Sunday, October 16, 2016

Cara Mengirim Paket ke Luar Negri dengan EMS Service Pos Indonesia

Saya hendak mengirimkan paket yang berisi kaset lama ke Jepang. Tadinya saya akan mengirimkan paket ini melalui Fed*x karena kantor saya memiliki akun perusahaan di forwarder ternama ini. Dengan adanya akun kantor, jika saya "nebeng", saya akan mendapat potongan harga yang lumayan

Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia di Chiang Rai, The White Temple (Wat Rong Khun)


Saya menghubungi sales Fed*x untuk menyampaikan bahwa pengiriman saya yang satu ini akan saya bayar cash, lalu melakukan pemesanan penjemputan online seperti yang biasa saya lakukan. Fed*x menjemput dan meminta packing list dan invoice. Saya bilang saya tidak punya packing List Invoice karena pengiriman ini pribadi. Tapi Fed*x bilang Packing list/Invoice adalah keharusan meski barang pribadi. Jika saya membuat Packing List/Invoice dengan nama perusahaan, maka pengiriman ini akan mempengaruhi laporan pajak dan lain-lain ke Bank Indonesia. Jika saya membuat atas nama sendiri harga paket tanpa diskon untuk berat sekitar 1 kg mencapai 1.1 juta ++ (dengan diskon perusahaan sekitar 800 ribuan)

Dari Hostel ke Hostel


Saya akhirnya memutuskan untuk mengirim paket dengan Pos Indonesia. Menurut yang saya baca, PT.  Pos Indonesia menjalin kerjasama dengan DHL Express untuk layanan EMS (Express Mail Service), khusus untuk paket pengiriman keluar negri. EMS menggunakan jaringan DHL Express di 230 negara dan sudah melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia sejak tahun 2005

Tanda terima dari kantor pos
Formulir EMS
Sepulang kerja, saya langsung  ke kantor pos yang berada di Batam Center dekat BP Batam, walau sudah lewat dari jam 5 sore, mereka masih buka lho. Katanya sih sampai malam. Saya ditanya datang untuk keperluan apa, setelah menjelaskan, si bapak security memberikan 2 formulir  untuk di isi. Yang pertama formulir EMS, yang kedua formulir untuk bea dan cukai.

Formulir EMS meminta kita untuk menuliskan alamat tujuan paket, isi paket dan alamat pengirim. Sedangkan formulir bea cukai adalah mengenai nilai barang yang dikirim. Setelah mengisi kedua form, saya mengambil nomor antrian. Keren euy, udah kayak bank ya pake nomor antrian, jadi kita bisa ngantri sambil duduk manja. Biasanya kalau saya ke kantor pos, antrinya harus berdiri.

Tiba giliran, saya menyerahkan formulir dan paket dengan deg-degan, karena khawatir ada kendala lagi. Menurut info Fed*x, peraturan import Jepang sangat ketat, kadang karena penolakan pihak cukai Jepang, paket harus dikembalikan ke pengirim.

Petugas pos menerima formulir saya lalu melakukan penimbangan. Saya harus membayar Rp. 477,989 untuk paket dengan berat 1.400 gr, sebesar kotak sepatu (saya memang menggunakan kotak sepatu untuk kotaknya)

Saya membayar, menerima kuitansi, selesai. Murah banget dibandingkan dengan forwarder sebelah. Dan caranya mudah banget. Tidak meminta Packing List/Invoice segala

Melacak Posisi Paket

Setelah paket terkirim, esoknya saya langsung memeriksa dimana posisi paket. Laporannya seperti dibawah ini.
Tracking 1 hari setelah pengiriman, belum ada pergerakan

Hari ke 3 paket sudah tiba di Jepang

Hari ke 6 paket sudah diterima teman saya
Seterusnya terjadi pergerakan hingga di hari ke 6 paket sudah diterima teman saya. Wow, cepat yaaa. Memang di website PT Pos Indonesia disebutkan lama pengiriman adalah 3 hingga 5 hari kerja (diluar urusan custom). Paket saya memang sudah tiba di bea cukai Jepang di hari ke 3. Jadi buat teman-teman  yang mau kirim paket keluar negeri, coba deh ke Pos Indonesia aja. Mudah dan harganya jauh dibawah forwarder ternama. Buat apa bayar mahal-mahal, iya kan? ;)

Tragedi demi tragedi perjalanan Myanmar

Bercengkrama dengan Burung-Burung Indah di Kuala Lumpur Bird Park









4 comments:

sarah eyie said...

cepat banget ngirim keluar negeri cuma 6 hari.... nah saya ngirim ktp dari batam ke kampung pontianak..2 minggu baru nyampai..ya salaaaaaaam...untung2an juga kali ya ngirim lewat pos..

Rina said...

Mungkin karena kerjasama dg DHL mbak Sarah. 2 minggu itu wow banget ya, pake kilat khusus mustinya bisa lebih cepat

sarah eyie said...

mungkin pak pos nya lelah nyari alamatnya kali ya..makanya jadi lamaaa...tapi kalo keluar negeri..nanti ku coba deh..

Yunita said...

Ntaps nih inpo nya Kak...