Karena tiket yang menggila, dan mencapai angka 3 jeti, saya mengambil alternatif bis untuk trip saya ke Thailand. Berangkat dari Pelabuhan Batam Center naik kapal jam 11.40 pagi, lalu menyambung dengan bis dari Johor jam 7 malam. Saya menyiapkan banyak waktu untuk perjalanan dari Stulang Laut (pelabuhan di Johor) ke terminal bis yang namanya Larkin untuk menjaga-jaga siapa tau saya nyasar karena saya akan naik bis umum (bukan taksi).
![]() |
| Fairy Stream, Mui Ne, Vietnam |
Saya meninggalkan mbak Violet galau untuk mencari penginapan, saya sudah mendengar bahwa penginapan di Mui Ne lebih mahal dari pada HCM, karena disana biasanya resort. Saya berhenti di beberapa penginapan dan harganya diatas $ 20. Bahkan Backpacker hostel pun harganya $ 20. Saya nampaknya harus iklas dengan harga sekian, fikir saya.
![]() |
| Foto salah satu tahanan Prison S-21, sedih banget ya ekspresi nya :"( |
Besok paginya kami dijemput mobil untuk dibawa ke stasiun bis tepat jam 7.30, kemudian diturunkan persis disebelah sebuah bis besar. Inilah bis yang akan membawa kami ke Phnom Penh. Kami masuk dan langsung ditatap oleh puluhan pasang mata. Mungkin bukan saya yang menarik mata mereka, karena saya mirip dengan orang lokal, tapi Jessica, atau mungkin juga ransel-ransel kami yang besar.
![]() |
| Saya mejeng di Angkor Wat |
Tadinya Jessica (teman jalan yang baru kenal dalam perjalanan menuju Siem Reap) ingin malam tahun baruan di Phonm Penh, karena kota itu lebih besar dari Siem Reap. Dia berfikir tahun baru disana akan lebih meriah, tapi karena saat itu tanggal 30, nampaknya semua turis berbondong-bondong menuju Phnom Penh, jadi Jessica kehabisan tiket. Dia memutuskan untuk pergi ke Phnom Penh
Menuju Siem Reap
Saya memesan tiket bis dengan
harga 400 baht atau 160 ribu rupiah melalui hostel saya, katanya saya akan
dijemput sekitar jam 8 dan saya harus sudah stand by jam jam 7.30. Seperti
biasa saya sudah terbangun sejak jam 5 dan sudah grasak grusuk sendiri
mempersiapkan keberangkatan sementara kamar dorm gelap tanpa lampu. Saya memang
sudah packing malamnya, tapi peralatan mandi dan baju yang saya pakai tidur
kemarin harus saya pack lalu dimasukkan kedalam ransel. Saya rasa penghuni lain
kamar itu ada yang mengutuk dalam hati dengan segala bunyi kresek-kresek yang
saya timbulkan.
Saya membaca (lagi) sebuah artikel yang menyarankan pembacanya untuk berhenti menggunakan facebook, sebelumnya saya juga pernah baca artikel yang mirip. Ada beberapa alasan yang diungkapkan diantaranya, waktu yang terbuang sia-sia, kecanduan yang membuat kita lupa dengan orang yang ada disekitar kita, perasaan tidak bahagia ketika melihat orang lain yang hidup “terlihat sukses”, dan saya setuju dengan efek negatif yang disebutkan
Tulisan ini lanjutan dari tulisan pertama soal jalan-jalan ke Beijing, Cina
. Summer Palace
| Summer Palace, Beijing |
Saat saya merencanakan perjalanan ini saya sedang tinggal dan bekerja di
Suzhou, Povinsi Jiangsu. Perjalanan ke Beijing akan
menjadi perjalanan terakhir saya di Cina, karena saya akan kembali ke
Indonesia, saya tentunya tidak ingin meninggalkan Cina sebelum melihat tembok
yang terkenal itu
About Me
ABOUT AUTHOR
Rina, a girl who like travelling and add a little adventure to her life
POPULAR POSTS
Categories
- Bangkok 2
- Batam 32
- Bike Tour 9
- Bintan 12
- Cambodia 3
- Cina 4
- Citra Warna 2016 4
- Filipina 7
- Guyon 5
- Health 8
- Jalan-Jalan Ransel [Backpacking] 44
- Jambi 3
- Japan 2
- Jepang 2
- Johor 3
- Kamboja 3
- Kepri 12
- Kuala Lumpur 4
- Kuliner 14
- Laos 2
- Luar Negri 19
- Malaysia 12
- Mendaki Gunung [Hiking] 16
- Myanmar 5
- Olah Raga 17
- Phillipines 7
- Renungan 1
- Review 13
- Sepeda 10
- Short Note 1
- Singapore 4
- Sponsored Post 26
- Sports 15
- Sumatera Barat 3
- Thailand 8
- Thought 16
- Tips 10
- Touring Sepeda 11
- Vietnam 3



