Tuesday, November 1, 2016

Nikmati Sehat Kalian (Tribute to jalankemanagitu.com)

Satu halaman didedikasikan buat Iqbal di buku Jelajah Kepri, foto: Dian
Saya mengenal Iqbal di group Anak Pulau, group ini berawal dari Backpacker Dunia cabang Batam, yang terlalu banyak membicarakan pulau-pulau di Batam, yang dianggap tidak berhubungan lagi dengan Backpacker Dunia. Di group ini saya kadang membaca sedikit-sedikit Iqbal menyinggung soal penyakitnya. Tapi tidak banyak. Saya malah mendengar cerita soal sakit Iqbal yang sebenarnya dari teman Anak Pulau yang lain. Jadi, sebelum saya bertemu Iqbal, saya sudah tahu kalau Iqbal adalah pengidap kanker


Saya bertemu pertama kali ketika ada pertemuan Blogger Kepri dengan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Bapak Guntur Sakti & staff-staffnya di sebuah restoran. Dia masih nampak sehat. Lalu bertemu lagi di sebuah mall, dia dengan istrinya yang menggendong anak, dan mertua perempuannya. Sehat dan tersenyum cerah menyapa. Tapi saya bisa melihat Iqbal yang saat itu sudah lebih kurus dari foto-fotonya dulu. Dia mulai kehilangan berat badan

Kemudian saya ingat bertemu lagi di acara gathering dengan JNE, 19 April 2016. Iqbal sudah kurus. Dia kesusahan hanya untuk sekedar duduk bersama kami. Katanya sakit jika duduk. Dia bertanya pada pelayan dimana dia bisa berbaring sebentar. Pelayan memberikan tempat. "Nanti kalau kuis panggil ya" katanya kepada kami. Lalu dia pergi untuk baringan

Kami beberapa kali menjenguk  kerumahnya & juga kerumah sakit beramai-ramai. Ketika ulang tahun Juni, kami memberikan kejutan membawakan kue ulang tahun kerumahnya.

11 Juni 2016 dia mengirimkan rekaman dia sedang bernanyi sebuah lagu, berjudul Musahabah Cinta, yang bercerita  tentang seseorang dengan sakit parah (Lagu bisa didengar disini). Jarang Iqbal mengirimkan kesedihan seperti ini. Dia biasanya selalu berfikir dia akan sembuh


Beberapa minggu menjelang kepergiannya Iqbal tidak bisa makan. Semua  yang dia makan dimuntahkan. Dia hanya bertahan dari infus dan beberapa sendok susu setiap hari. Disinilah kondisinya memburuk hingga mengehembuskan nafas terakhir pada tanggal 13 Oktober 2016

Suasana berkabung menyelimuti group, kami memantau perkembangan berita kapan dan dimana Iqbal disemayamkan dan dimakamkan. Kami juga ikut memberangkatkan Iqbal kepemakaman. Saya pribadi memberangkatkan Iqbal dari rumah orang tuanya, karena dihari kerja, saya tidak ikut ke pemakaman

Mengapa Bisa Mengidap Kanker

Saya sebagai orang awam pasti selalu bertanya-tanya mengapa dan bagaimana kanker itu terjadi. Karena saya pernah mempunyai benjolan, yang ketika ditemukan-diobservasi-diangkat dan hasilnya belum keluar dari laboratorium, membuat saya melakukan banyak riset online mengenai kanker. Karena ada kemungkinan benjolan tersebut adalah kanker. Walau kemudian saya diberitahu benjolan tersebut tidak berbahaya, ketakutan itu masih ada difikiran saya. Saya berusaha untuk hidup lebih sehat, sejak operasi itu

Berbagai bacaan membuat saya paham bahwa penyebab kanker masih misteri. Ada berbagai faktor diketahui dapat mencegah kanker, antara lain; menghindari tembakau, alkohol, sinar matahari, makan-makanan sehat, dan aktif secara fisik. Selengkapnya bisa dibaca disini, disini, dan disini (maaf ya, artikelnya bahas inggris, soalnya nyari yang bahasa Indonesia nggak ketemu). Makanan sehat adalah salah satu hal dapat menekan kemungkinan terkena penyakit yang membunuh 575.000 orang ini.

Ketika kami mengunjunginya dirumah, Almarhum Iqbal mengatakan keluarganya tidak mempunyai sejarah kanker. "Bapak Ibu masih sehat" katanya menambahkan. Tapi dia menceritakan dulu dia sering, nyaris setiap malam mengkonsumsi mi instant. "Siangnya gaul, malamnya musti hemat". Begitu kira-kira kalimat dari beliau. Bukan menyalahkan mi instant secara membabi buta, tapi, kita tahu bahwa mi instant adalah salah satu makanan yang kurang serat dan yang dikandung kebanyakan hanya karbohidrat, garam dan penyedap. Bukanlah makanan yang baik kandungan gizinya. Jika terus menerus mengkonsumsi, mungkin tubuh kekurangan gizi yang dibutuhkan, yang membawa pengaruh buruk buat tubuh.

