Tuesday, April 24, 2018

Membuat Hidup Tak Sekedar Hidup

Melihat foto-foto touring bisa membuat saya terharu dan menerawang
Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moment that take our breath away ~ Maya Angelou
                         

Hidup tidak diukur oleh jumlah nafas yang kita ambil tetapi oleh momen-momen yang membuat kita ternganga 


**********


Memasuki umur yang tidak lagi "muda" saya secara sadar melakukan hal-hal yang "lebih "

untuk mengisi tahun demi tahun yang saya lalui, supaya hidup saya lebih berarti. 

Hal ini sebenarnya dimulai saat mengalami kepergian Bapak saya, Juni tahun 2011. Kepergian yang sangat mendadak di usianya yang masih cukup muda, yaitu 61 tahun dan 10 bulan. Bapak pergi karena serangan jantung, tanpa sakit terlebih dahulu, dengan kondisi fisik yang tegap dan terlihat sehat


Karenanya kenyataan bahwa kematian bisa datang dengan sangat mendadak memukul saya dengan sangat keras. Kematian datang tanpa ampun, tanpa kita bisa menolak atau menawar . Bukannya saya tidak melihat kematian mendadak di usia muda sebelumnya, tetapi ketika hal itu terjadi pada orang lain, kita tidak  terlalu memikirkannya dengan mendalam


Lantas apa yang saya lakukan setelah merenung?



Saya membeli asuransi kesehatan dan jiwa tahun itu juga


Saya mulai membayar asuransi November 2011. Walau berkomitmen dengan pembayaran yang panjang seperti ini agak menakutkan, tapi saya bertekad mempersiapkan dari sekarang, ini adalah persiapan biaya jika suatu saat sakit. 


Saya juga ingin, jika seandainya meninggal muda, saya tidak merepotkan emak saya. Saya ingin dia bisa mendapatkan dukungan saya secara finansial seperti biasa, meski/jika saya sudah tidak ada.


Berusaha Untuk Selalu Bahagia


Saya tidak selalu bahagia. Tapi saya selalu berusaha untuk melakukan apa yang bisa menambah suasana 'happy' di hati saya. 


1. Memilih menjauhi orang yang membuat saya selalu stress, walau mereka adalah keluarga sendiri. 


2. Menjauhi teman yang selalu menyebarkan aura negatif, juga teman yang berwajah manis dan ketulusannya sangat meragukan. 

3. Menikmati waktu dengan  teman-teman yang membawa hal positif 

4. Mengurangi waktu bersosial media. Ini tidak mudah, saya selalu berjuang untuk ini. Tantangannya adalah informasi yang saya butuhkan sebagai blogger sering ada di sosial media. 

Mengalahkan rasa takut itu tidak mudah, lihatlah di video ini betapa penakutnya saya sebenarnya



5. Menambah kemampuan diri, diantaranya, awal tahun 2017 saya ke Jakarta untuk belajar membuat perhiasan dari plat tembaga. Membuat perhiasan adalah passion saya dari dulu. Belajar lebih jauh tentang blogging

6. Meninggalkan keadaan dimana saya tidak senang, misalnya kumpul-kumpul dengan teman dimana semua orang menatap layar hp, yang membuat saya kesal. Saya pergi saja. Meninggalkan suatu acara dimana pengundang membuat saya menunggu terlalu lama. Saya juga belajar untuk datang terlambat, karena datang tepat waktu seing membuat saya menunggu lama hingga sangat muak. Saya berjanji pada diri saya sendiri, saya akan pergi dimana saya tidak happy

7. Berusaha berfikir positif. Ini juga sama dengan nomor 4, hal ini tidak semudah diucapkan. Sering saya harus mengingatkan diri, dan sering juga saya menangkap hal-hal negatif dan membuat saya marah. Tapi saya harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya


Belajar membuat perhiasan dengan mengikuti kelas membuat perhiasan di Jakarta
Kiri, perancangan

Tengah, Plat tembaga di las (kiri adalah plat yang sudah dibersihkan, kanan baru saja di las, belum dibersihkan
Kanan, Batu digabung dengan tembaganya
Menambah Petualangan Dalam Hidup Saya

Selagi sehat, tulang masih kuat, saya ingin melakukan petualangan. Wisata santai-santai nanti aja dah kalau sudah tua dan fisik saya sudah tidak mampu. 


