Tuesday, July 4, 2017

Canyoneering/Canyoning Di Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina


Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Meluncur terbalik

Canyoneering atau canyoning adalah aktifitas penelusuran sungai, ngarai, dan air terjun  dengan menggunakan teknik seperti scrambling (mendaki tebing batu dengan hanya menggunakan tangan), rappelling (menuruni tebing dengan tali), abseiling, river-hiking, melompati tebing, dan berenang. Canyoneeing awalnya dikenal di negara-negara Eropa dan akhirnya dikenal di seluruh dunia.

Air Terjun Kawasan terletak di Moalboal, Cebu, Filipina. Saya pertama kali mendengar soal air terjun ini saat berbincang dengan seorang turis cewek asal Filipina di trip saya ke Myanmar. Saat mencari informasi lebih lengkap soal air terjun ini, saya membaca banyak orang merekomendasikan kegiatan ini.


Cerita menempuh perjalanan darat dari Malaysia hingga Vietnam (3 Negara, 7 Kota) 

  Karena medannya tidak terlalu ekstrim,
canyoneering di air terjun Kawasan cukup sederhana.Tidak butuh teknik yang rumit. Kami berjalan baik dipinggir maupun disungai, melompati tebing yang dibawahnya air sungai,  berenang, mengambang di air dan meluncur. Medan yang kami hadapi tidak membutuhkannya teknik mountaineering. Saya rasa kegiatan ini cocok untuk awam dan cukup aman. Mungkin karena itulah kegiatan ini sangat populer disini.

Saya membooking paket ini seharga 1400 peso atau 380 ribuan di reseptionist hostel tempat saya menginap. Teman yang saya kenal di hostel membooking dari tempat lain mendapat harga 1350 peso. Tidak jauh memang bedanya, tapi kalau satu group banyak orang, bedanya lumayan juga kan. jadi kalau kesini, lihat-lihat dulu ditempat lain untuk membandingkan dan jangan segan untuk menawar


Berenang Dengan Raksasa Whaleshark Di Oslob, Filipina


Perjalanan dimulai saat mereka menjemput kami di hostel. Kebetulan yang aneh, ketika kami tahu, peserta kali ini berjumlah 6 orang dan kebetulan semuanya tinggal di hostel yang sama. Saya, 1 cewek Kanada dan 4 cowok Inggris. 


Kami dibawa dengan pick up, kemudian singgah di kantor mereka untuk menandatangani pernyataan bahwa risiko kegiatan ditanggung peserta. Mereka juga mengambil peralatan keselamatan disini, yaitu helm dan pelampung. Kemudian lanjut lagi naik mobil pick up itu hingga sekitar 1 jam. Diturunkan disebuah jalan kecil, kami kemudian berjalan lagi sekitar 30 menit menuju sungai. Cukup jauh hingga membuat kami berkeringat. 




Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Bersiap melompat
Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Melompat

Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Airnya sangat bening hingga dasar sungai terlihat jelas
Akhirnya kami bertemu sungai. Disini helm dan pelampung mulai dipakai. Kami menyusuri sungai dengan berenang atau terkadang hanya mengambang karena air akan membawa tubuh kami. Kadang kami bertemu tebing yang dialiri air, kami meluncur dan membiarkan badan jatuh ke air. Kadang ada tebing kecil yang asyik untuk dilompati. Suhu air cukup dingin tapi masih bisa ditahan. Bukan seperti Kuang Si Waterfalls di Luang Prabang yang seperti es

Dua Kecelakaan Melibatkan Kamera


Saat itu saya sedang akan merekam teman-teman melompati tebing yang cukup tinggi untuk pertama kalinya. Saya membuka action cam saya untuk me"reset", karena kameranya frozen alias diam, alias nggak mau diperintah apapun. Tiba-tiba klip penutupnya jatuh kedalam air. Saya masih melihat posisinya didalam air, tapi tidak berani menyelam untuk mengambilnya. Saya memang bukan perenang yang handal. Tidak ada pilihan lain selain menunggu teman-teman selesai melompat, karena setelah mereka baru guide akan turun. 


Saat guide datang, clip itu sudah tak terlihat, air sudah membawanya entah kemana. Mereka berusaha menyelam mecari tapi tidak menemukannya Akhirnya action cam saya tidak bisa lagi digunakan dalam kegiatan ini. Saya menitipkannya kedalam dry bag guide yang sudah terlalu padat yang sepertinya tidak cukup banyak digulung untuk mencegah air masuk. Tapi saya tidak punya pilihan lain

Itinerary 7 Hari Perjalanan Myanmar


Kecelakaan kedua terjadi ketika guide akan memotret kami dengan action cam salah satu peserta. Dia menaiki sebuah batu dan terpeleset jatuh. Guide terjatuh dengan posisi tertelungkup. Tulang keringnya membentur batu dengan keras, yang membuatnya bengkak. Kamera terlepas dari gagangnya dan jatuh kedalam air. Sekitar 20 menit mereka menyelam dan mencari kamera itu. Kalau masih bisa dibilang untung, untungnya saat itu kami diposisi sungai yang tidak dalam, hanya sekitar selutut hingga sepaha. 


