang ada disini adalah teman sepeda dan travelling. Putri, Benia dan mbak Dian dan saya itu sangat berbeda latar belakangnya. Ada yang batak, melayu, batak sunda dan bugis jawa. Selain suku, agama kami pun berbeda. Tapi perbedaan tidak pernah menjadi masalah. Masing-masing menjalankan kepercayaan sendiri. Walau ketika traveling, diperjalanan ada perbedaan pada makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Saya selalu menyerahkan pada mereka untuk memilih rumah makan. Ini adalah salah satu bentuk tenggang rasa dan toleransi diantara kami. Kami saling menghargai satu sama lain. Saling mengunjungi ketika merayakan hari besar masing-masing juga sudah menjadi kebiasaan diantara kami. 

Meski berbeda kami tetap #sehatea, karena, mengapa tidak? Kita bisa bersahabat meski berbeda, setuju nggak teman? Perbedaan itu mustinya tidak perlu dipermasalahkan. Kita hidup di Indonesia, dimana penduduknya memiliki berbagai agama, suku dan ras. Tidak mungkin kita hidup di Indonesia hanya dengan berteman atau berinteraksi dengan teman yang memiliki agama, suku dan ras yang sama saja. Keberagaman mustinya menjadi warna-warna kehidupan yang warna warni itu indah bukan? 

Teman-teman punya sahabat yang berbeda tapi tetap #Sehatea? Yuk bikin tulisan diblog supaya jadi inspirasi buat banyak orang untuk menghargai perbedaan. Supaya jadi inspirasi yang lain untuk hidup berdampingan dengan damai. Share di komentar juga boleh :) :)









4 comments:

danan wahyu said...

Teman piknik dalam suka dan duka ketinggalan pesawat

Nasi Kotak Semarang said...

boleh juga teh nyaa ,,terima kasih referensinya :)

Anonymous said...

Kita beda tapi #sehatea juga kan kak? ��

citra said...

wah coba ya tehnya, mungkin berasa liburan lagi jajajaja