Touring sepeda sendirian dari Dumai hingga ke  Pulau Samosir sekitar 500 km akhir tahun 2017 lalu adalah salah satunya. Saya ingin melihat apakah saya mampu. Ini adalah "tes ombak". Saya ingin melakukan touring sepeda yang lebih jauh lagi. Namun karena touring jarak jauh membutuhkan waktu yang relatif panjang. Saya masih menyimpan keinginan saya untuk liburan panjang. Untuk saat ini saya melakukan jarak pendek dulu. 


Walau ada yang mengatakan ke telinga saya sendiri bahwa saya seperti orang gila karena sudah melakukan itu. Buat saya hidup membosankan seperti hidup orang itu yang akan membuat saya gila :p


Tahun-Tahun Dengan Moment Yang Akan Dikenang


2017


1. Touring sepeda selama 9 hari sendirian, melewati perkebunan sawit, hutan dan pedesaan. 3 malam tidur di tenda, 3 malam di hotel dan 2 malam menumpang menginap di pos polisi dan pos pantau mudik Natal


2. Canyoneering di Filipina, menyusuri sungai dan melompati tebing setinggi 16 meter yang membuat saya berdiri lama dan ketakutan sebelum akhirnya melompat


3. Travelling ke Myanmar dengan 3 orang teman. Merasakan suhu 40 derajat C di Myanmar


4. Lari 10 Km yang ke-2 



2016

1. Akhir 2016 hingga awal 2017 saya solo travelling ke Bagian utara Thailand dan Laos. Mengunjungi kuil terindah di Thailand dan Laos. Laos adalah negara yang baru pertama kali saya kunjungi, sedangkan Thailand adalah yang kunjungan kedua


2. Memutuskan membatalkan menikah, kalau ini nggak usah dijelaskan ya haha... hiks


3. Lari 10 km pertama dalam hidup saya


4. Familirization trip ke Kuala Lumpur, Malaysia. Ini adalah perjalanan ke luar negeri pertama  bersponsor. Undangan untuk 4 hari dan di sponsori Kementrian Pelancongan Malaysia. Semua biaya ditanggung. Uhhh rasanya saya blogger beneran deh kalau begini :D



2015


Saya sudah ngeblog dari 2015, isi blog saya kebanyakan soal catatan perjalanan mendaki gunung dan curhat lainnya. Namun sejak 2010 saya vakum ngeblog. 


Setelah beberapa ratus purnama tidak ngeblog, akhirnya saya mengakhiri masa vakum saya dan aktif ngeblog lagi. Hal ini didorong oleh bergabungnya saya di Blogger Kepri. Saya terdorong untuk menulis ketika melihat teman-teman di komunitas rajin sharing tulisan



2014


Pertama kalinya solo travelling ke 3 Negara yaitu Thailand, Kamboja dan Vietnam, saya mengunjungi 6 kota yaitu: Phuket, Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, Ho CHi Minh dan Mui Ne. Ini adalah perjalanan yang saya susun sendiri, mengira-ngira budget sendiri, dan trip paling lama yang saya lakukan, yaitu selama 21 hari



2013


Jalan-jalan sendirian ke Beijing, tanpa tour  dan travel, saya tidak bisa SAMA SEKALI bahasa mandarin, bisa dibayangkan seperti apa petualangan saya, apalagi masih dihembus musim dingin. Note: saat itu saya sedang bekerja di Suzhou, Cina


2012


Menerima bekerja di Cina, cie cie... jadi expatriate ceritanya. Saya bekerja di Suzhou, Cina selama satu tahun


Nah, ada quote nih buat kita semangat membuat hidup lebih hidup (bukan iklan rokok lho ini hihi)


Don't be fooled by the calendar. There are only as many days in the year as you make use of. ~Charles Richards


And in the end, it's not the years in your life that count. It's the life in your years. ~Abraham Lincoln


Ini ada video yang cukup mengharukan, tentang seseorang yang ingin menikmati hidup setiap detik, dengan melakukan tur sepeda, karena dia banyak melihat orang yang hidup dalam rutinitas, lalu tiba-tiba menyadari usia mereka sudah 80 tahun







Apa hal yang kalian pilih lakukan dan berkesan buat teman-teman? Apa alasannya memilih melakukan itu? Share dong di komentar :-)

21 comments:

  1. Jarang baca tulisan yang bisa buat sampe merinding terus 'menampar' diri sendiri. Ini sisi mba rina yang lain ternyata dibanding yg suka ngobrol" sama aku. proud of you :3

    ReplyDelete
  2. Inspiratif kak ceritanya,, dan perjalanannya keren-keren.. jadi inget kata2 pakde Einstein ( Life is like riding bicycle, to keep you balance you must keep moving (Albert Einstein)

    ReplyDelete
  3. Sebenarnya diusia ku yang mulai menua ini aku ingin bekerja dari rumah saja kak.. agar aku bisa menjadi istri dan ibu yang full untuk mereka, namun keadaan sampai saat ini memaksakan aku harus tetap bekerja..

