Tour Sepeda Ke Daik, Pulau Lingga


Pegunungan yang selalu terlihat kemanapun kami
selama di Pulau Lingga
Pulau Lingga terletak di Propinsi Kepulauan Riau, dengan jarak sekitar 4 jam naik kapal dari Batam. Long weekend liburan Imlek kemarin saya melakukan touring sepeda dengan teman saya Lina, ke tempat yang merupakan Kabupaten termuda di Kepulauan Riau ini. Lingga memang baru resmi menjadi Kabupaten pada tahun 2004 dan diresminkan Mentri Dalam Negeri.


Kami menumpang kapal trayek Batam - Daik yang berangkat dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Pelabuhan Sei Tenam. Ongkos kapal adalah Rp 185.000 one way, dan menjadi Rp 370.000 pp. Sepeda yang kami bawa tidak dikenai biaya. Kapal berangkat dari pelabuhan Telaga Punggur jam 09.30. Penumpang penuh, bahkan beberapa orang tampak duduk di badan kapal di bagian belakang, karena semua kursi penuh terisi. Kapal bergoyang cukup keras karena ombak lumayan besar. Tidak terlihat besar oleh mata, tapi terasa dari guncangan kapal.

Kami tiba di Pelabuhan Sei Tenam sekitar pukul 13.00. Karena sudah melewati jam makan siang, perut sudah bernyanyi sedih, kami segera makan di pelabuhan. Tidak ada pilihan lain selain mi instant rebus. Menurut informasi yang kami dapat, perjalanan akan melewati hutan dan tidak ada warung. Setelah makan kami mulai mengayuh sepeda, perjalanan hari itu sekitar 39 km. Perkiraan jarak ini kami dapatkan dari Google Maps

Jalanan naik turun dan sangat sepi. Kendaraan yang melintas cukup jarang. Wajar saja jika melihat tidak banyak bangunan dijalan. Hanya ada beberapa pondok dan ladang. Bisa dipastikan yang melintas hanya mereka yang menuju  dan kembali dari pelabuhan, atau peladang. Dikiri kanan jalan terdapat hutan-hutan lebat, sesekali nampak ladang merica atau yang disebut Sahang dalam bahasa lokal. Hampir setiap ladang yang kami lihat adalah ladang merica, mungkin 90%

Video perjalanan kami



Kami dapat melihat Gunung Permata sejak mulai dari pelabuhan. Sekitar 2 jam mengayuh sepeda, kemudian Gunung Daik terlihat. Kedua gunung ini menjadi pemandangan yang menemani kami hingga Daik. Pemandangan yang cukup unik mengingat Kepulauan Riau yang biasanya akrab dengan pemandangan laut dan pantai.

Jalanan luas dan sepi




Pantai Pasir Panjang

Balai Masyarakat Melayu dengan latar pegunungan dibelakangnya

Gunung Permata & Gunung Daik selalu terlihat kemanapun kami saat berada di Lingga. Tak heran Gunung Daik menjadi bagian penting dan menjadi alasan nama "Lingga" dibuat menjadi nama pulau ini. Menurut situs resmi Kemedikbud, Lingga berasal dari kata "ling" yang artinya naga, dan "ge" yang artinya gigi. Hal ini karena orang Tionghoa melihat bentuk puncak gunung Daik yang seperti gigi/tanduk naga.

Diperjalanan ada masalah dengan sepeda Lina karena ada tali tas yang nyangkut ke derailleur. Hal ini menyebabkan derailleur menjadi miring, dan fungsi gigi terganggu. Lina hanya bisa mengganti hingga ke gigi 6, rantai berpindah-pindah sendiri. Ada juga bunyi gesekan setiap melewati tanjakan. Kami berhenti beberapa kali untuk memperbaiki sebisa kami. Karena kami bukanlah orang yang bisa memperbaiki sepeda

Walau tidak mudah, sepeda tetap bisa dikayuh hingga Daik, namun perjalanan kami sedikit lambat karena beberapa kali harus berhenti

Daik

Daik pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Lingga

Bersambung...








Share:

16 comments

  1. Aku degdegan banget waktu ada yang nyangkut di sepeda itu. Takut nggak bisa melanjutkan perjalanan karena sepeda kenapa-kenapa.

    ReplyDelete
  2. Kapal yang bisa membawa sepeda hanya bisa merapat di Sei Tenam? Kalau di Tanjung Buton nggak bisa? Kalau dari Sei Tenam ke Daik lebih jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada rutenya kalau dari Batam. Kapal Batam Lingga hanya melewati Sei Tenam saja gak ke Tanjung Buton. *bantu jawab.

      Btw aku pernah googling tentang Lingga, ternyata dikau pernah ke Lingga ya. Ngebolang sendirian gitu? Keren lah, jarang² kan traveller blusukan ke Lingga.

      Delete
    2. Iya, tahun 2016 silam, karena di Lingga ada air terjunnya. :D

      Sebenarnya asik juga ya nyepeda di Lingga kalau ada sepedanya, hahaha.

      Delete
  3. Mawi Wijna: Kalau dari batam hanya tersedia ferry ke Sei Tenam aja mas.

    Kalau mau ke Tanjung Buton berangkat dari Tanjungpinang. Terimakasih sudah mampir di blog saya

    ReplyDelete
  4. Sama mba lina yaa seruu banget sepedaan mba..ngomong2 pulau lingga..apa ayah terinspirasi kasih namaku dr sini ya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ditanya ayahnya mbak haha, saya juga penasaran hihi

      Delete
  5. Pemandangan cakep . Ntar kalau touring ke jakarta mampir ke rumah mpo ya. Mpo juga punya sepeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aseeek, ada teman buat sepedahan di Jakarta :D

      Delete
  6. wah... asyiknya ngowes ke pulau daik yang sepi dan jalannya lumayan terjal... semangat sist... pemandangannya menggoda deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak terjal kok sis, cuma nanjak :p

      Delete
  7. Penasaran deh sama cerita Pulau Lingga. Katanya tour guide (markitrip) waktu aku main ke Bintan, underwaternya juga keren di sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kalo underwater belum nyoba, tapi kalau dibilang begitu saya percaya, karena perairan Kepri emang keren lautnya biasanya

      Delete
  8. kemarin aku dan temanku baru bahas tentang pulau Lingga ini mbak... lumayan jauh ya dari kota batam itu sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh mbak, naik speed boat 4 jam

      Delete
  9. jalannya mulus dan gede ya mbak. Keren

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir, silahkan tinggalkan pesan untuk tulisan ini yaa. Terimakasih