Singkat cerita, kamera ditemukan lagi, masih didalam waterproof casenya dan tidak basah. Tapi patah dibagian penghubung dengan tongkat selfienya. Jadi Otomatis tidak bisa dipakai melompat lagi. Kemudian ketika melihat file di hostel, kami mengetahui file didalam action cam itu corrupt alias error alias hilang. Mungkin karena benturan keras. Padahal saya berharap banyak pada kamera itu. Saya meminta mereka merekam saya karena kamera saya tidak bisa dipakai :'(



Melompati Tebing

Selama perjalanan, peserta melompati tebing hingga 5 kali. Mulai 9 meter hingga 16 meter. Tebing tertinggi adalah yang terakhir, yang merupakan air terjun Kawasan yang kedua paling besar. Melompati tebing-tebing ini cukup menakutkan karena ketinggiannya dan juga posisi sungai yang berada di tebing sempit. Salah satu tebing ada juga akar yang menonjol, yang membuat kita harus melompat cukup jauh untuk menghindarinya. Namun semua lompatan yang kami lakukan mulus, tanpa kendala atau kecelakaan



Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Kami berenam

Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Pasukan Inggris
Air Terjun Kawasan Moalboal, Filipina
Air terjun kedua
Canyoneering selesai di air terjun terakhir, yang merupakan air terjun utama dan terbesar.  Guide kami berjalan melewati air terjun ini. Saya bertanya mengapa kita tak berhenti. Dia mempersilahkan tapi katanya mereka akan pergi duluan (nada bicara tinggi dan tidak enak), bagaimana mungkin guide meninggalkan tamu. Nampaknya dia sudah ingin segera mengakhiri perjalanan. Dia meninggalkan saya dan Erika dengan seorang guide lain.

Air terjun ini sangat ramai dan ada 2 bambu rafting yang bergerak kesana kemari. Kami berenang sebentar dan menyusul yang lain yang saat kami temui sedang duduk-duduk disebuah kursi. Si guide mengatakan kalau kami bandel dibilangin bahwa bambu raft itu berbahaya dan bisa melukai kepala orang yang berenang. Padahal waktu kami meminta berhenti dia tidak ada menyebut soal bahaya. Guide yang satunya juga menunggui kami tanpa menyebut soal bahaya. Saya cukup kesal. Menurut saya dia harusnya mengatakan kalau memang berbahaya. Mungkin sebenarnya tidak berbahaya. Tapi dia mencari alasan karena merasa tidak enak meninggalkan kami. 


Menurut saya, bambu rafting itu tidak berbahaya, karena tidak digerakkan oleh mesin. Pengemudinya menggerakkan dengan menarik sebuah tali yang sudah dipasang disana. Gerakannya sangat lambat. Jadi sangat tidak berbahaya

walaupun ada kejadian kurang menyenangkan dengan salah satu guide, secara keseluruhan kegiatan ini sangat menyenangkan dan penuh petualangan. Kita ditantang untuk mengalahkan rasa takut. Kalau ke Moalboal jangan lewatkan canyoneering ya! ;)



Itinerary 10 Hari Trip Manila - Cebu, Filipina


Cara ke South Bus Station dari Mactan Airport, Cebu, Menggunakan Angkutan Umum






Pengalaman Menginap dari Hostel ke Hostel

Itinerary 7 hari Perjalanan Myanmar


Mengunjungi Air Terjun Kuang Si (Waterfalls), Air Terjun Terindah di Laos


Mengunjungi Kuil Terindah di Dunia di Chiang Rai, The White Temple (Wat Rong Khun)












4 comments:

May Sarah said...

selalu ada tragedi ya kak setiap traveling... btw..aku yang ciut nyali liat kakak melompat.. hedwww merinding sendiri...

Rina said...

May Sarah; bener mbak, ada aja, aku lelah sebenarnya dengan tragedi :))

ahmadi sultan said...

Wakru saya ke sini, orang kayak cendol. Di air terjun yang pertama dan paling besar, serasa pantai. Rameee banget.

Rina said...

Ahmadi: waktu itu memang ramai juga air terjun pertama, bagus sih, tapi ga asyik karna ramai