10 Tahun Lalu dan Sekarang

Di Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja
Kemarin sempat heboh postingan "10 Years Challange". Challange ini adalah memposting foto perbandingan 10 tahun lalu dan sekaranf. Entah dari mana asal muasal hebohnya postingan ini, tapi saya lihat ada selebriti luar yang saya follow juga ikutan posting soal ini di akun Instagramnya


Saya memang banyak tidak mengerti asal muasal suatu kehebohan di dunia maya. Kalau orang muda sekarang bilangnya "kudet" alias kurang update. Tapi saya memang memilih tidak mencari tahu. Saya juga sering memilih tidak mau ikutan banyak hal yang "ngetrend" di dunia maya, misalnya mengucapkan selamat hari ibu. Soalnya emak saya tidak mengerti internet dan tidak ada tradisi merayakan hari ibu di keluarga kami, tapi tradisi setoran setiap bulan sih ada :-p. Ketika melihat sesuatu yang tidak saya mngerti biasanya saya mengabaikan saja. Atau ketika ingin tahu saya cukup bertanya pada orang disekitar saya

Contoh hal lain yang saya tidak mengerti adalah kasus prostitusi online dengan tarif 80 juta yang sangat heboh belakangan ini. Saya berusaha bertanya kepada beberapa orang teman tentang apa pentingnya kasus itu hingga seluruh Indonesia heboh, dan seperti biasa, orang-orang merasa perlu mencetuskan pendapat, hujatan atau sahring meme tentang hal itu. Bertanya pada teman tetap tidak menjawab pertanyaan saya terjawab, googling pun demikian. Apa pentingnya seseorang yang mencari uang dengan menjajakan jasa prostitusi? Bukankah hal itu hal yang biasa saja? Bahkan terjadi setiap saat, bahkan dijalan raya dimana semua mata bisa melihat. Apakah karena harganya? Buat situ 80 juta mahal. Buat kalangan tertentu mungkin biasa saja. So what? Banyak hal di dunia ini bisa dibeli seseorang dengan mudahnya, sementara hal itu hanya impian buat orang lain. Seperti misalnya rumah. Banyak orang yang tidak mampu membeli rumah mungil sekedar tempat tinggal. Tapi banyak orang yang punya rumah mewah hingga beberapa unit. Ada yang tidak mampu untuk sekedar pulang kampung, sementara orang lain berkeliling negara-negara di benua lain hanya untuk bersenang-senang.

Inle Lake, Myanmar
Lantas apa yang luar biasa? Apakah karena menyangkut selangk*ngan, lantas kemudian menjadi hal yang lebih menarik untuk diperbincangkan?

Rupanya pada ingin ikut ambil bagian, walau hanya di bagian komentar

Kembali ke soal posting kilas balik 10 tahun tadi, saya tidak ikutan karena memang nggak tertarik. Lagian wajah saya nggak beda-beda amat kayaknya dengan 10 tahun lalu. Well, mungkin sekarang imutnya sedikit berkurang. Uhuk..

Beberapa postingan cukup menarik karena menampilkan perbedaan yang mencolok dari segi fisik, maupun kisah yang dituliskan me ndampingi si foto. Tapi kebanyakan hanyalah foto yang nampaknya menunjukkan perbedaan fisik maupun penampilan seseorang dalam 10 tahun, yang biasanya pasti cakepan yang sekarang, iya kan? kamu juga kan? hayo ngaku!

Nemenin David Becham Latihan di Museum Madame Tussaud Bangkok


Karena "10 Years Challange ini saya sempat juga melamun dan jadi berusaha mengingat, dimana saya 10 tahun lalu? hmmmm

Saat itu saya masih tinggal di Jakarta, lengkap dengan KTP bergambar Monas

Saya jadi ingat, rupanya sudah 10 tahun, operasi usus buntu yang nyaris mengambil nyawa saya, dan juga menjadi salah satu alasan saya meninggalkan Jakarta

Saya bokek, sakit, patah hati, dan butuh istirahat untuk memulihkan diri

Usus buntu saya sudah pecah dan membusuk hingga mengancam nyawa saya. Kondisi saya sangat parah, yang membuat saya harus dibedah segera.

Singkat cerita saya dioperasi, ibu saya terbang dari Batam untuk merawat saya di Rumah Sakit. Saya tidak bisa duduk, berjalan, atau makan. Semua saya lakukan dengan bantuan. Hendak duduk dibantu dengan dorongan, hendak berdiri ditarik, berjalan harus dipapah. Saya tidak bisa mandi, tidak bisa apa-apa

Singkat kata saya ikut ibu saya kembali ke Batam untuk memulihkan kondisi saya. Kemudian saya menetap di Batam

Jadi apa perbedaan saya dengan 10 tahun lalu?