Istri Iqbal mengatakan dia bukan hanya tidak suka makan sayur, tapi juga suka makan junk food. Ini dikonfirmasi di catatan Iqbal disini. Catatan Iqbal "saya yang aslinya nggak doyan sayur per 17 Juni mulai makan sayur yang banyak, sesuai petunjuk food combining"

Dibawah ini kutipan dari blog Iqbal yang lain:

Meski sudah tahu punya kanker rektum stadium 4, sampai tanggal 16 juni 2016 saya termasuk orang yang cueeek banget soal makanan. Bayangkan, meski udh terkapar di kasur sejak februari, saya masih makan ayam bakar taliwang, KFC dan es krim magnum classic. Semuanya favorit.

Penyebabnya: saya nggak tahu makanan berperan besar pada kesehatan dan kesembuhan. 
Kemarin-kemarin itu saya semata-mata mengandalkan kesembuhan dari celana terapi ECCT buatan Dr.Warsito. Saya nyerah. Nggak bisa lagi nih cuma ngandelin celana terapi. Akhirnya saya terima tawarin istri sejak lama untuk ber-Food Combining.  

Jujur Beraaaaaaattttt banget. Karena:
1. Saya nggak suka sayur. Tanya aja sama istri saya betapa sebelnya dia sama saya kalau udah bicara sayur.
2. Saya hobi ngemil. Coklat, snack, kue2, eskrim, apapun.. Nyam2

Mungkin kebiasaan makan ini berkontribusi pada penyakit beliau. Kita hanya bisa menduga. Saya juga tidak mengerti kebiasaan almarhum sehari-hari.

Beberapa kali Iqbal mengatakan kepada kami, "nikmatilah sehat kalian" membuat saya mengingatkan diri sendiri, bahwa sehat yang kami punya harus disyukuri dan dinikmati. Kami harus menjaganya, karena jika tidak, esok mungkin nikmat itu bukan milik kami lagi

Chat di group 28 Mei 2016, Iqbal mengungkapkan ia ingin mulai berolah raga :(
























Almarhum sudah menjadi pengingat untuk bersyukur dan menikmati kesehatan, dan untuk menjaganya

Selain sakit diakhir hidupnya, menurut saya Iqbal punya hidup yang hebat. Dia bekerja di sebuah bank ternama, punya istri yang baik dan seorang anak yang lucu. Blognya www.jalankemanagitu.com selalu muncul di halaman pertama mesin pencari jika anda memasukkan nama-nama tempat wisata di Batam dan Kepri (ini adalah salah satu petunjuk kepopuleran sebuah blog). Dia sudah ada di masa emas hidupnya.. Melihat perjalanannya di blog saya bisa melihat dia punya hari-hari yang menyenangkan, selama 29 tahun yang dia punya. Semoga dari alam sana dia bisa melihat kebelakang dan bilang: "Saya punya hidup yang menyenangkan"

#TributetoIqbalRois
#TributetoJalanKemanaGitu


11 comments:

Chaycya O Simanjuntak said...

"Nikmatilah nikmat sehat kalian," thanks Iqbal..
Again and again, every time i remember you, i just remember Deeva's face and pray for her. RiP .

Kangen becanda ama almarhum.. Ah tak bisa lagi lebih tepatnya ya kak Rin.

May Sarah said...

aku juga doyan mie...bisa tuh seminggu 5x , asal tengah malam lapar itulah yang dimasak

Rina said...

Cahaya: dia sudah tenang

Rina said...

Sarah: jangan sering-sering mbak, kalau makan mi instant, tambahin tomat, sayur dll, jadi ga cuma karbohidrat aja (ada gizinya)

Dian Radiata said...

Iya bener kak Rin.. Iqbal sudah jadi pengingat, bahwa nikmat sehat itu luar biasa!

Dian Radiata said...

Iya bener kak Rin.. Iqbal sudah jadi pengingat, bahwa nikmat sehat itu luar biasa!

Wadiyo said...

menarik ya...
terus jalan-jalan dan salam kenal

Haryadi Yansyah said...

Aku juga jadi kesentil lagi buat jaga kesehatan pasca berpulangnya Iqbal. Miss u bro

mohamad maes fauzi said...

Tips hidup sehat:

Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

Isilah perutmu dg:
Sepertiga makanan
Sepertiga air
Sepertiga udara.

Kisah Iqbal mengingatkan kita akan begitu berharganya kesehatan.

Lina W. Sasmita said...

Selalu kangen sama celotehannya di grup. Padahal dihitung-hitung ternyata kita baru setahun tepatnya berteman akrab sama beliau. Tapi rasanya udah kayak teman lamaaa banget.

Zamhari Contoh Esai said...

Jadi pengen meresensi bukunya....

izin ya hehe