    ReplyDelete
  4. argjh keren. merasa ditampar berkali-kali. makasih mbaa remindernya.

    ReplyDelete
  5. Inspiratif. Saya juga belum bisa mengubah kebiasaan yang kurang olah raga. Hanya suka 'olah raga' aja pas lagi negtrip, jalan kaki yang gak biasa dilakukan di Batam jadi sering saat ngetrip :)

    ReplyDelete
  6. Serius kak, keren!
    Luar biasa cerita perjalanannya, touring sendirian, berani banget kak. Hati-hati ya kak... Terus menginspirasi dan membagikan cerita serunya ya, kak...

    ReplyDelete
  7. Wah keren.... Sungguh buat mupeng tapi tahu keadaan diri kagak bisa Naik sepeda

    ReplyDelete
  8. Berpikir positif dan bersyukur..
    InsyaAllah bahagia .

    ReplyDelete
  9. Mba Rina keren banget perjalanan hidupnya. Sarat hikmah karena mengambil sudut pandang yang positif :) Kalo aku gak akan seberani mba Rina melakukan perjalanan seperti itu. Saluuuut

    ReplyDelete
  10. kak rina sangat menginspirasi, kepengen banget nanti kalau anak-anak agak gedean dikit worldtouring kayanya asyik,naik gunung dan backpackeran bersama mereka mumpung badan masih kuat diajak jalan. Sehat-sehat terus kak,ditunggu cerita jalan-jalan yang lainnya

    ReplyDelete
  11. Kalau aku lebih menebar kebaikan dimana dan dengan siapa pun. Walau kadang orang selalu menilai buruk niat baik apa yg kulakukan.

    ReplyDelete
  12. Mengurangi bermain medsos kayak facebook memang bagus, tapi sayang kalau ada job ya Rin. Banyak ketinggalan info juga. Dilema. ��

    Kalau aku punya keinginan bisa berbuat banyak kepada orang lain menjelang masa tua nanti. Eh gak menunggu nanti deh, sekarang dan seterusnya juga ingin menebar manfaat dan kalau kata Aa Gym sih kita bukan menjadi bagian dari masalah, tapi menjadi bagian dari solusi.

    ReplyDelete
  13. keren banget perjalanan nya, buat pengen bisa bebas kayak dulu
    tapi sayang sudah tidak bisa lagi

    kebaikan adalah salah satu jurus terbaik yang harus kita tularkan
    akan tetapi bila tidak bisa dibicarakan baik baik ,,, maka

    ReplyDelete
  14. Keren ya bisa keliling dunia apalagi sambil tetap meng informasikan wisatanya dengan mengisi blog. Terus semangat

    ReplyDelete
  15. Tulisannya menggugah Kak Rina.... Kita memang gak tahu kapan meninggalkan kehidupan ini, bisa nanti bisa besok, bisa juga 50 tahun yang akan datang. Turun berduka atas papanya ya Kak Rin... Kita sama-sama tak punya papa. Menorehkan kenangan untuk diri sendiri memang sangatlah penting karena itulah salah satu cara kita menikmati hidup... Semakin banyak bertualang semakin banyak kenangan ya Kak Rin... Bukan hanya rutinitas yang begitu disadari ternyata sudah menghabiskan begitu banyak waktu kita...

    ReplyDelete
  16. Mulai tahun ini aku membiasakan diri untuk bahagiakan diri sendiri, gak ambil pusing sama omongan orang lain dan tetap berfikir positif

    ReplyDelete
  17. Keren,bisa jalan-jalan sampai ke luar negeri. Penting sekali menjaga hidup agar selalu bahagia.

    ReplyDelete
  18. Luar biasa mbak pengalamannya..saluut

    ReplyDelete
  19. Pengalamannya banyak dan keren2, berani mengambil langkah ��

    So inspiring

    ReplyDelete
  20. saya suka tips poinnya menjauhi teman yang memberikan aura negatif

    ReplyDelete
  21. wow keren ya kak rina, banyak pengalaman di setiap tahun nya.
    good luck kak rina tetap semangat.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir, silahkan tinggalkan pesan untuk tulisan ini yaa. Terimakasih