Monday, July 3, 2017

Berenang Dengan Raksasa Whaleshark Di Oslob, Filipina

whaleshark whalesharks oslob, cebu, filipina, phillipines
Saya mengunjungi Oslob tanggal 28 hingga 30 juni 2017 yang lalu, untuk berenang bersama raksasa Whaleshark. Perjalanan dimulai dari Moalboal dengan naik bis jurusan Bato, dan menyambung ke Oslob. Perjalanan sekitar 4 jam. Saya bersama cewek asal Kanada yang saya kenal di hostel.


Bis Moalboal - Bato sekitar 2 jam dengan harga 77 Peso, dan dari Bato ke Oslob sekitar 1 jam dengan harga 30 peso. Jadi total ongkos adalah 107 peso (30 ribuan). Sesampainya di Oslob kami berjalan kaki sekitar 300 meter ke hostel yang kami tuju. Saat itu karena tidak musim liburan, kami nggak booking. Banyak bed yang kosong, malah sekamar berisi 12 bed hanya di isi kami berdua. 

Tragedi Demi Tragedi Pejalanan Myanmar


Kami check in dan membooking kegiatan berenang dengan Whaleshark. Anehnya kami tidak perlu membayar saat itu. Reception hostel meminta kami membawa uang besok pagi saja dan kami harus menunggu di lobby jam 5 pagi. Jadi kami hanya membayar hostel seharga 360 peso atau sekitar 97rb

Setelah menaruh tas dan menyimpan barang penting di locker, kami berjalan-jalan ke pantai. Pantai tidak begitu bagus karena pasir coklat dan kasar. Tapi langit dan airnya biru. Tidak terlalu jelek untuk direkam dalam timelapse video. Erika mencari kerang-kerang mungil

Malam itu kami tidur lebih cepat supaya bisa bangun jam 5. Saya pasang alarm jam 4.45, tapi sebelum alarm saya berbunyi, Erika sudah mencolek jempol kaki saya. Kami segera berpakaian baju untuk berenang dan menuju reception, membayar 1000 peso dan menunggu. Kami bersama-sama mendaftar ditempat yang tidak jauh dari laut dengan mengisi nama dan kewarganegaraan. 

Whaleshark yang ada disini adalah ikan yang hidup bebas, pemerintah memberikan mereka makanan sehingga mereka selalu kembali. Saya mendengar hal ini tidak baik untuk pola migrasi ikan-ikan ini. Makanan yang diberikan juga tidak baik karena mengurangi insting mereka untuk mencari makanan. Tapi konon kalau berenang dilautan bebas juga mereka terancam pemburu. Jadi semuanya tidak cukup baik buat mereka

Menunggu cukup lama, hingga akhirnya seorang wanita berdiri didepan semua peserta dan  memberikan penjelasan apa yang tidak boleh dilakukan selama berenang dengan Whaleshark. Yang paling saya ingat adalah, jarak harus dijaga tidak lebih dekat dari 4 meter.
Kami kemudian menuju kapal-kapal kecil yang disediakan untuk mengangkut turis. Jarak tempat berenang hanya sekitar 10 - 15 meter dari pantai. Bapak pengemudi kapal mempersilahkan kami masuk ke air (melompat dilarang karena bisa mengejutkan whaleshark), mengingatkan bahwa kami harus kembali ke kapal dalam 30 menit dan menyebutkan nomor kapal supaya kami ingat. 

Saya berenang dengan pelampung dan snorkel. Begitu saya mencelupkan mata ke air, saya langsung melihat beberapa ekor raksasa berbintik itu. Saya ternganga  dan terkagum dengan ukuran tubuh mereka. Tapi gerakan mereka lembut. Melihat mulutnya yang menganga saya kepikiran bagaimana kalau saya tersedot kemulut mereka. Untungnya saya berukuran "lumayan". Kali ini ada juga manfaat bertubuh besar haha.. 

Cara Menyeberang (Melintasi) Perbatasan Thailand - Laos Dari Chiang Rai


Terlihat dipermukaan para pemandu menebarkan makanan yang disambut dengan mulut menganga mereka. Berenang dengan jarak 4 meter tidak mudah karena ikan raksasa ini bergerak kesana kemari. Membuat kita terbirit-birit menghindar. Melihat ukuran tubuh mereka kita merasa seolah mereka siap menelan apa sajaAda banyak ikan yang berada disana ketika itu, antara 6 sampai 10. Ada yang berukuran sangat besar, ada yang lebih kecil. Ikan-ikan jenis lain juga ikut meramaikan suasana.

whaleshark whalesharks oslob, cebu, filipina, phillipines

whaleshark whalesharks oslob, cebu, filipina, phillipines


whaleshark whalesharks oslob, cebu, filipina, phillipines
Luka akibat disenggol whaleshark


Ikan hiu paus dengan nama latin Rhincodon typus ini  merupakan ikan laut terbesar didunia.  Ukurannya bisa mencapai hingga  belasan meter dengan berat mencapai puluhan ton. Hiu paus terbesar yang pernah tercatat berukuran 12.65 meter dengan berat 21.5 ton. Sulit membayangkannya? Ukuran ini sama dengan ukuran sebuah bis besar. Meski cukup besar, ikan ini tidak berbahaya untuk manusia. Mereka hanya memakan plankton dan ikan kecil. Sering penyelam berenang didekat mereka dengan aman

Kesenggol Whaleshark

Meski tidak akan memakan manusia, ternyata ikan ini bisa menyakiti juga. Seorang turis asal inggris disenggol ikan ini ketika kami disana. Rupanya raksasa imut ini mempunyai kulit yang cukup kasar hingga membuat kulit cowok ini terluka ringan. Mirip luka ketika terjatuh dan meluncur ditanah. Tapi dia baik-baik saja dan hanya mengobati lukanya dengan krim antiseptic. Setidaknya dia sekarang punya cerita keren buat diceritain ama gebetan, iya nggak sih?



4 comments:

Annisa Rizki Sakih said...

Whuiih kak Rina pemberani sekali yaaa..
Saya mungkin kalau ke filipina malah cuma mau nyari daniel padilla heheheee

May Sarah said...

Pengalaman gini yang saya suka...sedikit berbeda..dan perlu nyali yang besar utk mendekati ikan gedeee

Dian Radiata said...

Baca ini rasanya deg-degan.. Ngeri-ngeri sedap gimanaaa gitu..

ahmadi sultan said...

Wah pantas bebas berfoto-foto dengan whaleshark, gak banyak orang.
Waktu saya sih, orang-orang kayak cendol dan kapal turis ada di mana-mana jadi sulit ambil foto>