1. Pindah kota tinggal

2. Punya tato kelabang diperut alias bekas operasi yang cukup besar

3. Pindah kerja di tempat yang lebih baik

4. Sudah tidak naik gunung karena nyaris tidak ada gunung di Batam dan sekitarnya

5. Lebih banyak travelling ke luar negeri.

Karena posisi Batam yang berdekatan dengan negara tetangga, lebih mudah buat saya untuk jalan-jalan keluar negeri (setidaknya Asia Tenggara). Dulu untuk jalan-jalan ke kota lain di pulau Jawa saya tinggal naik bis PO Primajasa bentar aja udah sampe di Bandung atau Tasikmalaya. Sekarang? Segalanya dibatasi laut.

Enaknya, Batam dekat dengan negara-negara lain di Asia tenggara. Tinggal menyeberang ke Johor, posisi sudah 1 daratan dengan banyak negara lainnya. Artinya banyak negara yang bisa dikunjungi dengan bis. Karena keuntungan inilah saya sudah mengunjungi hampir semua negara Asean, kecuali Brunei.

6. Merasakan menjadi expatriate. Saat itu saya bekerja di Suzhou, Cina. Dan sekarang saya bekerja di Bangkok

Kalau soal tampang yah masih "begitu-begitu" aja. Nggak banyak berubah. Mata masih hitam, rambut masih hitam, walau sempat diwarnain sih dulu :D

Kalau teman-teman apa yang berubah dalam 10 tahun?

Share:

14 comments

  1. 10 tahun lalu ?
    Wah masih kelonan dengan anak anak ����

    ReplyDelete
  2. 10 tahun lalu anak Saya masih satu, sekarang alhamdulillah sudah dua :)

    ReplyDelete
  3. Berharap sih bisa keliling asia tenggara juga. Challengenya ya coba liburan pake bis gitu, pasti seru kali ya, ke malaysia, thailand, vietnam pake bus. Ulala~

    ReplyDelete
  4. Wow, ternyata kak Rina pernah operasi usus buntu yg sangat parah. Tuhan masih sayang ya kak, diangkat segala penyakit itu dan sekarang bisa jadi expatrite untuk yg kedua kali, eaaak. Kalo muka emang ga jauh beda sama yang dulu kayaknya.

    ReplyDelete
  5. 10 tahun lalu saya masa transisi dari siswa ke mahasiswa.
    kalo yg lain gak perubahan, termasuk berat badan yang stabil begitu2 saja. wkwkkwk

    ReplyDelete
  6. Jadi pengen diajarin nulis :)

    ReplyDelete
  7. Dan aku 10 tahun lalu pun di Batam Batam aja wkwk

    ReplyDelete
  8. 10 tahun yang lalu? Saya masih di Pekanbaru, BB saya hanya 55 kg (terbilang kurus dibanding sekarang), IRT dengn 2 anak. Sekarang udah beda..

    ReplyDelete
  9. Kak Rina..merinding baca ttg operasinya.. Sempat brp lama kah di Jakarta?
    Klo saya, 10 tahun lalu, baru tahun pertama kuliah, masih gesit rasanya kesana kemari, berasa fit (berasanya aja..hehe..).. sekarang sudah pindah kota juga, dan banyak hal lagi.. hmm.. jd ingin nostalgia sendiri..

    ReplyDelete
  10. 10 tahun lalu, eijk baru jd pekerja pemula di kantor dengan gaji seadanya. wkwkwk
    Tak terasa ya kak, puji Tuhan kak Rina sehat sampai skrg, terbebas dari usus buntu. Btw, kirain tato beneran rupanya bekas jaitan. haha

    ReplyDelete
  11. Keren loh perjalanan hidup rina. Bisa ngerasain travelling dan jadi expatriat

    ReplyDelete
  12. 10tahun yang lalu sayaa masih ngejar dosen buat skipsi hehehe. wah mba lina eman sudah bepetualang dari dulu ya. Makin banyak tempat makin banyak makna ya. Sekarang di batam makin cinta gak?

    ReplyDelete
  13. 10 tahun lalu aku masih jadi maba (mahasiswa baru) kak, hehhee.

    ReplyDelete
  14. Jadi ikutan mengenang 10 tahun lalu nih. Sepuluh tahun lalu aku dimana ya, sepertinya masih berkutat dengan bakteri di lab mikrobiologi deh

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir, silahkan tinggalkan pesan untuk tulisan ini yaa. Terimakasih